Close

PKL Penjual Makanan bakal Kena Pajak

PKL

AIAPACAH, METRO–Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) setiap tahunnya. Berbagai cara dilakukan untuk menggenjot pajak daerah.

Salah satunya yang sedang diterapkan adalah penerimaan pajak melalui sejumlah pedagang makanan yang berjualan di pinggir-pinggir jalan. Seperti pedagang pecel lele, pedagang sate dan lainnya. Terhadap mereka dikenakan pajak 10 persen. Setiap harinya para pedagang itu diharapkan menghitung sendiri nilai pajaknya. Kemudian menyetorkannya sekali sebulan pada Bapenda.

Kepala Bapenda Kota Padang, Alfiadi mengatakan, berbagai upaya ini dilakukan untuk menggenjot PAD di bidang pajak. Dikatakan, target PAD Kota Padang tahun 2019 mencapai Rp824,377 miliar. Jumlah tersebut meningkat sekitar Rp200 miliar jika dibandingkan tahun lalu.

“Tahun lalu target PAD kita hanya sekitar Rp600 miliar. Sekarang Rp824 miliar lebih. Sangat signifikan kenaikan targetnya,” kata Kepala Bapenda Kota Padang, Alfiadi di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (20/2).

Untuk itu terangnya, Bapenda Kota Padang berupaya memaksimalkan potensi pajak daerah yang ada, agar target yang dibebankan bisa tercapai. Selain itu, kata Alfiadi, pihaknya optimis target PAD tersebut dapat dipenuhi.

“Masih banyak potensi pajak daerah kita yang belum digali secara maksimal. Terpenting saat ini adalah data para wajib pajak benar-benar valid, sehingga penerimaan pajak daerah kita tercapai,” ucapnya.

Di bidang pajak restoran menurutnya, masih banyak restoran yang tidak membayarkan pajak 10 persennya kepada Pemko. Padahal konsumen usai makan sudah membayarkan pajaknya.

Ia mengimbau, agar wajib pajak di Kota Padang lebih taat dalam membayar pajak. Sebab pajak yang dibayarkan juga digunakan untuk pembangunan Kota Padang. “Bayarlah pajak tepat waktu. Karena kota ini butuh biaya besar dalam pembangunan,” harap Alfiadi. (tin)

1 Comment

  1. pajak itu haram dalam islam,, para pemungut pajak akan disiksa di neraka
    ( hadist shahih )
    ayoo,, googling lagi di internet dan di youtube tentang hadist2 menyangkut pajak.

    Sejatinya pajak itu warisan kekaisaran romawi, makanya setiap negeri yg ditaklukkan islam semuanya dibebaskan pajaknya, karena islam membawa rahmat.

    Persamaan Rampok dan Pajak adalah sama2 ada unsur PEMAKSAAN dan unsur ANCAMAN, sedangkan perbedaanya yg satu DILEGALKAN dan yg satu DILARANG,,,,Maaf ya klo interpretasi nya kurang memuaskan

    Saat ini kita udah masuk akhir zaman ditandai dengan makin hijaunya arab saudi sesuai dengan hadist, berkaitan dgn itu juga di akhir zaman orang2 tidak peduli dari mana mereka mendapatkan rezekinya (hadist)

    googling juga tentang negara2 kaya dan makmur tanpa pajak

    pertanyaannya pada diri sendiri dan hati nurani, mau ikut kata nabi (hadist) atau ikut2an yang lainnya.
    semoga mencerahkan,,,,,,sampaikanlah walau satu ayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 Comment
scroll to top