Menu

Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumbar Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H, Patuhi Protokol Kesehatan saat Pelaksanaan Kurban

  Dibaca : 250 kali
Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumbar Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H, Patuhi Protokol Kesehatan saat Pelaksanaan Kurban
Supardi, Ketua DPRD Sumbar

Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, 10 Zulhijah 1441 Hijriah atau Hari Raya Kurban yang jatuh pada Jumat (31/7), berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini, Hari Raya Kurban atau proses penyebelihan hewan kurban dilaksankan di tengah masa pandemi Covid-19.

Atas nama lembaga DPRD Provinsi Sumatra Barat, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatra Barat, Supardi, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H, untuk seluruh ummad muslim. Ia berharap, melalui Hari Raya Idul Adha kali ini, dengan ibadah dan doa bersama, pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

Meski demikian, dalam pelaksanaan Hari Raya Kurban kali ini, menurutnya ada sejumlah aturan terkait protokol kesehatan yang harus dipatuhi untuk mencegah penularan Covid19.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat pelaksanaan kurban tahun ini, mulai dari memperhatikan kesehatan dari hewan yang akan dikurbankan hingga proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban,” kata Supardi.

Menurutnya, kesehatan hewan menjadi persyaratan utama yang harus dicermati dalam pemotongan. Karena itu, diimbau kepada masyarakat yang ingin berkurban agar membeli hewan kurban yang sehat sesuai dengan anjuran dari pemerintah.

Dalam hal penyelenggaraan hewan kurban, tentunya juga harus memperhatikan ketentuan teknis yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 114 Tahun 2014 tentang pemotongan hewan kurban.

“Dengan mematuhi aturan dari pemerintah, tujuan pelaksanaan ibadah kurban tercapai dan kita juga bisa mengurangi risiko penularan virus corona,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD H Irsyad Syafar LC, M. Ed juga menyebutkan, Idul Adha adalah hari raya dan hari besar umat Islam. Umat Islam wajib merayakannya. Bentuk perayaannya adalah dengan serangkaian ibadah dan ritual yang sudah ditetapkan oleh syariat.

Perayaannya dengan bentuk Shalat Ied dan menyembelih hewan kurban. Idul adha juga hari raya pengorbanan, dengan berbagi kepad sesama. “Idul Adha juga merupakan momen untuk saling berbagai. Mungkin banyak saudara-saudara kita yang selama ini jarang menikmati makan daging, Idul Adha lah saatnya mereka diberi dan dibantu,” kata Irsyad Syafar.

Selain itu, lanjutnya, juga diharapkan kepada pemerintah dengan dinas terkait agar memastikan kesehatan hewan-hewan ternak yangg disembelih. Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan masalah di tengah masyarakat. Karena itu, hewan kurban yang akan disembeli harus sesuai kriteria syariah Islam, yakni, sehat dan tidak cacat.

Kemudian, lanjutnya, terkait pelaksanaan penyembelihan, tentunya masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan. “Ingat, Covid ini belum selesai. Karena itu, kita wajib tetap waspada,” tegas ustad Irsyad Syafar yang katanya tahun ini akan melaksankan kurban di kantor DPW PKS Sumbar.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, H. Indra Dt. Rajo Lelo, SH. MM juga menyampaikan di tengah kondisi wabah virus corona, dan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil, berkurban merupakan momen yang baik untuk saling berbagi. Dia juga mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan mengingatkan pandemi Covid-19 belum berakhir.
Karena itu, menjalankan protokol kesehatan menjadi penting.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, H Suwirpen Suib, S.Sos juga mengucapkan Alhamdulillah karena pelaksanaan Hari Raya Kurban saat ini sudah berbeda dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri kemarin yang dilaksankan di rumah saja.

“Sekarang kita sudah berada di masa new normal. Pelaksanaan kurban sudah boleh dilaksankan di halaman masjid atau lapangan,” paparnya.

Meski demikian, Suwirpen juga menyampaikan beberapa hal yang mesti diperhatikan selama dalam perayaan Hari Raya Idul Adha. Seperti dalam pelaksanaan kurban di masjid, tentu harus tetap mematuhi protokol kesehatan serta jaga jarak dengan selalu memakai masker.

Kemudian, setiap pengurus masjid atau panitia kurban diharapkan agar selalu menyediakan thermo gun, untuk mengukur suhu jemaah atau orang yang datang ke lokasi masjid.

Tak kalah pentingnya, lanjutnya, soal kelayakan dan kesehatan hewan kurban. Semua pihak terkait harus memperhatikannya. Baik itu pemerintah dalam melakukan pengawasan atau masyarakat yang membeli hewan kurban.

“Jika ada masyarakat yang meragukan kesehatannya yang hewan kurbannya diharapkan agar segera di cek bersama dinas terkait,” kata Suwirpen.

Setiap pekerja atau yang ikut goro dalam penyembelihan, juga diharapakan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. Kemudian dalam pendistribusian daging qurban, kata dia, mesti dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan agar terhindar dari potensi penularan Covid-19. (adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional