Menu

Pipa PDAM Pecah Terkeruk Ekskavator, 4.000 Air Pelanggan Mati Total

  Dibaca : 86 kali
Pipa PDAM Pecah Terkeruk Ekskavator, 4.000 Air Pelanggan Mati Total
KEBOCORAN PIPA— Anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim bersama Dirut PDAM Kota Padang, Hendra Febrizal meninjau kebocoran pipa PDAM di Pasar Mudik, akibat terkeruk alat berat yang tengah melakukan perbaikan drainase. (insert) Genangan air PDAM meluber ke jalan, akibatnya ribuan air pelanggan mati total. (Ist)

PASA MUDIAK, METRO – PDAM Kota Padang kembali melayangkan permintaan maaf kepada semua pelanggan di kawasan Pasa Mudiak dan sekitarnya. Pasalnya, pelayanan air bersih terganggu di kawasan itu, akibat pecahnya pipa milik PDAM karena terkeruk ekskavator penggalian drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kami memohon maaf atas ketidaknyaman ini. Pipa kami pecah terkeruk ekskavator pengerjaan drainase. Jadi suplai air menjadi tergangggu,” kata Dirut PDAM Kota Padang, Hendra Pebrizal didampingi Direktur Teknis Andri Satria.

Dijelaskan, tak hanya di kawasan Pasa Mudiak, kejadian ini juga berimbas pada pelanggan di Pasa Gadang, Pondok, Jalan HOS Cokroaminoto dan sekitarnya, Palinggam, Pemancungan, Nipah, A Yani, Damar dan Veteran.

Hendra menambahkan, penggalian pipa ini dilakukan tengah malam dan pihaknya tidak diinformasikan. Sehingga, tim PDAM tidak mendampingi pada saat penggalian drainase. Saat ini pipa dn 300 mm dan pipa dn 100 mm pecah karena terkeruk ekskavator dan sekitar 4.000 pelanggan PDAM terkena dampaknya.

“ Jika pipa yang bocor 100 mm bisa kehilangan air 15 liter per detiknya. Maka dia mengimbau kepada masyarakat yang dirugikan bersabar karena untuk sementara air dimatikan dulu sampai pihaknya melakukan perbaikan,” ungkap dirut.

Saat ini tim reaksi cepat PDAM Kota Padang langsung memperbaiki pipa yang pecah tersebut.

“Mohon doa dan dukungan sahabat agar pekerjaan perbaikan ini cepat diselesaikan dan tidak ada kendala di lapangan,” sebut Hendra.

Selain terganggu pelayanan air, kejadian ini juga menyebabkan genangan air di sepanjang jalan dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Selasa pagi, (15/10), Hendra Pebrizal langsung meninjau lokasi bersama salah seorang anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim sangat menyayangkan kebocoran tersebut sehingga berimbas kepada warga.

Menurutnya, tidak adanya koordinasi dari Dinas PUPR dengan pekerjaan yang dilakukan tengah malam telah berakibat kerugian pada PDAM. Bahkan, yang paling dirugikan adalah masyarakat terhadap pelayanan air minum.

Helmi juga mengatakan akibat tersebut masyarakat banyak tidak tahu kalau di masjid juga air jadi mati, itu yang jadi permasalahan utama. “Mungkin ratusan atau ribuan pelanggan yang tidak dapat air minum karena kecerobohan pihak ketiga atau kontraktor yang ada Dinas PUPR,” sebutnya.

Helmi mengaku, ia mendapat informasi laporan dari masyarakat mengenai kebocoran akibat penggalian di Pasar Mudik.

“Sejak subuh masyarakat di sana tidak mendapatkan air bersih, mereka minta tolong ke saya, karena tidak tega sontak saya langsung turun,” kata Helmi Moesim.

Terakhir, Anggota Komisi III DPRD Kota Padang membidangi Pembangunan ini mengimbau kepada dinas PUPR untuk melakukan koordinasi terhadap pembangunan pada titik-titik yang rawan adanya pipa PDAM, listrik atau Telkom dan lainnya. Sehingga kedepan tidak ada lagi kerugian yang ditimbulkan dan berimbas ke-masyarakat.

Plt Kepala Dinas PUPR Yenni Yuliza didampingi Kabid Bina Marga Hendri Viton mengatakan bahwa persoalan itu sudah selesai. Kontraktor telah memperbaiki lagi pipa PDAM yang telah rusak. Dan kondiai sudah normal kembali.

“Kita sudah berkoordinasi, kita juga suruh kontraktornya memperbaiki. Sekarang, sudah normal lagi,” sebut Hendri Viton singkat. (tin/mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional