Menu

Pesantren Ramadhan Dinilai Aman dari Covid-19, Usai Lebaran Sekolah Tatap Muka Dikaji Ulang

  Dibaca : 125 kali
Pesantren Ramadhan Dinilai Aman dari Covid-19, Usai Lebaran Sekolah Tatap Muka Dikaji Ulang
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi

SUDIRMAN, METRO
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi menilai puluhan ribu pelajar yang saat ini mengikuti Pesantren Ramadhan di masjid dan mushalla sudah aman dari Covid-19. Namun, apakah usai lebaran, sekolah tatap muka kembali di gelar, menurut Habibul harus dibahas lebih lanjut usai lebaran.

“Saya rasa untuk pelaksanaan Pesantren Ramadhan di masjid dan mushalla sudah melalui persiapan matang. Banyak pihak yang terlibat. Jadi saya rasa sudah aman dari penyebaran Covid-19,” kata Hanibul, Selasa (27/4).

Ia menjelaskan, sebelum dilaksanakan, Pesantren Ramadhan sudah melalui kajian dari seluruh elemen, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPBD, dan Bagian Kesra. Bahkan, panitia juga sudah dibekali agar selama pesantren menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Jadi kemungkinan penularan covid menurutnya sangat kecil. Sampai sekarang menurut Habibul, keadaan masih aman-aman saja. Walaupun Kota Padang masih berstatus zona orange.

Ia berharap, semua murid murid tetap aman selama pesantren hingga usai lebaran nanti. Namun terkait apakah usai lebaran akan mengikuti sekolah tatap muka, menurutnya masih butuh kajian yang matang yang disesuaikan dengan kondiai terkini nantinya.

“Kita lihat dulu bagaimana kondisi usai lebaran nanti. Baru kita bahas lagi,” ujar Habibul.

Kadis Kesehatan Padang Bungkam
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani yang dimintai keterangannya, tidak pernah lagi memberikan komentar. Tertutupnya Ferimulyani diketahui sejak pemberitaan yang marak terkait penyelewengan dana Covid-19 di Kota Padang, sehingga berimbas pada pemanggilan sejumlah kepala puskemas Kejari Kota Padang.

Meski sudah ditelepon dan di whatsapp berkali-kali, yang bersangkutan tidak memberikan komentar.

Pengawasan Berlapis
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry mengungkapkan, meningkatnya virus corona, maka pelaksanaan Pesantren Ramadhan perlu diawasi dan penerapan prokes harus benar-benar dilakukan.

“Prokes harus dilapisi, jika perlu sistem belajar di sekolah gelar daring pada lokasi tinggi kasusnya,” ujar kader Demokrat ini, Selasa (27/4).

Ia menyampaikan, peran Satpol PP dalam penegakkan aturan bagi pelanggar harus ada. Satpol Pp harus patroli rutin dan memberikan sanksi tegas bagi yang melanggar.

Anggota Komisi IV DPRD Padang lainnya Almadi meminta kepada warga Kota Padang agar mematuhi prokes dalam aktivitas sehari-hari. Bila tak urgent, jangan keluar rumah.

“3 M harus diterapkan dan jangan lengah, sebab corona belum pergi,” ujar kader Berkarya ini.

Ia mengatakan, keterlibatan semua lapisan dalam mengingatkan penerapan prokes harus ada. Baik di lapau, surau dan lainnya. “Jangan pula pemangku kampung langgar aturan. Ini tak bagus dilihat. RW, RT harus terapkan dulu prokes sebelum warga disuruh,” paparnya.

Sementara itu, adanya klaster baru di sekolah, pesantren dan pelayanan publik, maka Pemko disarankan atur pembatasan pergerakan orang. (tin/ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional