Menu

PKS HARUS BERBENAH!!!

  Dibaca : 297 kali
PKS HARUS BERBENAH!!!
Mahyudi

Oleh; Mahyudi

Kau yang mulai Kau yang mengakhiri….itu sepengggal syair lagu dalam video bermuatan sindiran buat PKS. Mungkin si pembuat video ingin menumpahkan emosinya ke PKS, bisa juga bersikap “genit” bertujuan mempermalukan elit-elit PKS. Atau bisa jadi bermakna PKS harus bercermin, cuci muka atau apalah namanya.

Kalau boleh memberikan penilaian, bagi penulis video tersebut bisa jadi cerminan bentuk kegagapan elit PKS dalam mengelola koalisi. Berkali-kali betah di PHP-in. Pilkada DKI dan Jabar menjadi tolok ukurnya. Setia banget menjadi pengembira doank. Beda banget kala menjadi motor KMP vs KIH. Elit Gerindra, Elit PAN, Elit PPP bahkan Elit Golkar parpol legendaris Indonesia manut anteng ama tarian PKS.

Anis Matta Cs kala itu mampu memberikan porsi transaksi yang pas untuk masing-masing parpol. Sampai-sampai PDIP sebagai Parpol pemenang Pemilu dan komprador KIH lainnya harus gigit jari. Aseli benar-benar di buat memble. Jujur, Penulis benar-benar menikmati alur cerita demokrasi yang di torehkan PKS waktu itu.

Menatap PKS hari ini, Elitnya suka konflik. Gemar tebar gertakan ke koalisi segajahnya-Gerindra. Heran juga sih, jadinya koq Elit PKS seperti tidak sadar bhw politik itu transaksional atau bahkan “membunuh”. Adagium Tidak ada yang abadi dalam politik sepertinya belum mengalir dalam darah para elit PKS-kali ya?. Contohnya dalam kasus pemilihan Ketua MKD, Gerindra justru ambil keuntungan saat Surahman Hidayat lengser.

PKS harus merelakan dengan terpaksa kursi Ketua MKD menjadi milik Gerindra. Bagi penulis dalam kasus MKD itu PKS telah di “bunuh” oleh Gerindra. Tapi bagi Gerindra sah-sah saja karena yang menjadi pegangan politik mereka adalah kepentingan.

Nah, jelang Pilpres 2019, tanda-tanda PKS bakal di kerjai oleh sekutunya mulai terlihat. Sebenarnya ya bukan salah Gerindra sih, tapi emang sepertinya PKS nya aja yang ga nyadar. Gerindra punya kursi lebih besar, Capresnya punya kharisma pasti gusar donk kalau terus di gertak-gertak. Maksain Prabowo untuk menerima Cawapres dari PKS.

Modal PKS yang selalu di umbar ke Gerindra mesin PKS yang mumpuni dan PKS sudah berkorban demi keberlangsungan koalisi.

Memang benar, semboyan partai Kader memang efektif membius publik Indonesia di pemilu 2004, 2009 dan 2014. Karena soliditas kader itu merupakan barang langka dan memiliki nilai wah. Di tahun-tahun tersebut militansi kader PKS tak di ragukan lagi. Pokoknya 10 jempol deh.

Tapi, untuk Pilpres 2019 Prabowo dan Gerindra pasti ga menutup mata kalau mesin PKS saat ini sedang mengalami masalah. Pembelahan kader seperti menjadi sajian umum dalam jagat medsos.

Jadi menurut Penulis, hendaknya PKS berbenah. Elit PKS harus bersikap negarawan dalam menyelesaikan konflik yang ada. Tata barisan perang secara padu. Atur strategi dan tempatkan pendekar-pendekar pilih tanding untuk menempati pos-pos serangan. Selanjutnya temukan frekwensi nada yang pas buat memanaskan mesin partai.

Terakhir, Elit PKS harus belajar menjadikan video, tulisan hingga meme satire sebagai jamu kuat. Dengan demikian, barisan yang kokoh di topang pendekar-pendekar politik yang mumpuni akan mengembalikan PKS pada track yang seharusnya. Wallahu ‘alam

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional