Close

Pessel Dikepung Banjir, 2.635 KK Terdampak

BANJIR— Kondisi rumah warga yang terendam banjir di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Pessel.

PESSEL METRO–Hujan deras disertai angin kencang yang turun hampir merata di sejumlah wilayah di Pesisir Selatan (Pessel), membuat sejumlah kecamatan dan nagari di wilayah tersebut dikepung banjir, Kamis (17/11).

Bahkan hingga berita ini diturunkan, banjir masih terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan. Pantauan POSMETRO, di Kecamatan Batang Kapas misalnya, ada tiga Nagari tergolong cukup parah terdampak banjir, yaitu Nagari Koto Hilir, Sungai Nyalo dan Tuik.

Selain merendam rumah warga, banjir luapan sungai Batang Kapas mengakibatkan akses jalan antar Nagari di Kecamatan Batang Kapas tidak bisa dilalalui lantaran debit air yang terpantau setinggi pinggul orang dewasa.

Hal sama juga terpantau di Kecamatan Bayang, Gurun Panjang. Akibat kiriman air Batang Lumpo, ratusan kepala keluarga di daerah itu terkepung air luapan sungai hingga mencapai setinggi pinggul orang dewasa.

Berdasarkan data dihimpun dari beberapa sumber terkait, beberapa Kecamatan di Kabupaten Pessel tersampak bencana banjir, yaitu Kecamatan  Koto XI Tarusan sebanyak 200 KK di Nagari Duku, 32 KK di Nagari Kapuh Utara, 30 KK di Nagari Kapuh, 100 KK Nagari Jinang Kampung Pancur, 198 KK Duku Utara dan 1 KK di Siguntur Tua terdampak banjir.

Di Kecamatan Bayang, banjir menyebabkan 650 KK di Nagari Aur Begalung, 120 KK di Kapeh Panji, dan 200 KK di Gurun Panjang terdampak. Sedangkan di Kecamatan Batang Kapas banjir juga menyebabkan 159 KK di Nagari Koto Hilir, 150 KK Nagari Sungai Nyalo, dan 885 KK di Nagari Tuik terdampak banjir.

Sementara itu di Kecamatan Lunang Silaut di Nagari Lubuk Bunta, banjir menggenangi beberapa rumah dan perkebunan setinggi 30 cm, Nagari Air Hitam, banjir menggenangi beberapa rumah warga dan perkebunan warga setinggi 30 cm.

Jembatan penghubung Silaut IV menuju Silaut V  tergenang air sungai yang meluap setinggi lebih kurang 70 cm dan belum bisa dilewati kendaraan, dan Nagari Talang Binjai, banjir menggenangi rumah warga dan 1 unit Pustu dengan ketinggian  30 cm.

Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, Kepala BPBD Pessel Doni Gusrizal, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pessel Wendra Rovikto, langsung turun untuk meninjau kondisi warga terdampak banjir dari luapan sungai Batang Kapas, Kamis (17/11)).

Dalam kesempatan itu, Bupati Pessel bersama OPD terkait juga menyerahkan makanan pada warga terdampak banjir di kecamatan Batang Kapas, sembari berdialog bersama warga. Ikut bersama rombongan Bupati Pessel, Kapolsek Batang Kapas Iptu Elhan bersama Wakapolsek Ipda Wira Satria.

“Terima kasih pak bupati telah turun melihat kondisi rumah kami,”ucap Iyan (38) warga Kecamatan Batang Kapas.

Iyan menyebut, banjir terjadi sejak Rabu (16/11). Selain hujan lebat kiriman air sungai dari hulu turun ke batang sungai Batang Kapas tidak sanggup menahan, hingga meluap ke rumah warga.

“Bahkan sampai membuat jalan nagari ada tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Untuk sekarang air memang sudah mulai surut, namun begitu perasaan was-was malam nanti air kiriman sewaktu – waktu bisa saja terjadi masih menghantui.

Usai meninjau banjir di Kecamatan Batang Kapas, Bupati Pessel beserta rombongan langsung bergerak menuju Kecamatan Bayang, tepatnya di daerah Gurun Panjang.   Di lokasi tersebut, Bupati Pessel ba­sah-basah menemui warga satu persatu, sambil menyerahkan bantuan makanan pada warga terdampak banjir luapan sungai Batang Bayang. Hampir sepinggul orang dewasa, Bupati menyalami warganya.

“Pagi tadi air naik pak, kiriman air dari sungai Batang Lumpo, masuk ke da­lam rumah. Terima kasih Pak Bupati, Camat yang telah turun kesini dan memberikan bantuan kepada kami,” ucap Dian (35).

Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, telah meminta Camat, dan Wali Nagari, serta Kepala Dinas Sosial juga BPBD Pessel untuk mendata jumlah warga yang terdampak bencana banjir di beberapa kecamatan di wilayah Pessel. Sehingga bantuan bisa disalurkan secepat mungkin.

“Hingga sampai saat ini tidak ada korban jiwa akibat banjir, rumah rusak akibat banjir nihil, satu rumah tersapu hujan disertai angin satu unit di daerah Jongah, Kecamatan Koto XI Tarusan, “ tegas Doni Gusrizal. (rio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top