Menu

PKS Adakan Lomba Baca Kitab Kuning dan MHQ

  Dibaca : 128 kali
PKS Adakan Lomba Baca Kitab Kuning dan MHQ
TERIMA HADIAH— Para pemenang lomba baca kitab kuning dan MHQ menerima hadiah saat penutupan acara, Senin (7/12).

TABING, METRO
Lomba baca kitab kuning dan Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) yang digelar DPW PKS Sumbar resmi ditutup oleh Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sumbar, Mahyeldi Dt Marajo, Senin (7/12).

Mahyeldi mengharapkan, dengan adanya kompetisi ini, akan melahirkan juara yang juga bisa bersaing mengharumkan nama Sumbar di tingkat nasional. Ia mengungkapkan, bahwa perlomban yang dilakukan ini adalah langkah untuk meningkatkan kembali tradisi membaca dan memahami kitab kuning di pesantren-pesantren.

“Dalam jangka panjang, kita berharap, tradisi itu tidak hanya berada dalam lingkungan santri, tetapi bisa menular pada masyarakat umum,” tukas Mahyeldi yang juga Wali Kota Padang ini.

Ketua pelaksana, Oktarizal mengataka,n lomba kitab kuning dan hifzil dilaksanakan online dan penilaian lomba dilakukan oleh juri dari UIN Imam Bonjol Padang dan tak ada dari dalam, agar kompetisi berjalan adil. Juri juga tidak mengetahui nama peserta, kecuali hanya nomor peserta.

“Peserta semua ada 199 orang dari Ponpes yang ada di Sumbar dari semua cabang lomba. Acara berlangsung dua hari,” paparnya.

Ia menjelaskan, kitab yang dilombakan adalah Fathul Muin karya Syeikh Ahmad Zainuddin bin Abdul Aziz Al Mabari Al Malibari Al Fannani Asy Syafii. Penilaian lomba diantaranya bacaan kitab, tafsir dan pemahaman isi kitab. Lomba tersebut berhadiah umroh untuk juara pertama ditambah tropi bergilir.

Ketua Fraksi DPRD Sumbar, Nurfirmansyah mengatakan lomba yang digelar selain sebagai ajang kompetisi untuk mencari yang terbaik, juga merupakan salah satu upaya PKS untuk mengajak umat kembali mempelajari sumber ilmu Islam yang masih terjaga, yaitu kitab kuning.

Ia mengatakan kitab kuning merupakan sumber literatur fiqih, hadis dan lainnya yang ditulis dalam aksara Arab gundul merupakan warisan ulama sejak zaman nabi dan sahabat.

“Pada awalnya hampir semua pesantren menggunakan referensi tersebut, namun seiring waktu sebagian pesantren hanya mengajarkan cara membacanya, tetapi tidak fokus lagi untuk mempelajari apalagi menghafalkannya “ ujar Anggota DPRD Sumbar ini.

Ia mencoba mendorong agar generasi muda Sumbar kembali bergairah untuk membaca dan menghafalkan sumber ilmu yang luar biasa ini. Dalam lomba ini, cabang MHQ putra, juara 1 Khairuzki, juara 2 Fikrul Ihsan, juara 3 Muhammad Furqon.

MHQ putri, juara 1 Nuzul Layla, juara 2 Izzati El Hesna, juara 3 Khoirul Bariyah. Lomba baca kitab kuning, juara 1 Muhammad Munar, juara 2 Ifkar Rasyid, dan juara 3 Elvi Aulia. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional