Close

Polisi Bongkar Praktek Penimbunan BBM Bersubsidi di Kota Padang, 1 Ton Solar Jadi Barang bukti

BBM BERSUBSIDI— Polsek Koto Tangah mengamankan dua terduga pelaku penimbunan BBM bersubsidi jenis solar di kawasan Air Pacah, Kamis (30/9) malam.

PADANG, METRO–Diduga melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dua pria diamankan unit Reskrim Polsek Koto Tangah di kawasan Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Tidak tanggung-tanggung, BBM jenis solar yang yang disalahgunakan oleh kedua pelaku ini seberat lebih kurang 1 ton.

Kapolsek Koto Tangah AKP Afrino mengatakan, kedua pelaku diamankan di sebuah gudang yang diduga sengaja dibuat oleh kedua pelaku untuk menyimpan BBM Jalan Jupentus Gang SMK SPAN Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah.

“Ya, benar pada Kamis (30/9) sekitar pukul 23.30 WIB kami dari tim Opsnal Reskrim Polsek Koto Tangah telah mengamankan dua terduga pelaku penyalahgunaan pengangkutan, dan penyimpanan BBM subsidi jenis solar,”kata Afrino dalam keterangna tertulisnya.

Dikatakan, jumlah barang bukti solar yang berhasil disita oleh pihaknya berjumlah lebih kurang 1 ton terbagi dalam beberapa drum besar dan di simpan oleh kedua pelaku di gudang tersebut.

“Dari hasil penyelidikan sementara, solar tersebut didapatkan oleh keduanya dari salah satu SPBU di Kota Padang dan ditarok di gudang tersebut. Namun apakah nantinya akan dioplos atauun ada modus lainnya masih kami dalami,”ujar Afrino.

Diketahui, dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial DS (40) dan AD (45) yang keduanya merupakan warga Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah. Sementara itu satu orang masuk dalam daftar pencarian orang berinisial I (30).

“Terungkapnya hal ini berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan oleh anggota bahwa di Jalan Jupentus Gang SMK SPAN, terdapat kegiatan menyalahgunakan, pengangkutan, penyimpanan BBM Subsidi,”katanya.

Berdasarkan itu, selanjutnya Kapolsek Koto Tangah AKP Afrino langsung bergerak menuju lokasi dengan tim opsnal Reskrim Polsek Koto Tangah dan sesampainya di TKP didapati pelaku sedang melakukan kegiatan menyalahgunakan pengangkutan, penyimpanan BBM Subsidi (solar) yang berjumlah lebih kurang 1 Ton.

“Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya bahwa kegiatan ini sudah berlangsung lebih kurang 2 (dua) bulan dan selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa dan diamankan ke Polsek Koto Tangah, saat ini kedua pelaku sedang dilakukan pemeriksaan serta pengembangan terhadap keterlibatan pelaku – pelaku lainnya,”imbuhnya.

Barang bukti yang diamankan berupa 1 (satu) unit mesin pompa merek honda, 2 (dua) buah drum yang telah  di modifikasi, 1 (satu) buah drum warna hijau, 2 (dua ) buah Slang ukuran besar panjang l/k 4 Meter, 2 (dua) buah slang ukuran kecil panjang l/k 3 meter.

Selanjutnya, 12 (dua belas) buah jerigen kosong, 1 (satu) buah drum plastik warna biru, 4 (empat) buah drum besar plastik (satu drum berisi solar ), 1 (satu) unit sepeda motor merk Vario warna hitam BA 5080QB, dan 1 (satu) unit sepeda motor merk Mio warna hitam tanpa plat nomor

“Untuk pelaku dapat dikenakan undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi (migas). Setiap orang yang melakukan penyimpanan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Penyimpanan) dapat dipidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp 30 miliar. Sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar,”tutupnya. (rom/ped)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top