Menu

PKS Ragu dengan Jumlah Kematian Pasien Covid-19, Mulyanto: Pemerintah Jangan Main-main dengan Data

  Dibaca : 71 kali
PKS Ragu dengan Jumlah Kematian Pasien Covid-19, Mulyanto: Pemerintah Jangan Main-main dengan Data
LIANG LAHAT—Tim pemulasaran jenazah pasien Covid-19 sedang memasukan jenazah ke dalam liang lahat.

JAKARTA, METRO–Politikus PKS Mulyanto meragukan data kematian Covid-19 yang disajikan pemerintah. Anggota Ko­misi VII DPR RI itu me­ngingatkan pemerintah agar berhati-hati merilis data kematian Covid-19 secara nasional. Peme­rintah harus jujur dan trans­paran agar proses penanggulangan Covid-19 di Indonesia dapat dilak­sanakan secara tepat.

“Pemerintah jangan ma­in-main soal data ini. Covid-19 ini merupakan pandemi global, dimana setiap data yang dipub­likasikan di suatu negara disorot dan dijadikan acuan oleh negara lain,” tegas Mulyanto kepada media, Selasa (7/9).

Mulyanto menegaskan data Covid-19 bukan sema­ta-mata soal transparansi jumlah korban jiwa akibat Covid-19, tetapi menyang­kut nama baik bangsa Indonesia di mata dunia in­ter­nasional.

“Jangan sampai dunia menganggap Indonesia tidak jujur terkait data ke­matian Covid-19,” lanjut Mulyanto.

Sebelumnya Pemerintah merilis data kematian akibat Covid-19 per 5 September 2021, sebanyak 135.861 jiwa. Namun, The Economist memperkirakan data kematian akibat Co­vid-19 di Indonesia lebih besar lagi yaitu 280 ribu hingga 1,1 juta orang atau 500 persen dari angka res­mi Pemerintah.

Beberapa hari sebe­lumnya Pemerintah Malaysia juga mempertanyakan penurunan jumlah penyebaran dan kematian akibat Covid-19 di Indonesia. Pemerintah Malaysia heran data terkait Covid-19 yang disampaikan Pemerintah Indonesia lebih rendah dari negeri jiran.

Padahal, sebelumnya jumlah kasus Covid-19 Indonesia lebih tinggi dari Malaysia.  “Seharusnya pemerintah mengkonsolidasikan data kematian Co­vid-19 ini lebih teliti dengan mengggunakan metoda dan parameter yang standar,” kata Mulyanto.

Seperti diketahui sebelumnya pemerintah ingin mengeluarkan indikator kematian dari parameter penilai covid-19, karena dianggap bercampur de­ngan data kematian lain atau inakurasi. Belum lagi termasuk munculnya kasus kebocoran data vaksin, bahkan di dalamnya termuat data vaksin Presiden Jokowi.

“Di lapangan, tetutama di pedesaan, ada kecen­derungan kematian covid-19 ditutupi sebagai kematian biasa, karena masy­­a­rakat tidak ingin penanganan jenazah korban termasuk penguburannya menjadi berbelit-belit. Jadi, kata Mulyanto, memang cukup masuk akal kalau data kematian covid-19 yang disajikan Pemerintah lebih kecil dari angka yang sesungguhnya. Wakil Ketua Bidang Industri dan Pembangunan Fraksi PKS DPR RI itu menilai persoalan akurasi da­ta ini adalah masalah yang klasik, hampir di berbagai sektor terjadi.

Namun demikian, terkait perbaikan data kematian Covid-19 ini perlu men­dapat perhatian serius pemerintah. Karena di da­lamnya sangat terkait dengan pengambilan kebijakan dan strategi penanggulangan pandemi yang tepat dan akurat. “Salah data bisa salah kebijakan dan strategi,” tegas Mul­yan­to. (mcr10/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional