Menu

Polda Tindak Galian C dan Tambang Emas Ilegal, 7 Pelaku Ditangkap

  Dibaca : 173 kali
Polda Tindak Galian C dan Tambang Emas Ilegal, 7 Pelaku Ditangkap
PERLIHATKAN BUKTI— Direktur Reskrim Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar Kombes Pol Joko Sadono didampingi Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu memperlihatkan barang bukti hasil penangkapan tujuh pelaku penambangan ilegal.

PADANG, METRO
Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar melakukan penertiban penambangan Galian C yang tak berizin di Kota Padang dan menertibkan penambangan emas liar di Kabupaten Pasaman.

Dari penertiban itu, petugas mengamankan tujuh orang tersangka dengan rincian dua orang di Kota Padang dan lima orang di Kabupaten Pasaman. Ketujuh tersangka itu diketahui berinisial AA (27), EA (38), RWP (21), J (52), N (33), A (53), BR (26).

Direktur Reskrim Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar Kombes Pol Joko Sadono didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, untuk kelima tersangka yang ditangkap di Pasaman ini diamankan barang bukti berupa satu alat berat, satu kontroler alat berat, dua karpet sintestis, dua timbangan digital dan satu buku catatan.

“Mereka melakukan penambangan emas dialiran Sungai Batang Pasaman Lanai Hilir Jorong Bandar Padang Pembangunan, Kenagarian Cubadak, Pasaman,” kata Joko Sadono saat press release pengungkapan kasus di Mapolda Sumbar, Jumat (9/4).

Dikatakan, sebelum penangkapan pada lima tersangka ini, pihaknya mendapatkan informasi akurat dari masyarakat tentang adanya kegiatan pertambangan tanpa izin berupa penambangan emas di lokasi kejadian. Mendapat informasi itu, pihaknya langsung mendatangi lokasi melakukan penggerebekan.

“Hasilnya ditemukan lima tersangka, AA, EA, RWP, J dan N (33) saat sedang menjalankan aktivitasnya menambang emas secara ilegal. Setelah itu, kelimanya langsung dilakukan penangkapan dan penyitaan barang bukti. Lima tersangka ini mempunyai peran berbeda. Kelimanya langsung kita bawa ke Mapolda Sumbar,” ujar Kombes Pol Joko.

Sebelumnya, pihaknya telah mengamankan dua alat berat di sana. Namun, untuk satu alat berat tidak dilakukan penyitaan, dikarenakan alat berat tersebut mengalami kerusakan.

“Kita amankan mereka bersama barang bukti pada Rabu (7/4) lalu. Kegiatan pertambangan ini tidak mengantongi izin. Untuk pelaku utama atau pemodal dan pemilik alat berat, kita masih melakukan penyidikan,” katanya.

Dikatakannya, untuk tangkapan di galian C, di Kampung Tanjung, Kelurahan Kuranji, Kuranji, Padang, pihaknya mengamankan dua tersangka A (53) dan BR (26) bersama dengan barang bukti, lima alat berat, satu mobil dump truk, dan satu bundel nota atau bon pembelian.

“Kegiatan mereka juga tidak memiliki izin. Perbuatan mereka ini sangat meresahkan masyarakat dan juga merusak lingkungan. Kita amankan mereka 26 Maret lalu, setelah mendapat laporan dari masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan Kombes Pol Joko, pihaknya melakukan penindakan Galian C itu menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Pihaknya langsung melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian dengan didampingi salah satu staf ahli dari Dinas ESDM Sumbar.

“Dari hasil koordinasi, dipastikan kalau  Galian C ini tidak punya izin. Kita kemudian bergerak melakukan penertiban dan mengamankan dua orang tersangka berikut dengan barang buktinya,” ungkap Kombes Pol Joko.

Ditegaskan Kombes Pol Joko, dari hasil penyidikan yang dilakukan penyidik, pelaku utama atau pengelola dari kegiatan tambang liar ini yakni tersangka A  dan BR. Selain ditetapkan tersangka, keduanya juga telah dilakukan penahanan.

“Ketujuh tersangka ini kita jerat dengan pasal 158 UU nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, dengan ancaman kurungan penjara lima tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar,” ýtutupnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional