Menu

PKM Jurusan Sistem Komputer FTI Unand, Kelompok Tani Lembu Alam Serambi Dikenalkan NFC

  Dibaca : 287 kali
PKM Jurusan Sistem Komputer FTI Unand, Kelompok Tani Lembu Alam Serambi Dikenalkan NFC

PADANG, METRO – Dosen dan mahasiswa Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas (FTI Unand) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Kelompok Tani Lembu Alam Serambi Kota Padang Panjang. Kegiatan dengan tema IPTEK Berbasis Dosen dan Masyarakat (IbDM) ini merupakan implementasi hasil penelitian yang dilakukan di 2019.

Dosen yang mengikuti pengabdian kepada masyarakat ini diketuai Ratna Aisuwarya. Anggotanya yaitu Mohammad Hafiz Hersyah, Rahmi Eka Putri, Rian Ferdian dan seorang mahasiswa bernama Fatimah.

Ratna mengatakan, kegiatan ini diberi judul, “Implementasi Teknologi NFC (Near Field Communication) Berbasis Android Untuk Recording Data Sapi Perah Kelompok Tani Lembu Alam Serambi Kota Padang Panjang”. Tujuannya mengenalkan pemanfaatan teknologi Near Field Communication (NFC) untuk mengidentifikasi sapi perah dan pengenalan aplikasi berbasis android dalam proses recording sapi perah.

“Data recording yang dihasilkan nantinya akan menggantikan fungsi dua kartu ternak yaitu, Data Sapi dan Data Inseminasi Buatan,” ujar Ratna.

Ratna mengharapkan, dengan adanya kegiatan pengabdian ini, dapat membantu memudahkan Kelompok Tani Lembu Alam Serambi dalam melakukan proses recording data sapi perah lebih efektif dan efisien. “Kita mengharapkan hasil penelitian atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna dapat diterapkan langsung dan dibutuhkan oleh masyarakat pengguna, memberdayakan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup dankesejahteraan masyarakat,” tukasnya.

Ratna menjelaskan, Kelompok Tani Lembu Alam Serambi Kota Padang Panjang merupakan salah satu kelompok tani yang fokus dalam pembibitan dan produksi susu sapi perah. Pemilihan lokasi di Kelompok Tani Lembu Alam Serambi disebabkan karena kelompok tani ini menghasilkan produk susu yang sudah rutin dalam beberapa tahun terakhir.

“Kelompok tani ini juga telah memiliki sebuah sistem pencatatan yang berkaitan dengan data ternak sapi. Sistem pencatatan tersebut dengan menggunakan kartu ternak yang disediakan oleh Dinas Peternakan,” bebernya.

Ia mengungkapkan, kartu ternak yang digunakan untuk recording data sapi perah terbuat dari jenis kertas. Sistem pencatatan ini memiliki beberapa kelemahan yaitu, mudah hilang, robek, basah, terbakar dan kotor.

Ratna mengatakan, Kelompok Tani Lembu Alam Serambi memiliki beberapa ekor sapi perah, sehingga dibutuhkan kartu sapi sesuai dengan banyaknya jumlah sapi. Setiap sapi memiliki kartu tersendiri sehingga memerlukan waktu menemukan kartu sesuai dengan identitas sapi tersebut.

“Sehingga diperlukan sebuah aplikasi yang dapat memudahkan dalam proses kegiatan recording data sapi perah,” sebutnya. (uki)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional