Close

Pokdarwis Kota Bukittinggi Perlu Dukungan Optimal

Ibnu Asis, Ketua Fraksi PKS Kota Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO–Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) adalah kelompok swadaya atau institusi masyarakat lokal yang terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan kontribusi untuk mendukung tercip­tanya iklim yang kondusif bagi pengembangan kepariwisataan di daerahnya.

Secara garis besar, Pok­darwis  memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Di antaranya, sebagai penggerak sadar wisata dan Sapta pesona di lingkungan wilayah destinasi Wisata berada. Ke­dua Sebagai mitra pemerintah pusat dan daerah dalam upaya perwujudan dan pengembangan sadar wi­sata di Daerahnya masing-masing.

Anggota DPRD Kota Bukittinggi Ibnu Asis me­nyatakan, secara struktural, Pokdarwis beranggotakan minimal 15 orang pengurus, memiliki sekretariat tersendiri dan membuat program kerja atau rencana kegiatan.

Ibnu menambahkan bah­wa Keberadaan Pokdarwis di Bukittinggi tentunya sangat sejalan dan seirama dengan salah satu misi Kota Bukittinggi, yaitu hebat pada sektor olah raga,  kebudayaan, seni dan pariwisata.

“Namun demikian, kita tidak dapat memungkiri bahwa situasi dan kondisi Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun ini, sangat berpengaruh dan berdampak negatif terhadap ki­prah dan sepak-terjang Pokdarwis di Kota Wisata akhir-akhir ini,” ujar Ibnu.

Artinya, secara kasat mata, kita tidak lagi dapat mengatahui secara pasti dan meyakinkan akan keberadaan, peran, fungsi serta kontribusi Pokdarwis yang ada terhadap kemajuan dan perkembangan pariwisata di Kota Sanjai ini.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bukittinggi itu memberikan pandangan. “Oleh karena itu, perlu segera diupayakan langkah-langkah strategis sekaligus antisipatif untuk mempertahankan keberadaan Pokdarwis sekaligus menata kembali struktur organisasinya secara lebih baik dan produktif,” ujarnya.

Di antaranya melalui beberapa kegiatan, pemerintah daerah melalui SKPD teknis, diminta segera me­lakukan pendataan ulang terhadap keberadaan Pokdarwis pada beberapa kampung wisata seperti yang ada di Kelurahan Kayu Kubu dan Kelurahan Manggis Gantiang. Termasuk pendataan terhadap muncul dan tumbuhnya Pokdarwis baru seperti yang ada di Kampung Kubu Ateh Kelurahan Kubu Gulai Ban­cah sejalan dengan dipersiapkannya destinasi wisata alam baru, yaitu Ngarai Lubuak Tabiang.

Kedua pemerintah da­e­rah melalui SKPD teknis juga perlu membantu kebutuhan anggaran dan penataan organisasi setiap Pokdarwis untuk tetap eksis dan dapat berkiprah lebih baik dan  maju dalam pe­ngembangan pariwisata khusus di daerahnya ma­sing-masing.

Ketiga secara internal, setiap Pokdarwis juga mes­ti melakukan evaluasi dan introspeksi secara ber­tahap dan berkelanjutan terhadap keberadaan personalia, struktur orga­nisasi dan program kerja tahunannya.

Keempat setiap Pokdarwis juga perlu memastikan bahwa Pokdarwisnya telah memahami kisi-kisi Sapta pesona serta dapat mengimplementasikannya dalam kegiatan Pokdarwisnya di daerah destinasi wisatanya masing-masing.

Kelima Bahwa Pokdarwis yang masih eksis selama masa Pandemi Covid-19 ini, mestinya dapat men­jadi pelopor dan penggerak Wisata di daerahnya masing-masing serta dapat juga memberdayakan anggotanya dan masya­rakat sekitar destinasi wi­sata secara ekonomi untuk membuat jasa wisata dan buah tangan khas sebagai cinderamata wisata di dae­rahnya.

Keenam Keberadaan Perda Kota Bukittinggi nomor 1 tahun 2020 tentang Rencana Induk Pemba­ngunan Pariwisata perlu segera diikuti dengan pembentukan Perda tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan sebagai landasan yuridis dan operasional pelaksanaan Pokdarwis di Bukittinggi.

“Jika beberapa strategi krusial di atas dapat dilaksanakan secara baik, benar, proposional dan profesional, maka kita sangat yakin dan percaya bahwa keberadaan Pokdarwis a­kan segera bangkit dan berkontribusi besar terhadap eksistensi Bukittinggi sebagai destinasi utama pariwisata tidak saja di Pulau Sumatera.  Sebagaimana jargon pariwisata yang sudah sangat terkenal. The Dreamland of Sumatera. Bahkan lebih jauh dari itu, kita berharap Bukittinggi menjadi pusat pariwisata utama hingga di wilayah Indonesia Bagian Barat,” ujarnya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top