Menu

Petugas Objek Wisata harus Pahami AKB

  Dibaca : 77 kali
Petugas Objek Wisata harus Pahami AKB
SOSIALISASI— Kadisparpora Bukittinggi Supadria memberikan sosialisasi Perda AKB kepada tenaga pengamanan objek wisata agar mereka terapkan protokol kesehatan di objek wisata.

BUKITTINGGI, METRO
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bukittinggi Supadria pimpin apel pagi dan sekaligus melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat No: 6/2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 kepada petugas keamanan di objek wisata TMSBK dan Taman Panorama Lubang Japang yang bertempat di objek wisata Benteng Fort de Kock, Selasa (6/10).

Dalam apel gabungan rutin bulanan yang diikuti 35 orang petugas pengamanan objek wisata tersebut Supadria mengatakan, penerapan Perda AKB yang efektif akan diberlakukan mulai 10 Oktober 2020 tersebut ditujukan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Perda AKB ini lahir adalah untuk untuk melindungi masyarakat dari Covid-19 atau factor resiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat. “Kemudian memberikan kepastian hukum pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian corona virus disease-19 bagi aparatur pemerintah daerah, pemerintah kabupaten dan kota, penanggungjawab kegiatan/usaha dan masyarakat,” ujar Supadria.

Dikatakan Supadria , Perda tersebut di samping mengatur orang perorang juga mengatur bagi penanggungjawab kegiatan atau usaha pada aspek, keagamaan, sosial budaya, ekonomi dan penyelenggaraan pemerintah daerah dan ciri khas dari Perda AKB adalah adanya sanksi pidana.

Keterkaitan dengan kepariwisataan Supadria mengatakan bahwa, apabila setiap penanggungjawab kegiatan / usaha melanggar kewajiban penerapan perilaku disiplin protocol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan usahanya dapat dikenakan sanksi administratif berupa teguran lisan sampai kepada pencabutan izin dan sanksi pidana kurungan atau denda.

“Untuk itu kepada petugas harus berhati-hati, mulai dari pintu masuk security sudah mulai mengingatkan kepada pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan. petugas harus menjadi contoh bagi pengunjung, tidak ada yang tidak memakai masker.

Mari kita kawal bersama objek wisata ini agar tidak ditutup, karena apabila ditutup resikonya tidak akan ada pemasukan untuk daerah, mari kita terapkan janji dan prinsip sebagai sebagai petugas pengamanan,” ujar Supadria.

Pada kesempatan tersebut Supadria mengevaluasi daripada pelaksanaan tugas pengamanan yang selama ini sudah dianggap cukup baik, namun selalu diingatkan agar senantiasa menjaga kewaspadaan.

“Objek wisata TMSBK dan Taman Panorama merupakan objek wisata yang spesifik yang berbeda dengan objek wisata lainnya, sama – sama memunyai tingkat kerawanan yang sangat tinggi, untuk itu tugas security menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung selama berada di objek wisata,”jelasnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional