Close

Polisi Sita Aset Indra Kenz Senilai Rp 43,5 Miliar

Indra Kenz

JAKARTA, METRO–Penyitaan aset milik crazy rich asal Medan, Indra Kesuma alias Indra Kenz terus dilakukan. Ada­pun Indra Kenz telah dite­tapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penipuan berkedok investasi bodong lewat trading binary option platform Binomo.

“Yang telah disita kendaraan Tesla, satu unit kendaraan Ferrari, dua bidang tanah di Deli Serdang, Su­matera Utara, dan terbaru menyita satu unit rumah di Me­dan Timur,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Jumat (11/3).

Gatot berujar, Bares­krim Polri juga bakal me­lakukan penyitaan aset berupa jam-jam dan kendaraan mewah lainnya milik Indra Kenz. Termasuk menyita seluruh uang yang ada di sembilan rekening Indra Kenz.

“Akan dilakukan penyitaan terhadap sembilan rekening saudara Indra Kenz, dan dilakukan tracing terhadap lima unit kendaran mewah, dua jam tangan mewah dan dilakukan pemblokiran terhadap satu akun saudara IK,” katanya.

Sehingga, Gatot mengatakan, total aset milik crazy rich asal Medan yang disita adalah Rp 43,5 miliar.  Gatot berujar, saat ini Ba­res­krim Polri juga terus melakukan koordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). Itu dilakukan untuk menelurusi aliran dana milik Indra Kenz.

“Penyidik terus mela­ku­kan koordinasi dengan PPATK guna menemusluri aliran dana dari hasil kejahatan platform Binomo,” tu­turnya.Gatot meng­ung­kap­kan, Penyidik Bares­krim Polri juga terus mengumpulkan barang bukti. Sampai saat ini barang bukti yang telah disita oleh polisi adalah akun YouTube, akun Gmail, video konten, bukti setoran dan tarik uang di bank.

Adapun, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khu­sus (Dit Tipideksus) Ba­reskrim Polri telah menetapkan Indra Kesuma alias Indra Kenz sebagai tersangka kasus dugaan penipuan lewat investasi bo­dong aplikasi Binomo, du­ga­an judi online, penyebaran hoaks, penipuan hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Indra Kenz dijerat dengan pasal berlapis setelah, ada­­pun pasal yang disematkan ke Indra antara lain, Pa­sal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat 2 dan atau Pasal 45 A ayat (1) jo 28 ayat (1) Undang-Undang No­mor 19 Ta­hun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No­mor 11 Ta­hun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(jpg)

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top