Menu

Pesantren Ramadhan Melalui Zoom? Pemko Bahas Bersama Disdik, Bagian Kesra dan Dewan Masjid

  Dibaca : 85 kali
Pesantren Ramadhan Melalui Zoom? Pemko Bahas Bersama Disdik, Bagian Kesra dan Dewan Masjid
DENGARKAN CERAMAH— Siswa dan siswi SD Percobaan Ujunggurun tengah mendengarkan ceramah peringatan Isra Mikraj di halaman sekolah, pekan lalu. Di tengah pandemi, segala kegiatan di sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

SAWAHAN, METRO
Pemko Padang akan mengevaluasi rencana pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1442 Hijriah secara tatap muka untuk tingkat SD dan SMP. Jika memungkinkan Pesantren Ramadhan dilakukan secara daring atau melalui aplikasi zoom.

Plt Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan Pemko akan mengkaji ulang kembali pelaksanaan pesantren tatap muka bersama Bagian Kesra, Disdik Kota Padang dan Dewan Masjid Indonesia.

“Kita tak ingin gegabah dalam hal ini. Memang sampai sekarang belajar tatap muka di sekolah berjalan baik di tengah pandemi. Namun pelaksanaan pesantren masih akan dilihat perkembangannya,” ujar Hendri Septa usai penyampaian LKPj Tahun Anggaran 2020 di gedung DPRD, Senin (15/3).

Ia juga siap menerima masukan dan saran dari pihak manapun mengenai pelaksanaan Pesantren Ramadhan yang akan digelar selama 17 hari selama bulan Ramadhan itu. Tujuannya, demi menyamakan persepsi dan menghindari pro dan kontra di tengah masyarakat.

Wako berharap pelaksanaan Pesantren Ramadhan yang akan digelar dengan sistem apa saja berjalan maksimal dan berbekas hendaknya bagi peserta didik. “Materi yang akan disampaikan pada anak nanti dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari selain mendapat nilai tambahan di rapor,” kata ketua DPD PAN Padang ini.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry meminta kepada Pemko Padang mencari jalan terbaik tentang pelaksanaan Pesantren Ramadhan. Agar tidak ada pihak yang dirugikan, terutama bagi peserta didik karena pelaksanaan pesantren di tengah pandemi.

“Kita ingin yang terbaik saja dan meminta semua pihak diikutkan,” ujar kader Demokrat ini.

Jika pelaksanaan Pesantren Ramadhan dilakukan secara tatap muka, Azwar meminta protokol kesehatan (prokes) harus ketat. Jangan sampai terabaikan. Nanti yang rugi anak-anak juga. “Apabila zoom pelaksanaannya, Disdik bersama Bagian Kesra harus membuat konsepnya dengan matang. Agar anak tak bosan dan ikuti kegiatan dengan baik dan sungguh-sungguh,” pungkasnya. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional