Menu

Polemik Amasrul vs Wako Padang, ”Kesampingkan Kepentingan Politik, Jalin Komunikasi”

  Dibaca : 96 kali
Polemik Amasrul vs Wako Padang, ”Kesampingkan Kepentingan Politik, Jalin Komunikasi”
Amasrul dan Hendri Septa

SAWAHAN, METRO–Ketua Fraksi Demokrat DPRD Padang, Surya Jufri menyam­paikan dilantiknya Sekda non-aktif, Amasrul oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi menjadi Ke­pala Dinas Pemberdayaan Ma­syarakat Desa Provinsi Sumbar, merupakan tidak ada komunikasi yang terjalin baik antara Amasrul dan Wali Kota Hendri Septa.

Pasalnya, Wako Hendri Septa menyatakan jika Amasrul masih Sekda non-aktif dan dalam peme­rik­saan.  “Jika ada aturan yang dilanggar Gubernur, Mah­yel­di tentu Mendagri dan KASN tidak menyetujui pelantikan. Kita melihat masalah etika saja yang tidak berjalan dan Wako harus selesaikan dengan baik antara keduanya,” ujar Surya Jufri, Jumat (27/8).

Ia menyampaikan, ti­dak elok jika Wako tak ber­damai dengan bawahan­nya. Apalagi publik melihat dan mengetahui. Wako se­ba­gai pembina ASN mesti memberikan pengayatan yang baik untuk pega­wai­nya dalam menialnkan ro­da pemerintahan.

“Kepentingan politik harus dikesampingkan oleh Wako,” tegasnya.

Ia menyayangkan kon­flik antara Wako dengan Amasrul terjadi dan ingin­kan selesai secara pro­fesional. Agar warga tak menilai keliru nantinya serta perjalanan roda pe­merin­tahan tak terhalang.

“Mari islah dan jalin kerjasama yang baik,” lu­gas Surya Jufri.

 Ke depan lanjut Surya pro dan kontra seperti ini tidak lagi terjadi hendaknya dan Wako harus mampu menjembatani ASN lain­nya. Supaya perselisihan tak lagi timbul dan program yang ada bisa berja­lan maksimal.

Seperti diketahui, pe­lan­tikan Amasrul menjadi Ke­pala DPMD Provinsi Sum­­bar menimbulkan po­le­mik. Sebelumnya, Amas­rul yang menjabat Sekre­taris Kota Padang dinon­aktifkan dari jabatannya karena diduga melanggar disiplin sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai PP Nomor 53 tahun 2010 oleh Wali Kota Padang pada 2 Agustus 2021 yang lalu.

Wali Kota Padang, Hen­dri Septa mengaku aneh dengan kebijakan Guber­nur Sumbar yang melantik Amasrul menjadi Kepala DPMD Provinsi Sumbar. Menurutnya, Amasrul ha­nya dinonaktifkan dari ja­ba­tan selama proses pe­meriksaan selesai.

“Pada saat ini beliau masih dalam proses pe­meriksaan karena dugaan pelanggaran PP Nomor 53 tahun 2010. Selain itu, Amas­rul belum meminta izin kepada dirinya sebagai pimpinan,” tegas Wako Hendri Septa, Selasa (24/8) lalu.

Sedangkan, Amasrul menjelaskan, pengang­katan dirinya sebagai Ke­pala DPMD Provinsi Sum­bar telah melalui mekanis­me yang telah ada.  “Peng­ang­katan saya sebagai Ke­pala DPMD Provinsi Sum­bar telah melalui pro­sedur yang ada. Selain itu, kepin­da­han saya ke Pem­prov te­lah mendapat izin dari Wali Kota Padang Hendri Septa. Tidak mung­kin lah kalo tidak dapat izin Wali Kota Padang, tentu Menteri Da­lam Negeri juga tidak akan memberikan izin,” ujarnya.

Ketua DPRD Padang Syahrial Kani menjelaskan juga, pengangkatan Amas­rul sebagai Kepala DPMD Provinsi Sumbar jika me­lalui prosedur yang ber­laku. DPRD Padang sangat mendukung sekali peng­ang­katan tersebut.

“DPRD menilai, selama Gubernur Sumbar mela­kukan pengangkatan me­lalui prosedur dan regulasi yang berlaku, tentu kita dukung. Apalagi, perpin­da­han Amasrul dari Pemko Pa­dang ke Pemprov Sum­bar Dapat meredam per­masalah yang telah terjadi di Kota Padang. Tentu, lang­kah bijak yang dilakukan Gubernur Sumbar,” ucap­nya.

Sementara itu, Penga­mat Politik dari Universitas An­dalas Dr. Asrinaldi, S.Sos., M.Si menilai adanya kesan Gubernur Sumbar untuk “menyelamatkan” Amasrul dari posisi nonjob-nya di Pemko Padang. Apa­lagi, telah terjadi hu­bungan yang tidak baik an­tara Amasrul saat menja­bat Sekda Kota Padang dengan Walikota Padang Hendri Septa.

“Fenomena ini seakan memberi kesan adanya kubu birokrasi di Kota Pa­dang. Yang satu kubu Mah­yeldi Ansarullah, dan yang satu lagi kubu Hendri Sep­ta. Ini lah yang terjadi,” ucapnya.

Asrinaldi berharap, se­baik­nya Gubernur Sumbar menunggu hasil dari peme­r­ik­saan Amasrul yang di duga melanggar PP Nomor 53 tahun 2010 saat men­jabat sebagai Sekda Kota Padang. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional