Menu

Polisi Didesak Usut Perkara Lahan RSUD Sungai Dareh

  Dibaca : 69 kali
Polisi Didesak Usut Perkara Lahan RSUD Sungai Dareh
Polisi Didesak Usut Perkara Lahan RSUD Sungai Daerah

DHARMASRAYA, METRO
Forum Komunikasi Nagari Dharmasraya (ForKAND) Kabupaten Dharmasraya dan Kaum Suku Piliang mendesak Polres Dharmasraya untuk mempercepat proses penanganan kasus dugaan pemalsuan tandatangan sekaitan dengan pengadaan tanah Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Sungai Dareh yang lama.

“Kami bersama sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat sudah melaporkan resmi terkait permasalahan ini ke pihak Polres Dharmasraya dengan nomor laporan polisi STTPLP/61/K/VIII/2020-Polres tanggal 13 Agustus 2020,” Ungkap salah seorang penggiat pada lembaga tersebut, Andrimal Malik kepada awak media, Kamis (15/10).

Namun, lanjutnya, proses penyidikan oleh pihak petugas polisi dinilai lamban, hal ini menurutnya cukup menimbulkan keresahan di tengah masyarakat adat Suku Piliang kaum Yendrizal Rajo Indo sebagai mamak kepala waris.

Andrimal mengungkapkan, laporan tersebut bermula dari adanya fakta persidangan dalam kasus gugatan kaum tersebut di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang, terhadap tergugat Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Dharmasraya dan tergugat intervensi atas nama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, atas diterbitkannya sertifikat hak pakai no. 06/Nagari IV Koto Pulau Punjung atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya yang diatasnya berdiri bangunan gedung lama RSUD tersebut.

Yang menjadi pokok permasalahan, lanjutnya, dokumen terkait awal kepemilikan berupa hibah pada waktu daerah itu masih bergabung dalam wilayah administrasi Kabupaten Sijunjung. Kaum Yendrizal Rajo Indo mengaku tidak pernah ikut menandatangani tersebut dan tidak pernah diajak bermusyawarah.

Sehingga, pada amar putusan PTUN dengan nomor perkara 7/G/2020/PTUN.PDG itu majelis hakim menilai tidak memiliki kewenangan memutus perkara tersebut, dengan pertimbangan perkara itu masih ada persoalan sengketa perdata antara penggugat dengan sejumlah pihak terkait lainnya mengenai dasar awal kepemilikan, letak, batas maupun luas tanah objek sengketa.

“Bahkan pada Bab yang menjelaskan tentang legal standing lembaga peradilan tersebut, tegas dikatakan bahwa PTUN tidak bisa memutus perkara bersifat a quo, karena pada sengketa a quo itu terdapat juga potensi sengketa pidana karena adanya laporan dari saksi atas nama Syafrimas, yang mengaku tandatangannya dipalsukan dalam dokumen gambar ukur batas sepadan, “ Jelasnya.

Atas aduan ke pihak kepolisian tersebut, lanjutnya, pihaknya sudah meminta penjelasan ke pihak penyidik Polres Dharmasraya, dan dalam keterangan pihak penyidik melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP) nomor SP2HP/116/VIII/RES.1.9/2020 tanggal 25 Agustus 2020, penyidik menerangkan akan melakukan penyelidikan dalam waktu 14 hari sejak laporan diterima.

“Namun dalam perjalanan perkara ini, masyarakat merasa diabaikan oleh petugas yang ditunjuk, karena kerap tidak bersedia mengangkat telepon selulernya ketika ditelpon terkait perkara ini, “ Sesalnya.  Sehingga, tambahnya, pihaknya pun melaporkan pihak Polres Dharmasraya ke Kapolda Sumbar secara tertulis melalui surat nomor 02/LSM/pl pljg. Dhmsrya/GGT.RSUD 2020 tanggal 12 Oktober 2020.

“Upaya itu kami lakukan demi meredam keresahan masyarakat yang merasa laporannya tidak ditindaklanjuti dengan cepat sesuai prosedur yang seharusnya, “ Pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah SIK MT, melalui Kasat Reskrim Polres setempat, AKP Suyanto SH, mengatakan sejauh ini pihak penyidik telah bekerja sesuai standar operasional prosedur dan hal itu sudah disampaikan ke pihak pelapor melalui SP2HP.

“Terkait penanganan perkara, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi guna mendalami serta mengumpulkan barang bukti dan keterangan yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum yang berlaku, “ Jelasnya.
Saat ini, tambahnya, pihak penyidik sudah menjadwalkan pemanggilan kedua terhadap sejumlah saksi guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional