Close

Pol PP Sisiri Kedai Kopi Kekinian dan Kafe, Ramai Anak Muda Nongkrong, Prokes Diabaikan

TIDAK PATUHI PROKES— Petugas Satpol PP menyisiri sejumlah kafe dan kedai kopi tongkrongan anak muda, Senin (26/4) malam. Masih banyak pemilik usaha dan pengunjung yang abai dengan prokes Covid-19.

TAN MALAKA, METRO
Kasus Covid-19 kembali meningkat di Kota Padang. Sejumlah tempat tongkrongan anak muda dan pusat kemaramaian kembali diawasi petugas Satpol PP Kota Padang, Senin malam (26/4).

Dalam pengawasan tersebut personel Satpol PP yang dipimpin Kabid Sumber Daya Aparatur (SDA) didampingi Kasi Operasional dan Pengendalian (Kasiopdal), Syafnion menegur pengelola tempat yang tidak terapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Personel Satpol PP mendatangi tempat tongkrongan anak muda yang ramai di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Veteran, serta di kawasan Siteba dan beberapa titik lainnya di Kota Padang. Syafnion kepada pengelola dengan tegas mengatakan agar seluruh tamu atau pengunjung benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

Diketahui tempat tongkrongan minum kopi ala modern tersebut lagi trend di Kota Padang. Oleh karena itu dengan jumlah tamu yang relatif ramai maka sangat perlu dilakukan pengawasan terhadap protokol kesehatan.

“Hal ini dilakukan agar jangan sampai usaha kreatif sebagai peningkatan ekonomi tersebut menjadi klaster baru penularan Covid-19,” ulasnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Padang, Alfiadi menjelaskan, dalam memutus penularan Covid-19, perlu upaya semua pihak baik petugas maupun masyarakat tentu dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kepada tempat-tempat usaha kreatif ini dihimbau agar semua pengunjung selalu disiplin memakai masker, menjaga jarak dan selalu awali kegiatan dengan membiasakan mencuci tangan,” sebut Alfiadi.

Dengan aktifnya pengawasan dan disiplinnya masyarakat patuhi Prokes diharapkan pemaparan virus Corona dapat dikendalikan dan diputus. “Sekarang masih dalam bulan Ramadhan tentu diharapkan setiap masyarakat dapat menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat. Sehingga tidak melakukan kegiatan yang dapat menganggu muslim yang menjalankan ibadah dengan khusuk di bulan Ramadhan, selain itu dihimbau kepada pelaku usaha tongkrongan ini tidak melakukan kegiatan live musik, serta dihimbau agar patuhi Prokes kesehatan,” pungkas Alfiadi. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top