Menu

Petualangan Cinta 20 Hari; Siswi SMP Diajak Ngamar, Dilarikan ke Jakarta

  Dibaca : 1732 kali
Petualangan Cinta 20 Hari; Siswi SMP Diajak Ngamar, Dilarikan ke Jakarta
Selepas mengungguli SMPN 2 Koto Besar Darmasraya di grand final dengan meraih nilai 3.350, SMPN 5 Batusangkar berhasil menjadi juara pertama Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang diadakan di Museum Adityawarman Padang 21 Juni 2021 lalu.
Sepasangan anak punk ditangkap - web

ilustrasi

BUKITTINGGI, METRO–Selama 20 hari membawa anak di bawah umur, membuat MT (33) menikmati indahnya kenikmatan dunia. Pemuda asal Nagari Padanglaweh, Kecamatan Sungaipua, Kabupaten Agam ini, sukses merayu dan membuat seorang gadis berumur 14 tahun, mau dibawa kemana saja. Tidur di hotel dan melakukan hubungan suami istri, hingga tinggal di Jakarta selama 5 hari.

Akan tetapi petualangan MT, terhenti juga. Puas berhubungan layaknya suami istri dengan korban, sebut saja namanya Tias (14), keberadaan keduanya terlacak oleh mamak Tias. Keberadaanya MT dan Tias terlacak melalui HP.

”Mamak korban yang berdomisili di Bukittinggi berhasil melacak HP tersangka dan meminta secara baik-baik agar pelaku mengantarkan kemenakannya. Dengan tempat yang disepakati, pada Senin (25/1) siang, pelaku mengantarkan korban,” ungkap Kapolsek Banuhampu Kompol Jefrizal Jarun, kepada POSMETRO, Kamis (28/1).

Namun, sang mamak yang marah. Ia tidak terima kemenakannya dibawa selama 20 hari. Pelaku akhirnya ditahan di Mapolsek Bukittinggi.

Untuk mengungkap kasus ini, penyidik Polsek pun melakukan pemeriksaan terhadap Tias dan MT. ”Saya membawa dia (Tias) tanpa ada paksaan pak. Saya tidak memaksa dia sedikipun, termasuk saat diajak tidur di hotel, hingga saya membawa dia selama lima hari ke Jakarta,” ungkap MT kepada penyidik. Selama pelarian, pemuda ini mengaku sering berhubungan intim dengan korban tanpa ada paksaan.

Kisah petualangan cinta 20 hari antara MT dan Tias berawal pada Selasa (5/1) lalu. Ketika itu, korban yang masih duduk dibangku kelas VIII di salah satu asrama pendidikan di Tanjungraya, Agam, pamit kepada penjaga asrama.

Saat itu, Tias mengaku minta izin keluar untuk belanja keperluan sehari-hari. Karena bicara dengan sangat meyakinkan, akhirnya penjaga asrama mengabulkan permintaan Tias.

”Ternyata korban tidak pergi ke pasar. Dia malah naik angkutan umum dan turun di simpang Padanglua, dan menunggu angkutan menuju Kota Padang,” jelas Kapolsek Kompol Jefrizal Jarun.

Ketika menunggu mobil itulah, pelaku yang mengendarai mobil berhenti di dekat korban. Pelaku yang bersikap sangat baik mengajak korban untuk naik ke mobil.
”Saya bertanya kepada korban mau kemana. Lalu, dia menjawab akan ke Padang untuk menemui pacarnya. Melihat dia sendiri dan sepertinya mau, saya pun dengan sangat yakin mengajak dia masuk dalam mobil. Rupanya dia manut saja,” ungkap MT, kepada penyidik.

Setelah berada di dalam mobil, MT kemudian mengajak Tias ke Bukittinggi untuk mengisi BBM. Cukup aneh memang, pelaku kenapa mengisi BBM harus ke Bukittinggi, padahal mereka sudah berada di Padanglua.

Korban masuk perangkap rayuan pelaku. Sesampai di Kota Bukittinggi, pelaku sempat mengajarkan korban belajar menyetir mobil di Lapangan Pacu Kuda Bukit Ambacang. Setelah malam, MT akhirnya mengajak korban untuk tidur di hotel. Tias pun menyetujui ajakan pemuda 33 tahun itu.

”Malam itu juga pasangan adam dan hawa ini tidur di salah satu hotel berbintang di Bukittinggi hingga sampai terjadi hal-hal yang belum pantas mereka lakukan,” ungkap Kompol Jefrizal Jarun.

Penghuni Asrama Heran

Sementara itu, kepergian Tias akhirnya diketahui pihak asrama, Selasa malam. Kala itu, Tias diketahui tak kunjung balik dari pasa— sesuai keterangan korban ke petugas asrama. Remaja putri ini dicari disekeliling asrama. Teman-temannya pun ditanya. Tapi, tidak satupun yang tahu kemana Tias pergi.

”Karena sudah larut malam, dan korban tak juga balik ke asrama, akhirnya pihak asrama memberitahu orang tua korban yang tinggal di Kota Padang. Malam itu juga dilakukan pencarian dengan berbagai cara. Tapi pencarian tidak membuahkan hasil,” ungkap Kapolsek.

Hampir dua pekan melacak keberadaan Tias dan MT, akhirnya pencarian menunjukkan hasil. Mamak korban yang berdomisili di Bukittinggi berhasil melacak HP tersangka dan meminta secara baik-baik agar pelaku mengantarkan korban padanya. Dengan tempat yang disepakati, Senin (25/1) siang, pelaku mengantarkan korban pada pamannya.

Tidak mau tinggal diam, paman korban juga mengantarkan pelaku ke Polsek Bukittinggi untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. Sedangkan, korban sendiri sudah dibawa orangtuanya kembali ke Kota Padang.

”Dari keterangan pelaku, ternyata korban sudah tak perawan lagi. Dan mereka berhubungan tanpa ada paksaan. Mereka berdua juga sudah pergi ke Jakarta. Meski demikian, pelaku ditahan di Mapolsek karena telah melarikan anak di bawah umur,” tegas Kapolsek.

Hingga Kamis (28/1), tersangka masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Bukittinggi untuk menjalani pemeriksaan. Atas perbuatan tersangka ini, pelaku dijerat Pasal 332 KUHP tentang melarikan anak di bawah umur, dan diancam tujuh tahun hukuman penjara. (wan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional