Menu

Pilih BBM Berkualitas, Mahasiswa Hemat Uang Jajan,  Biaya Perawatan Mesin Motor jadi Minim

  Dibaca : 425 kali
Pilih BBM Berkualitas, Mahasiswa Hemat Uang Jajan,  Biaya Perawatan Mesin Motor jadi Minim
Rudi Juliant (Mahasiswa Universitas Bung Hatta) - Joni Haryadi (Mahasiswa Institut Negeri Padang)

PADANG, METRO – Menjadi mahasiswa biasanya memiliki aktivitas harian yang cukup padat. Dalam sehari mahasiswa umumnya bisa melakukan berbagai aktivitas di beberapa tempat sekaligus, mulai dari pergi ke kampus, mengerjakan tugas kuliah, praktikum, mengikuti kegiatan himpunan mahasiswa, hingga nongkrong bareng teman-teman.

Karena aktivitas yang super padat itu, banyak mahasiswa memilih motor sebagai modal transportasi andalan. Soalnya, menggunakan motor pribadi bisa lebih fleksibel, praktis, dan mudah berpindah keberbagai tempat. Namun, buat mahasiswa yang menggendarai motor, mereka punya PR tersendiri.

Mereka harus pintar-pintar mengelola uang jajan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya bensin agar tidak boros. Salah satunya, mengisi bahan bakar sebaiknya pilih bensin yang sesuai dengan rasio kompresi mesin. Sebab, jika bensin yang digunakan tidak cocok, dapat memengaruhi performa motor. Efeknya, motor jadi kurang bertenaga, boros bahan bakar, dan mesin cepat panas.

Hal itulah yang dilakukan oleh salah seorang mahasiswa Institut Negeri Padang (ITP), Joni Haryadi. Dalam memilih bahan bakar minyak (BBM) mesti pandai-pandai, lantaran uang jajannya terbatas dari orang tua. Agar lebih hemat, ia sengaja memilih Pertalite daripada Premium untuk sepeda motornya.

“Saya memilih Pertalite untuk jangka panjang menjaga kondisi motor. Saya lebih suka ngisi pertalite bang, kondisi mesin lebih terawat, dan untuk melakukan servis kita bisa 3 bulan sekali. Palingan kjuga ganti oli saja. Kalau mesin masih aman dan tidak ada kendala. Kalau kita tidak merawatnya, bisa sering service, dompet bisa jebol,” katanya.

Saat ditanyai kenapa tidak suka menggunakan premium, padahal pada umumnya mahasiswa tentu lebih mencari harga yang lebih murah? Joni menegaskan, harga murah tetapi tidak menjamin kesehatan mesin motor mengapa harus dipilih, dan bahkan ia sudah membuktikan Premium lebih boros daripada Pertalite.

“Sedikit banyak saya tahu perbedaan kualitas Premium dan Pertalite. Untuk harga, memang premium lebih murah, tapi karena saya mikirnya jangka panjang untuk mesin kendaraan. Makanya saya milih BBM yang tidak ada timbalnya bang. Tapi pakai Pertalite meski harganya lebih mahal dari Premium, malahan saya merasa lebih irit lagi pakai Premium,” kata Joni mahasiswa ITP asal kota Sawahlunto itu.

Selain itu, Joni yang suka membaca berbagai artikel dan berita, selain Pertalite lebih irit dari Premium, ternyata Pertalite juga lebih ramah lingkungan. Pasalnya, timbal pada Premium yang dibakar oleh mesin dapat merusak lingkungan. Sebagai mahasiswa, tentunya ia harus menjadi contoh bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan menggunakan BBM yang berkualitas.

“Pertalite lebih irit dari bahan bakar Premium. Saya sudah membandingkannya. Karena rute saya tiap minggu bolak-balik Padang Sawahlunto, lebih irit Pertalite, isi 25 ribu masih banyak sisa. Kalau Premium saya ngisi 2 kali,. Artiny saya lebih hemat kalau pakai Pertalite. Jadi buat apa saya isi Premium kalau lebih boros,” ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Rudi Juliant, mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH). Ia juga menyebutkan kalau penggunaan Pertalite tersebut lebih irit dibandingkan Premium. Dengan menggunakan Pertalite ia bisa menghemat uang jajan bulanan yang diberikan orang tuanya sehingga bisa digunakan untuk membeli buku atau biaya lainnya.

“Lebih irit pakai pertalite itu, soalnya di isi full Padang-Payakumbuh cuman habis dua kotak, itupun kalau macet bang. Kalau gak macet lebih banyak lagi sisanya. Beda hal dengan pakai Premium, sisanya paling satu kotak saja. Bagi mahasiswa 5 ribu atau 10 ribu berharga bang,” ungkap Rudi.

Menurut Rudi, menggunakan BBM yang berkualitas, memang terbukti membuat mesin kendaraan menjadi lebih awet. Pasalnya, motor yang sehari-hari ia gunakan sudah berusia empat tahun namun hingga saat ini tidak ada kendala atau kerusakan pada mesin. Bahkan, mesinnya belum pernah di bongkar.

“Belum pernah bongkar mesin atau rusak berat. Hanya pemeriksaan biasa saja karena saya selalu servis di tempat resmi. Saya yakin itu karena penggunaan Pertalite berpengaruh sama kualitas mesin motor saya bang,” katanya.
Ia juga mengakui bahan bakar pertalite ini lebih hemat dan ekonomis. Apabila digunakan dalam rutinitas yang padat kota Padang. “Selain dikampus saya juga sering keluar bang, kadang nongkrong sama teman, trus pergi keluar daerah sesekali, Jika diisi full untuk rutinitas di Padang, bisa tahan sampai 4 hari,” tutupnya. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional