Close

Polda Sumbar Hentikan Penyelidikan Kasus Surat Gubernur Minta Sumbangan

Kombes Pol Satake.

PADANG, METRO–Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Ti­pi­kor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit­res­krimsus) Polda Sum­bar menghentikan pe­nyelidikan perkara surat bertanda tangan Gubernur Sumbar Mah­yeldi yang dipakai un­tuk meminta sum­bangan kepada sejum­lah pihak.

Sebagai informasi, perkara itu sebelumnya dilaporkan oleh relawan Pro Jokowi (Projo) beberapa waktu lalu ke Polda Sumbar. Pa­dahal, kasus itu juga sudah diselidiki oleh Polresta Pa­dang terkait dugaan peni­puan, tetapi penye­lidi­kan­nya dihentikan juga karena tidak cukup bukti.

Kabid Humas Kepo­li­sian Daerah (Polda) Suma­tera Barat (Sumbar), Kom­bes Pol Satake Bayu Se­tianto, mengatakan, terkair laporan relawan Pro Jokowi (Projo) Sumbar yang mela­por­kan surat permintaan sum­bangan Gubernur Sum­bar telah dihentikan pe­nyelidikannya.

“Penyelidikan laporan itu kita hentikan setelah dilakukan gelar perkara pada Kamis kemarin (28/10). Karena tidak cukupnya alat bukti makanya dihen­tikan,” ungkap Kombes Pol Satake Bayu, saat dihu­bungi Jumat (29/10).

Dijelaskan Kombes Pol Satake, sebelum dilak­sa­nakannya gelar perkara, pemyidik telah melakukan pemeriksaan saksi seba­nyak sembilan orang, ser­ta memintai keterangan dari saksi ahli pidana.

“Memang, hasil gelar perkara, dugaan tindak pidana korupsi sesuai la­po­ran Projo tidak me­me­nuhi unsur, karena alat buktinya tidak cukup. Kep­utu­san­nya, penyelidikan dihen­tikan,” ungkapnya. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top