Menu

Pesta Sabu Dibubarkan di Payakumbuh

  Dibaca : 2586 kali
Pesta Sabu Dibubarkan di Payakumbuh
TANGGALKAN TANDA JABATAN—Dafit Santoso saat menanggalkan tanda jabatan Dansatrol yang lama Kolonel Laut (P) Cahya Indra Susilo.
sabu posmetroweb

ilustrasi

PAYAKUMBUH, METRO–Petugas Satnarkoba Polres Payakumbuh menggerebek rumah kos di Kelurahan Bulakan Balai Kandi, Payakumbuh. Karena digunakan untuk pesta sabu oleh tujuh orang lelaki, Minggu (20/9) malam. Dari penangkapan, lima orang yang sedang pesta narkoba berhasil diciduk. Dua lainnya melarikan diri.

Penggerebekan berlangsung menegangkan. Para pelaku sempat memberikan perlawanan dan kabur. Tidak mau buruannya lari, polisi mengejar. Ada yang menerjuni jendela, memanjat tembok, hingga bersembunyi di loteng. Dari tujuh orang, dua melarikan diri. Lima lelaki yang diciduk adalah RH (29), RN (33), MS (18), RK (22) dan HR (29) asal Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh. Sedangkan dua orang yang kabur berinisial R dan H.

Setelah berhasil mengamankan lima orang diduga pemakai shabu dan ganja, dari lokasi rumah kos itu polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 bong, 1 paket kecil sabu, 2 paket ganja, 19 lembar kertas, 1 mencis, beberapa buah pipet. ”Dari keterangan 5 orang yang diamankan, yang memakai sabu-sabu adalah R dan H yang berhasil kabur. Sedangkan tersangka RH dan RK tidak memakai narkoba karena keduanya mengaku sudah berhenti mengonsumsi barang haram itu sejak dua minggu lalu,” terang Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani.

Di hadapan penyidik, lima pemakai sabu mengakui jika yang membawa sabu ke kos adalah R yang berhasil melarikan diri dari sergapan polisi. ”Memang kita melakukan penggrebekan disalah satu rumah kos, dan kita amankan lima orang diduga pesta shabu kemudian kita juga amankan barang bukti,” jelas Kasatnarkoba AKP Romarpus Almi, Senin (21/9).

Polisi saat ini sedang menelusuri, siapa gembong besar yang menjual sabu kepada para tersangka. Sementara, kelima pelaku kini mendekam di sel tahanan karena dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berkisar lima tahun penjara.

Perangi Narkoba

Anggota DPRD Payakumbuh Basrilatif, memberikan apresiasi terhadap kerja keras polisi dalam mengungkap peredaran narkoba. Disampaikannya, narkoba merupakan musuh bersama dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa dari pengaruh buruk obat-obatan yang merusak jaringan sel otak bahkan membunuh.

”Kita apresiasi langkah dan kerja cepat Polres Payakumbuh dalam mengamankan peredaran barang haram berupa narkoba. Dengan begitu tentu kita berharap agar peredaran narkoba di Payakumbuh bisa diminimalisir,” harapnya.

Dia juga meminta kepada masyarakat kota, untuk tidak segan-segan melaporkan informasi kepada pihak berwajib, terkait kegiatan yang dicurigai. Sebab, disampaikannya, informasi dari masyarakat sangat menentukan peredaran barang haram itu di tengah-tengah masyarakat Payakumbuh. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional