Close

Pessel Berstatus Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Diterjang Banjir dan Tanah Longsor, Ribuan Rumah Terendam, 20.170 Jiwa Terdampak

PADANG, METRO–Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) merilis dampak dari hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang terhadap bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), hingga Jumat (18/11).

Kepala BPBD Provinsi Sumbar, dalam laporannya kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyebutkan, bencana banjir di Kecamatan Koto XI Tarusan berdampak 3.544 jiwa (969 KK) mengungsi.

Banjir juga menyebabkan, satu unit rumah warga rusak, dan 559 unit rumah warga terendam. Sementara, infrastruktur terdampak berupa penguat 50 tebing sungai. Di Kecamatan Bayang, banjir menyebabkan 12.034 jiwa (4.623 KK) mengungsi dan 3.256 unit rumah terendam. Banjir juga menyebabkan 1 unit jembatan rusak.

Di Kecamatan IV Jurai, banjir menyebabkan satu unit rumah warga rusak dan 3.256 unit rumah terendam. Banjir juga merendam jalan 100 meter dan berdampak terhadap satu unit irigasi.

Di Kecamatan Batang Kapas, banjir menyebabkan 3.582 jiwa (1.194 KK) mengungsi dan 1.194 unit rumah terendam. Infrastruktur terdampak lainnya 50 penguat tebing sungai.

Di Kecamatan Sutera, banjir juga terdampak terhadap infrastruktur 2 unit jembatan. DKecamatan Lengayang, banjir menyebabkan 900 jiwa mengungsi dan 300 unit rumah warga terendam. Banjir juga terdampak terhadap satu unit jembatan dan 35 hektare sawah.

Di Kecamatan Linggo Sari Baganti banjir merendam akses jalan sepanjang 20 meter. Di Kecamatan Silaut banjir menyebabkan 110 jiwa mengungsi dan 26 unit rumah terendam.

“Total secara keseluruhan dari data kejadian banjir, warga yang mengungsi sebanyak 20.170 jiwa (6.786 KK). Rumah rusak satu unit dan rumah terendam 5.335 unit. Jembatan yang terdampak banjir  4 unit dan jalan 120 meter. Infratsruktur penguat tebing sungai yang terdampak 100 meter dan sawah yang terendam 35 hektar,” terang Jumaidi.

Selain banjir, juga terjadi longsor di Kecamatan Koto XI Tarusan yang menyebabkan satu unit rumah warga rusak. Di Kecamatan IV Jurai, longsor juga menimbun 50 meter jalan. Termasuk juga di Kecamatan Batang Kapas dan Sutera, longsor juga menutupi jalan sepanjang 100 meter. Di Kecamatan Lengayang longsor juga menimbun  jalan sepanjang 20 meter

“Total dampak secara keseluruhan dari data kejadian longsor, satu unit rumah rusak, jalan yang tertimbun 270 meter. Juga ada dampat terhadap penguat tebing sungai sepanjang 500 meter. Total taksiran kerugian akibat banjir sekitar Rp4,7 miliar. Sementara total taksiran kerugian longsor sekitar Rp845 juta,” terangnya.

Untuk mengatasi bencana di Pessel ini, BPBD Kabupaten Pessel berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sumbar. Bupati Pessel juga menetapkan status tanggap darurat terkait banjir dan longsor dari tanggal 17 hingga 30 November 2022, yakni selama 14 hari.

Satgas BPBD Kabupaten Pessel saat ini juga melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan intansi terkait. Untuk penanganan banjir dan longsor ini, instansi yang terlibat BPBD Kabupaten Pessel, TNI, Polri, KSB, PMI, FPRB Kabupaten pessel, Tagana dan OPD terkait. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top