Menu

Pokdarwis Dibekali Pemahaman Geopark Silokek

  Dibaca : 104 kali
Pokdarwis Dibekali Pemahaman Geopark Silokek
SOSIALISASI— Dispar Sumbar dan Dinas Parpora Sijunjung menggelar sosialisasi Geopark Silokek kepada Pokdarwis dan masyarakat.

SIJUNJUNG, METRO
Upaya pemerintah Kabupaten Sijunjung bersama Pemprov Sumbar untuk menjadikan Geopark Silokek menjadi warisan dunia di bawah naungan Unesco, terus menunjukan progres. Perkembangan Geopark Silokek harus selalu diupgrade dan tetap hangat untuk dibahas. Hal itu diungkapkan Kadis Provinsi Sumbar, Novrial saat menggelar, kegiatan sosialisasi geopark bersama kelompok sadar wisata di Kabupaten Sijunjung. “Bagaimana agar Informasi tentang geopark Silokek ini selalu hangat ditengah masyarakat, sehingga kegiatan seputar geopark Silokek itu sendiri tetap dilakukan untuk mengupgrade hal terbaru tentang Silokek,” tutur Novrial.

Pada kegiatan itu, Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar bersama Dinas Parpora Kabupaten Sijunjung bekerjasama melaksanakan kegiatan sosialisasi geopark yang ditujukan kepada masyarakat, kelompok sadar wisata dan para pegiat wisata lainnya yang ada di Kabupaten Sijunjung. Bertempat di kawasan geopark Silokek, Nagari Silokek, Kabupaten Sijunjung, pada Selasa (17/11).

Menurutnya, sinergisitas antara pemerintah dengan masyarakat dan pihak lainnya harus tetap berjalan dengan baik dalam memperjuangkan Geopark Silokek menjadi Global Geopark. “Ini  merupakan bagian persiapan menuju itu (Unesco). Artinya semua elemen harus disiapkan, termasuk masyarakat itu sendiri. Karena geopark Silokek merupakan wisata minat khusus, sehingga perlu konsep yang jelas agar itu bisa memberikan manfaat kepada daerah,” papar Kadis Pariwisata Sumbar, Novrial.

Pihaknya sempat menyampaikan tentang peran dan fungsi pemerintah dalam hal itu. “Kita di provinsi juga mengupayakan apa pembangunan yang bisa dilakukan untuk menunjang geopark Silokek ini, begitu juga dengan pemerintah daerah, pusat dan pihak lainnya. Sehingga hal itu menjadi sebuah kolaborasi dalam mencapai tujuan tadi,” ungkap Novrial.

Dijelaskan Novrial, selain infrasturktur, pengembangan SDM melalui pembinaan tentang pariwisata dan geopark sebuah hal penting yang  disajikan kepada masyarakat. “Semua dilakukan berjalan, termasuk pembinaan kepada masyarakat. Sehingga pro dan kontra ditengah masyarakat bisa dihindarkan. Karena geopark adalah sebuah konsep pembangunan daerah,” sebut Novrial.

Setidaknya, sebanyak 54 orang peserta yang terdiri dari Pokdarwis dan masyarakat setempat mengikuti kegiatan tersebut. Dengan harapan, para peserta bisa memahami konsep dari wisata Geopark itu sendiri.

Kadis Parpora Kabupaten Sijunjung, Afrineldi melalui Sekretaris, Desmawati dan Kasubag Umum, Nofriadi mengatakan. Kegiatan pembangunan geopark Silokek yang telah direncanakan sempat terganggu akibat dampak dari Covid-19. “Memang saat ini terkendala karena Covid-19, akibatnya program pembangunan terkait pengembangan geopark Silokek yang sudah dirancang sebelumnya tidak berjalan. Jadi bukan fakum atau sifatnya seremonial saja, karena program ini jangka panjang dan prosesnya terus bergulir,” kata Desmawati.

Pariwisata Sijunjung masuk nominasi PWA tahun 2020 Sumbar. “Pariwisata Kabupaten Sijunjung kini telah menjadi perhitungan ditingkat provinsi Sumbar. Sedangkan ditingkat nasional telah ditetapkan sebagai geopark nasional. Target utama menjadikan Geopark Silokek sebagai warisan dunia oleh Unesco,” sebut Kadis Pariwisata Kabupaten Sijunjung.

Disisi lain, keberadaan Geopark Silokek perlahan sudah bisa diterima oleh masyarakat. Seperti yang disampaikan Ketua kerapatan adat nagari (KAN) Silokek, Mayarman, Dt.Kali Bandaro mengharapkan agar Geopark Silokek bisa memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah.

“Kita masyarakat meresepon dengan baik upaya dari Pemda untuk pengembangan Geopark Silokek. Hanya saja sosialisasi perlu gencar dilakukan kepada masyarakat, agar masyarakat paham seperti tujuannya. Disamping itu, untuk kedepan, perlu adanya peraturan nagari (Pernag) tentang tata tertib wisata. Sehingga apa yang menjadi nilai dan kearifan lokal budaya kita tidak berubah,” terang Desmawati saat ditemui, Selasa (17/11).

Dikatakannya, semenjak adanya program Geopark Silokek memberikan dampak kepada pembangunan nagari dan masyarakat. “Jadi ada pertambahan pendapatan masyarkat pada momen tertentu karena pariwisata ini. Sekarang sinyal telekomunikasi sudah ada, jalan sudah mulai diperbaiki. Walau kadang sering longsor,” imbuhnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional