Menu

Pesta Scudetto Juventus 9 Kali Beruntun

  Dibaca : 324 kali
Pesta Scudetto Juventus 9 Kali Beruntun
Pesta Scudetto Juventus 9 Kali Beruntun

Juventus merengkuh gelar Scudetto untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut. Kepastian juara bagi Leonardo Bonucci dkk usai mengandaskan Sampdoria di rumah sendiri yakni di Allianz Stadium, Senin (27/7) dini hari WIB dengan skor dua gol tanpa balas.

Si Nyonya Tua – julukan Juventus mengunci gelar juara Liga Italia Serie A musim 2019/2020 ini, sekalipun kompetisi masih menyisakan dua giornata lagi. Dua gol kemenangan Juventus dicetak oleh Cristiano Ronaldo (45’) dan Federico Bernardeschi (67’).

Sisa dua pertandingan lagi, mereka tak akan terkejar oleh pesaing terdekat, Inter Milan di klasemen Liga Italia.

Saat ini Juventus mengoleksi 83 poin dari 36 laga. Di posisi kedua ada Inter Milan dengan 76 poin. Mengingat musim menyisakan dua pekan lagi, raihan maksimal Nerazzurri adalah 82 poin, masih di bawah pencapaian Nyonya Tua saat ini.

Jalannya laga Juventus vs Sampdoria
Juventus yang membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara Liga Italia musim ini terlihat cukup kesulitan meladeni permainan rapat Sampdoria pada babak pertama.

Hingga pertandingan memasuki menit ke-20, tim tuan rumah belum mampu menciptakan peluang. Sebaliknya, Sampdoria sempat mengancam melalui sundulan Gaston Ramirez yang masih bisa diamankan kiper Juventus, Wojciech Szczesny.

Juventus baru mendapat peluang pada menit ke-34 melalui sepakan Federico Bernardeschi yang masuk menggantikan Danilo. Namun, usaha Bernardeschi tak menemui sasaran.

Dua menit kemudian, Sampdoria balik mengancam. Fabio Quagliarella melepaskan tembakan keras jarak jauh. Beruntung Szczesny tampil sigap mengamankan gawangnya.

Quagliarella kembali mendapat peluang pada menit ke-38 seusai menerima umpan matang Gaston Ramirez. Akan tetapi, tembakan kaki kiri Quagliarella dari dalam kotak penalti masih bisa diamankan Szczesny.

Usaha keras Juventus baru membuahkan hasil pada masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+7. Melalui sebuah skema tendangan bebas di dekat kotak penalti Sampdoria, Miralem Pjanic secara cerdik melepaskan umpan ke arah Ronaldo yang berdiri bebas.

Tendangan keras Ronaldo menjebol gawang Sampdoria. Juventus pun menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas tim tamu.

Pada babak kedua, Juventus bermain lebih agresif. Emil Audero di bawah mistar gawang Sampdoria pun harus berjibaku menahan serbuan tim tuan rumah.

Juventus menambah keunggulan pada menit ke-67. Bola muntah hasil sepakan Ronaldo mampu dimanfaatkan Bernardeschi untuk menjebol gawang Sampdoria.

Tiga menit setelah gol Bernardeschi, Szczesny membuat penyelamatan gemilang terhadap tandukan Quagliarella. Juventus tetap unggul 2-0 atas Sampdoria.

Pada menit ke-77, Sampdoria harus bermain dengan 10 orang setelah Morten Thorsby menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Juventus mendapat penalti pada menit ke-88 setelah Alex Sandro dilanggar Fabio Depaoli di dalam kotak terlarang. Namun, peluang untuk menambah keunggulan gagal dimanfaatkan oleh Ronaldo. Sepakan penalti CR7 hanya mengenai mistar gawang Sampdoria.

Hingga pertandingan selesai, tak ada lagi gol yang tercipta.

Alhasil, Juventus berpesta juara.

Sepanjang musim ini, La Vecchia Signora pun tak pernah absen berada di papan atas. Sejak akhir giornata ke-24, Juventus bahkan tidak pernah tergeser dari posisi teratas klasemen Liga Italia.

Bagi kapten Juventus, Leonardo Bonucci mengaku begitu sulit menjuarai Serie A musim 2019/2020 ini dan harus menderita dulu. Pertama, adalah menerapkan apa yang pelatih baru mereka minta, si Maurizio Sarri.

“Ini adalah gelar terindah sekaligus yang tersulit,” katanya seperti dilansir Football Italia.

“Kami memulai dengan filosofi bermain yang baru di bawah Sarri. Itu tak mudah, kami sering melakukan kesalahan,” tambahnya.

Maurizio Sarri akhirnya meraih scudetto pertama dalam kariernya bersama Juventus. Bagaimana rasanya, Sarri?

“(Memenangi scudetto) rasanya spesial tentu saja. Sulit untuk meraih kemenangan, dan semakin sulit untuk selalu menang, karena menganggap itu hal yang biasa adalah sebuah kebohongan besar,” ujar Sarri selepas laga kepada Sky Sport Italia.

“Gelar ini tak semudah yang dibayangkan. Butuh perjalanan panjang, sulit, bikin stres, dan tim ini berhak mendapat kredit atas konsistensi mereka yang tetap lapar gelar dan terus mengejar gelar juara meski sudah menang delapan kali beruntun,” sambungnya.

Sarri masuk menggantikan Massimiliano Allegri di awal musim ini, yang telah memberikan stabilitas permainan selama 5 musim terakhir. Sarri mengakui kedatangannya tentu tak mudah, apalagi Paulo Dybala dkk kini harus memainkan gaya sepakbola yang berbeda.

Sengit, persaingan top skor
Persaingan top skor Serie A bakal sengit di dua laga sisa musim ini. Ciro Immobile dan Cristiano Ronaldo menjadi kandidat kuat peraih Capocannoniere.

Immobile kukuh di puncak daftar top skor Serie A usai menorehkan hat-trick kala Lazio menang 5-1 atas Hellas Verona di Marc Antonio Bentegodi pada pekan ke-36 Serie A, Senin (27/7), dini hari WIB. Tiga gol penyerang asal Italia ini tercipta lewat dua penalti serta satu gol cantik lewat placing terukur.

Penyerang 30 tahun tersebut menjauh dari kejaran Ronaldo yang merupakan saingan utamanya dalam meraih sepatu emas. Di pekan ini, Ronaldo hanya mampu menambah satu gol saat Juventus menang 2-0 atas Sampdoria. Kemenangan ini sendiri memastikan Bianconeri merengkuh Scudetto.

Ronaldo seharusnya bisa mencetak dua gol di laga ini. Andai, sepakan penaltinya tak menerpa mistar gawang Il Samp.

CR7 kini sudah mengemas 31 gol dan terpaut tiga gol dari Immobile. Di dua laga sisa musim ini, persaingan gelar top skor Serie A tampaknya hanya akan mengerucut antara dua pemain ini.

Jumlah gol pemain lain di daftar top skor terpaut jauh dengan Immobile dan Ronaldo. Pemain yang kini duduk di posisi ketiga dalam daftar top skor, Romelu Lukaku, baru mengemas 23 gol.

Francesco Caputo yang mengisi posisi keempat jumlah golnya bahkan belum mencapai dua digit. Penyerang Sassuolo ini mencetak 19 gol.

Immobile difavoritkan memenangi persaingan dengan Ronaldo karena Lazio pada laga berikutnya hanya berjumpa Brescia yang sudah pasti terdegradasi. Elang Ibu Kota kemudian menjalani pekan pamungkas dengan bersua Napoli.

Sementara, Ronaldo yang harus mengejar gol Immobile bertemu lawan yang lebih sulit. Juventus menghadapi Cagliari dan AS Roma di dua laga terakhir.

Belum lagi, kemungkinan rotasi yang akan dilakukan Maurizio Sarri usai mengamankan Scudetto. Pasalnya, Juventus masih harus berlaga di Liga Champions dengan menghadapi Olympique Lyon pada 8 Agustus mendatang. (*/rgr)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional