Close

Polisi Razia Sandal Berlafaz Allah di Piaman

Sandal berlafadz Allah
Sandal berlafaz tulisan Allah di Jawa Timur.

PADANGPARIAMAN, METRO–Petugas Polsek Nan Sabaris, melaksanakan razia sandal jepit berlafazkan Allah. Namun, dalam razia tersebut polisi tidak menemukan sandal jepit berlafazkan Allah di sejumlah toko dalam pasar di wilayah hukumnya. Dalam razia dan penyelidikan itu, petugas gabungan unit melakukan pemeriksanaan seluruh sandal dan sepatu yang dipajang, petugas juga melakukan pengecekan sendal dan sepatu di gudang toko.

Kapolsek Nan Sabaris, AKP Gunawan Wibisono didampingi Kanitreskrim Polsek Nan Sabaris, Aiptu Jhon Hendri menuturkan, penyelidikan dan razia dilakukan untuk menyikapi beredarnya sandal yang bertulisan lafaz Allah pada bagian alas bawahnya itu. Selain digelar di wilayah hukum Polsek Nan Sabaris, razia dan penyelidikan juga dilakukan oleh seluruh Polsek diwilayah hukum Polres Padangpariaman.

”Seperti yang diperintahkan Kapolres Padangpariaman, kita melakukan razia dan penyelidikan, untuk beberapa hari ini, belum kita temukan sendal itu. Kita cek dipajangan dan juga gudang toko yang ada diwilayah kita. Rencananya kita juga akan lanjutkan pada  hari-hari pasar yang memungkinkan ada pedagang dari luar masuk,” tuturnya.

Sebagai tindakan lanjutan, sandal ataupun sepatu yang ditemukan nanti dalam kegiatan razia dan penyelidikan akan dikumpulkan di Polsek untuk dimusnahkan. Meskipun beberapa waktu yang lalu, pihak produsen sandal itu telah meminta maaf dan telah memusnahkan, namun produk telah terlanjur beredar.

“Jika nanti ada yang kita temukan, kita akan bawa ke kantor, kita kumpul untuk segera dimusnahkan. Meskipun produsen telah meminta maaf dan memusnahkan, namun produk sudah terlanjur beredar, itulah tugas kita untuk mengumpulkan dan memusnahkan,” ulasnya.

Menurutnya, beredarnya sandal yang berlafazkan Allah pada bagian alasnya sangat memicu penentangan dari umat Islam. Keberadaan sendal berlafazkan Allah pada bagian alas, dianggap sebagai bentuk penghinaan bagi umat Islam Sementara itu, ketua Remiska Masjid Jihad Kabun, Nan Sabaris, J J Ansory menyesalkan beredarnya sandal berlafazkan Allah.

Menurutnya, tindakan produsen jelas melakukan penghinaan bagi umat Islam. Dari foto sendal berlafazkan Allah yang ia unduh dari internet, sangat jelas bagian alas sendal bertuliskan Allah. “Lafaznya jelas, bukan terbentuk karena efek putus-putus garis, ini sangat jelas dan tidak perlu sudut penglihatan untuk memastikan ini kesalahan error, ini seperti kesenggajaan,” ujarnya geram.

Meskipun produsen telah meminta maaf dan membakar sendal itu, Ia meminta aparat memastikan tidak ada lagi sandal berlafazkan Allah beredar. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top