Menu

Pilkada “Brutal” Dharmasraya Berujung ke Polres

  Dibaca : 587 kali
Pilkada “Brutal” Dharmasraya Berujung ke Polres
MELAPOR— Perwakilan media online saat melaporkan mantan Komisioner KPU Dharmasraya Periode 2013-2018, Rizal Gusmendra di Polres Dharmasraya, Senin (24/8).

DHARMASRAYA, METRO
Suhu perpolitikan di Dharmasraya semakin memanas. Akibatnya mantan Komisioner KPU Dharmasraya periode 2013-2018, Rizal Gusmendra (RGM) dilaporkan ke Mapolres Dharmasraya, Senin (24/8).

Yang melaporkan Rizal Gusmendra tiga media online, yakni Partoli, Fokus dan Metro Aktual. Laporan terkait dugaan pencemaran nama baik di akun media sosial dan melanggar Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Laporan ini dibuktikan dengan Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Nomor STTP / 65 / K/ VIII / 2020- Polres.

Hal ini berawal dari publikasi perusakan baliho Bakal Calon Bupati Dharmasraya, Panji-Yos yang ditulis oleh tiga media tersebut. Kemudian link berita tersebut diposting oleh akun Dody Widia Nanda dihalaman facebook miliknya.

Selanjutnya link berita tersebut diposting ulang melalui tangkapan layar oleh terlapor Rizal Gusmendra dengan menuliskan. ”Bukti Propoganda Brutal dan Manajemen Konflik Kotor Amak Panji. Media yang dipakai adalah media nasional yang wartawan dan perwakilan medianya tidak ada di Dharmasraya. Jika wartawannya tidak ada di Dharmasraya, lalu siapakah yang membuat atau menulis berita tentang pengrusakan baliho Panji (tanya ke rumput yang bergoyang). Ayo kuliah di kampus undara, fakultas manajemen konflik, jurusan propoganda politik,” tulis Rizal Gusmendra akun medsosnya pada Minggu (23/8), sekira pukul 15.00 WIB.

”Kami merasa dituding bahwa media kami tidak bekerja profesional sebagaimana yang diatur dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,” ungkap Amar Salahudin, asal media Metro Aktual, didampingi Heri Fadraneldi asal Media Fokus kepada POSMETRO usai melapor di SPKT Polres Dharmasraya, Senin (24/8).

Menurutnya, sebelum diputuskan melapor pihaknya telah berupaya melalukan mediasi, namun pihak terlapor tidak mengindahkan. Maka sesuai perintah manajemen perusahaan pers tersebut, pihaknya memutuskan untuk melapor secara resmi ke pihak kepolisian. ”Negara kita negara hukum. Sekarang kita serahkan penanganannya sesuai prosedur perundang undangan berlaku di republik ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Rizal Gusmendra saat dikonfirmasi sehubungan dengan dilaporkan dirinya ke polisi mengatakan, awalnya bermula dari cuitan Ketua Komite IV DPD RI, Elviana di media sosial (Facebook-red) perihal dirusaknya sejumlah baliho Panji-Yosrisal.
Katanya, Elviana menuliskan postingan terkait  “PILKADA BRUTAL” di akun medsosnya.

“PILKADA BRUTAL. Begitu beredar issu bahwa ananda Panji Mursyidan, SE.MM akan head to head dengan Petahana, malam harinya puluhan Baliho Panji-Yosrisal dirusak dalam 1 malam oleh orang tak dikenal. Titik pengrusakan di wilayah Sungai Rumbai  & Sitiung 4 Blok D. “Samo baliho panji yos jo la takuik lawan ko apo lai samo urang jo tim inyo,he he he,,,,”.  Tulis Elviana di akun facebooknya pada Minggu, (23/8) pagi.

Sehubungan postingan tersebut sambungnya, dia juga membalas dengan beberapa ungkapan yang mungkin mereka anggap merugikan.

Menurutnya, semua cuitannya di medsos sudah dihapus, dan secara pribadi dirinya sudah minta maaf kepada Elviana, dan dibalas dengan ucapan terimakasih oleh Elviana.

“Sehubungan dengan postingan tersebut saya sudah komunikasi dengan Buk Elviana. Saya disarankan untuk menghapus semua postingan di medsos, dan sudah saya lakukan.  Ini adalah bentuk dari itikat baik saya,”  terangnya.

Terkait dengan kawan- kawan media yang melaporkan dirinya tersebut, Rizal Gusmendra mengaku tidak kenal jika mereka adalah wartawan, karena selama ini mereka dikenal adalah sebagai dosen di Universitas Dharmas Indonesia (Undhari) di Kabupaten Darmasraya. “Saya tidak tahu kalau mereka itu wartawan, karena selama ini mereka dikenal publik adalah dosen Undhari,” sebut Rizal Gusmendra.

Disinggung soal kawan- kawan media yang mengaku telah berupaya melakukan mediasi. Rizal Gusmendra mengatakan. ”Saya tidak pernah dipanggil atupun dihubungi untuk mediasi,” pungkasnya. (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional