Menu

Pilkada Sumbar: Berjuang lagi Jenderal

  Dibaca : 538 kali
Pilkada Sumbar: Berjuang lagi Jenderal
Ilustrasi

Oleh : Reviandi

SAAT pandemi virus corona terus mengglobal, ternyata Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap bekerja menyusun langkah persiapan Pilkada serentak 23 September 2020. Buktinya, KPU Sumbar telah memastikan dukungan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumbar dari jalur perseorangan, Irjen Pol Fakhrizal dan Genius Umar masih kurang.

Syarat dukungan 316.501 masih jauh untuk mengantarkan pasangan mantan Kapolda Sumbar dan Wali Kota Pariaman itu ke pendaftaran pasangan calon Juni mendatang – kalau tak diundur atau diubah lagi. KPU Sumbar menetapkan jumlah dukungan mereka pascaverifikasi administrasi hanya 306.661 dari 327.774 dukungan diserahkan bulan lalu.

Artinya, ada sekitar 7.108 dukungan untuk pasangan ini yang menguap dan dianggap tidak memenuhi syarat (TMS). Diperkirakan, dukungan itu masih ada yang ganda, atau tidak lengkap syaratnya seperti tanpa ada fotokopi KTP elektronik, tidak ditandatangani, rusak atau lainnya. Artinya, pekerjaan berat masih menanti tim yang awalnya dianggap rising star di percaturan Pilgub Sumbar.

Jumlah itu belum sampai dilakukan verifikasi faktual oleh KPU ke lapangan untuk memastikan apakah benar nama-nama yang dilaporkan itu mendukung sang jenderal dan birokrat itu. Kalau tidak, maka bisa saja dukungan kembali dicoret dan terus berkurang dan semakin membuat keduanya menjauh dari pencalonan itu sendiri.

Artinya, sistem administrasi pengumpulan dukungan yang dilakukan Tim Fakhrizal Genius, atau Fage ini belum sesempurna yang digembar-gemborkan selama ini. Karena, saat pengumpulan, sejumlah pihak menyatakan, dukungan yang awalnya akan dikirimkan ke KPU sebesar 336.657 adalah ril dan tidak akan berkurang. Kalaupun berkurang itu tak akan banyak dan tak memengaruhi kelolosan mereka sebagai calon perseorangan pertama di Pilgub Sumbar.

Ada pula para pendukung sejatinya yang menyebutkan, dukungan yang diberikan itu baru sebagian saja yang dikirimkan ke KPU. Karena masih ada dukungan cadangan lainnya yang masih bisa disetorkan untuk menutupi kekurangan nantinya. Namun karena yang diserahkan dianggap sudah cukup, maka disimpan terlebih dahulu. Semoga saja dukungan cadangan ini akan menjadi penyelamat Fage nantinya.

Sudah dipastikan, pasangan ini masih mengalami kekurangan surat dukungan pascaverifikasi administrasi dan faktual nantinya. Maka, sesuai aturan KPU, kekurangan itu akan diminta kembali kepada pasangan calon sebanyak dua kali lipat. Andai setelah dua verifirkasi ini terdapat kekurangan misal sampai 20 ribuan, maka Fage diminta menyerahkan dukungan lebih dari dua kali lipatnya, yaitu 40 ribuan. Itupun akan kembali dilakukan verifikasi oleh tim KPU.

Sungguh, bukan perjuangan mudah bagi calon perseorangan di Sumbar ini. Selain tim yang solid, dana yang cukup serta dukungan banyak pihak, juga harus ada ketelitian, disiplin dan kerja keras. Apalagi di tengah serangan corona hari ini, tentu akan susah mencari tambahan dukungan kembali. Karena, warga sudah mulai sadar pentingnya social distancing, dan tak mau bertemu dengan orang banyak – apalagi orang asing.

Selamat berjuang lagi Jenderal untuk memastikan langkah kembali berkantor di Jalan Sudirman – persis di sebelah Kantor Polda Sumbar yang berada di sebelah Kantor Gubernur Sumbar. Kalau tak serius, maka perjuangan sekitar satu tahun terakhir membentuk tim, dukungan dan “kampanye” ini akan sia-sia belaka. Apalagi syarat sekitar 300-an ribu sudah didapat dengan baik. Tinggal menambahkan sekitar 10 persen dari pekerjaan hebat selama ini.

Karena, pilihan menjadi calon perseorangan bukanlah pilihan gampang oleh orang sembarang. Banyak tokoh-tokoh yang mengaku hebat, tapi tak berani atau tak sanggup mencoba peruntungan di jalur nonpartai ini. Mereka lebih banyak berebut mencari simpati pengurus partai dari daerah sampai pusat sana. Karena, mengumpulkan dukungan sampai 316 ribu bukanlah hal gampang. Itu adalah hal yang sangat-sangat berat.

Kalau tak berat, tentu banyak yang berani tampil sebagai calon independen ini. Tapi di Sumbar, hanya seorang Fakhrizal yang sanggup melakukannya. Tanpa menepikan Genius Umar, yang sebenarnya hanya diajak oleh sang jenderal. Namun, dengan visinya, Wali Kota muda ini sudah mulai menunjukkan kapabilitasnya sebagai seorang “arsitek” Sumbar di masa depan.

Akhirnya, kalau segala ikhtiar sudah dilakukan dan KPU tetap belum memberikan kesempatan untuk calon nonpartai bertarung di Pilgub Sumbar, masih banyak langkah yang bisa diambil. Fakhrizal belum pensiun dan mengakhiri masa tugas dengan dua bintang. Melainkan masih bisa mendapatkan kesempatan menutup pengabdian panjang sebagai Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi atau bintang tiga.

Kalau benar panggilan jiwa untuk mengabdi di Sumbar itu kuat dan jalur perseorangan tak mengakomodir, masih ada jalur lain. Saat mengumpulkan dukungan, PKPU 18 tahun 2018 pasal 34 menyatakan bakal calon dari perseorangan dengan berkas syarat dukungan gagal, maka tidak mempunyai kesempatan maju dari partai politik. Sekarang, PKPU itu diganti menjadi PKPU 1 tahun 2020 pada 22 Februari 2020 yang menyatakan calon perseorangan yang gagal masih berkesempatan maju dari jalur partai politik.

Artinya, Fakhrizal ataupun Genius masih bisa menggunakan kendaraan partai politik untuk maju. Apalagi, masih banyak partai yang memiliki kursi di DPRD Sumbar yang belum memiliki calon yang akan diusung. Yang jelas, mau dari partai politik atau tidak, Fakhrizal boleh mendaftar sebagai calon Gubernur atau wakil Gubernur Juni 2020. Tentu semua dikembalikan kepada sang jenderal. Kami melihat jauh saja. (Wartawan Utama)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional