Menu

Polisi Kawal Uji Coba Incenerator, Masyarakat Komit Menolak  

  Dibaca : 85 kali
Polisi Kawal Uji Coba Incenerator, Masyarakat Komit Menolak  
TOLAK INCENERATOR— Uji coba terhadap pembakar sampah medis (Incenerator) yang telah berdiri dan bahkan sudah ditumbuhi rumput ditolak masyarakat. (ramadalius/posmetro)

OMPANGTANAHSIRAH, METRO  – Pemko Payakumbuh melalui Rumah Sakit Dr. Adnaan WD Payakumbuh melakukan ujicoba terhadap pembakar sampah medis (incenerator) yang telah berdiri dan bahkan sudah ditumbuhi rumput itu.

Sedikit menarik, ujicoba yang dilakukan Jumat (11/10) itu mendapat pengawalan sejumlah anggota kepolisian dari Polres Payakumbuh. Bahkan sejumlah perwira terlihat hadir, diantaranya Kabagops Polres Payakumbuh, Kompol. Basrial, Kasat Rekrim, AKP. Ilham Indarmawan serta Kasat Intelkam, AKP. Zamzami.

Sementara dari Pemko Payakumbuh hadir langsung Direktur RSUD Dr. Adnaan WD Kota Payakumbu, dr. Efrizanaldi, Kepala Kantor Inspektorat, Andri Warman, sejumlah pejabat di RSUD, Dinas  Kesehatan serta aparatur Kelurahan dan Masyarakat Kelurahan Ompang Tanah Sirah (OTS) Kecamatan Payakumbuh Utara.

Sebelumnya, kepastian pengoperasian Incenerator yang menelan daya besar itu ditegaskan oleh Asisten I Pemko Payakumbuh, Yoherman. Menurut mantan Camat Payakumbuh Barat itu Pembangunan Incenerator yang telah menelan daya besar itu akan terus disosialisasikan kepada masyarakat. Sebab selama ini banyak masyarakat yang mendapatkan informasi yang keliru terhadap incenerator.

“Iya, kita akan akan tetap operasikan incenerator, karena pembangunan telah menelan biaya besar dan harus digunakan. Kita terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait incenerator ini, sebab masih banyak masyarakat yang mendapat informasi yang tidak tepat,” sebutnya.

Polisi sudah Kumpulkan Keterangan

Kapolres Payakumbuh, AKBP. Doni Setywan melalui Kasat Reskrim, AKP. Ilham Indarmawan disela-sela kegiatan ujicoba incenerator mengatakan bahwa, uji coba tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah incenerator itu berfungi/menyala atau tidak.

“ Iya, kita menindaklanjuti dari laporan masyarakat tentang fungsi dari Incenerator, jadi kami ingin melihat apakah alat ini berfungsi atau tidak. Karerna dari pihak rumah sakit sudah  mendatangkan Tekhnisi, dan saat pengecekan awal ada beberapa kabel yang putus dan diperbaiki. Setelah selesai perbaikan nantinya akan coba dinyalakan, apakah masih bisa nyala atau tidak,” terang AKP. Ilham Indarmawan disela-sela ujicoba.

Ilham juga menambahkan, terkait laporan dari masyarakat itu, pihaknya juga telah mengumpulkan keterangan, termasuk dari Inspektorat, karena pihaknya bersama Inspektorat akan melakukan Audit tentang fungsi Incenerator.

Selain dari Rumah Sakit, Dinas Kesehatan dan Aparatur Kelurahan, disaat proses pengujian tersebut juga hadir beberapa orang tokoh masyarakat, diantarannya Chandra Setipon (Mantan Anggota DPRD Payakumbuh), Alhhudri (Anggota DPRD Payakumbuh) serta Tokoh Muda, Alhadi Putra yang kerap menyuarakan penolakan terhadap beroperasinya Incenerator di daerah OTS.

Kepada wartawan Alhadi Putra mengatakan bahwa ia bersama masyarakat tetap pada pendirian semula menolak keberadaan Incenerator apalagi untuk dioperasikan.

“ Iya, kami masyarakat bersikap masih sama seperti yang dulu menolak keberadaan Incenerator, apalagi untuk dioperasikan. Setelah diujicobakan, hidup atau tidaknya alat ini kami berharap bisa segera dipindahkan,” jelasnya.

Senada dengan Alhadi Putra, Anggota DPRD Payakumbuh, Alhudry yang juga hadir dan menyaksikan ujicoba Incenerator dengan tegas menyatakan bahwa ia bersama masyarakat menolak keberadaan Incenerator. Hal tersebut juga pernah disampaikan warga kepada DPRD Payakumbuh periode 2015-2019. Jika Incenerator tak kunjung dipindahkan, ia bersama anggota DPRD periode 2019-2024 akan membuat Pansus.

“Kami menolak keberadaan Incenerator di daerah kami, hal ini (aspirasi) pernah kami sampaikan kepada DPRD dan juga kepada pak Walikota,” sebutnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional