Menu

Pesantren Ramadhan secara Online Kurang Efektif

  Dibaca : 692 kali
Pesantren Ramadhan secara Online Kurang Efektif
Pesantren Ramadhan secara Online Kurang Efektif

AIAPACAH, METRO
DPRD Padang menilai pelaksanaan Pesantren Ramadhan secara online yang akan digelar Pemko Padang untuk tingkat SD dan SMP dinilai kurang efektif. Hal ini dikarenakan tidak semua siswa memiliki ponsel Android.

Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry mengatakan, alasan kurang efektif lainnya karena tak semua peserta didik paham memakai android, apalagi siswa Sekolah Dasar (SD). Jika pun mengerti, persentasenya tak banyak, sebab yang akan ikut pesantren siswanya dimulai dari kelas III – VI.

“Kita meminta Bagian Kesra bersama Disdik mengubah mekanisme pelaksanaannya dengan memanfaatkan media Padang TV, TVRI dan lainnya,” ujar kader Demokrat ini pada, Senin (20/4) saat berkunjung ke Bagian Kesra Setda Kota Padang.

Menurutnya, materi dalam pesantren jika dilakukan melalui online, prosesnya bagaimana dan untuk hafalan ayat tentu harus teleconfrence. Jika wali murid tak miliki paket, tentu peserta didik tak dapat mengikuti prosesnya.

“Kita ingin pelaksanaan pesantren tak menyulitkan orang tua lagi. Nanti untuk beli paket disebut, untuk membeli makan susah sekarang,” ujarnya.

Ketua DPRD Padang, Syafrial Kani membenarkan hal itu serta mengatakan pemberian fasilitas Android pada anak dibawah umur seperti siswa kelas IV SD, dampak ke depannya bisa merusak moral. Untuk itu, Bagian Kesra bersama Disdik mengkaji ulang pemakaian melalui Android, sebab waktu masih ada.

Jika Pemko bersikukuh melaksanakan melalui Android terangnya, maka beberapa tahun ke depan dampaknya pasti berubah. “Ya, kita menilai proses melalui Android tak akan maksimal dan teknisnya diminta dirubah,” ujar kader Gerindra ini.

Selain itu, jika melalui Android pelaksanaannya, bagaimana pengawasan dari guru dan waktu penggunaannya berapa lama. Ini perlu disampaikan.

Sementara, Kepala Bagian (Kabag) Kesra Kota Padang, Amriman mengatakan mekanisme jalannya Pesantren Ramadhan masih dalam pembicaraan dengan Disdik. Untuk sementara, rencananya akan dimentori oleh guru agama baik SD dan SMP. Sedangkan untuk materinya ada hafalan, ibadah dan lainnya.

“Pesantren Ramadhan akan digelar 26 April – 17 Mei 2020. Waktu pelaksanaan SD pukul 08.00 – 10.00 WIB, SMP pukul 10.00 – 12.00 WIB,” ujarnya.

Untuk paraf penilaian pesantren ungkapnya, akan dihandel orang tua sebagai pengganti pengurus masjid/mushalla. Begitu juga absen shalatnya. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional