Menu

Polda Sumbar Bongkar Prostitusi Online, Gadis 15 Tahun Dijual Rp500 Ribu, Mucikari Dapat Rp 100 Ribu di Kota Padang

  Dibaca : 739 kali
Polda Sumbar Bongkar Prostitusi Online, Gadis 15 Tahun Dijual Rp500 Ribu, Mucikari Dapat Rp 100 Ribu di Kota Padang
PROSTITUSI— Tiga wanita yang terlibat prostitusi online digiring ke Mapolda Sumbar setelah diamankan di salah satu hotel berbintang di Kota Padang.

PADANG, METRO–Ditreskrimum Polda Sumbar kembali mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di Kota Padang. Dalam penggerebekan yang dilakukan di salah satu hotel berintang itu, tiga orang perempuan berhasil diamankan, salah satunya masih berusia 15 tahun.

Informasi yang diterima, pengungkapan kasus prostitusi online tersebut dipimpin oleh Wadirreskrimum Polda Sumbar, AKBP Muchtar S Siregar. Tim gabungan Ditreskrimum dan Ditsamapta bergerak ke hotel tersebut lalu mengamankan tiga perempuan tersebut. Namun sayang,  mucikarinya berhasil kabur.

“Ada tiga perempuan yang diamankan di salah satu hotel berbintang di Kota Padang. Satu orang masih dibawah umut. Inisialnya adalah S, 20, E, 18, dan B, 15,” kata

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumbar, Kombes Pol Imam Kabut Sariadi mengatakan, pengungkapan kasus prostitusi online anak di bawah u mur ini setelah pihaknya menggerebek hotel berbintang di Kota Padang pada Kamis (10/6).

“Ternyata, dari hasil penggerebekan, kita menemukan perempuan yang masih berstatus di bawah umur yang menjadi korban prostitusi online ini. Ketiga perempuan yang sempat kita amankan inisialnya S (20), E (18) dan B (15,” kata Kombes Pol Imam, Minggu (13/6).

Kombes Pol Imam melanjutkan, penggerebekan di hotel berbintang itu setelah personel Ditreskrimum Polda Sumbar, menindaklanjuti informasi dari  masyarakat adanya prostitusi online.

“Kemudian kami melakukan  penyelidikan dan ternyata benar, sehingga dilakukan penggerebekan dan tiga orang perempuan diamankan. Dua warga Padang, satu Agam,” ujar Kombes Pol Imam.

Kombes Pol Imam menjelaskan, prostitusi online ini melalui aplikasi Michat. Pemesannya ke mucikari menggunakan Michat, setelah itu mucikari mengabari ketiga perempuan tersebut.

“Hanya saja mucikari Mrs X tersebut belum tertangkap, dan kami masih melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” ungkap Kombes Pol Imam.

Menurut Imam, berdasarkan pengakuan tiga perempuan yang diamankan itu, tarif mereka dalam durasi pendek Rp500 ribu. Mereka membayar jasa mucikari Rp100 ribu.

“Satu orang tarif kencannya berkisar Rp500 ribu, sedangkan upah mucikari sekitar Rp100 ribu. Pengakuan mereka baru kali ini, kami masih lakukan pengembangan kasus ini,” tutur Kombes Pol Imam.

Kombes Pol Imam menegaskan, ketiga perempuan tersebut statusnya masih sebagai saksi. Mereka nantinya akan dikirim ke Panti Sosial Karya Wanita Andam Dewi, Sukarami, Solok.

“Mereka masih diperiksa penyidik sebagai saksi. Mudah-mudahan mucikari si Mr. X tersebut dapat ditangkap. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan nanti,” pungkas Kombes Pol Imam. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional