Menu

Pesan Gubernur Sumbar Mahyeldi, OJK Diminta Kawal Konversi Bank Nagari jadi Syariah

  Dibaca : 241 kali
Pesan Gubernur Sumbar Mahyeldi, OJK Diminta Kawal Konversi Bank Nagari jadi Syariah
KUNJUNGAN OJK— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menerima kunjungan Kepala OJK Provinsi Sumbar yang lama Misran Pasaribu dan yang baru, Yusri dan jajaran.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar) Mahyeldi An­sharullah meminta jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawal proses konversi Bank Nagari dari sistem konvensional me­nuju syariah, sesuai ama­nat RUPS pada 2019.

“Proses untuk konversi ini sudah dimulai sejak 2019, namun belum ter­wujud. Kami minta OJK bisa mengawal penuntasan pro­ses ini secepatnya,” kata­nya di Padang, Senin (21/6).

Ia mengatakan itu, saat menerima kunjungan sila­tahim dari jajaran OJK Sumbar yang baru saja berganti pimpinan dari Misran Pasaribu kepada Yusri.

Misran yang sudah satu tahun lebih bertugas di Provinsi Sumbar dimutasi ke Kantor Perwakilan OJK Provinsi Jawa Barat. Se­mentara penggantinya Yus­ri sebelumnya bertugas sebagai Kepala OJK Pro­vinsi Riau.

Mahyeldi mengatakan, masyarakat Sumbar di­kenal menjunjung tinggi prinsip Adat Basandi Sya­rak, Syarak Basandi Kita­bullah (ABS-SBK), sehingga kebijakan konversi Bank Nagari dari konvensional menuju syariah meru­pa­kan langkah tepat.

Berhubung saat ini ada 11 kepala daerah yang baru menjabat, maka di­per­lukan sosialisasi kem­bali, agar proses konversi berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala OJK Sumbar yang lama, Misran Pasaribu menga­takan, ada dua pekerjaan rumah OJK yang masih dalam proses di Sumbar. Yaitu penuntasan konversi Bank Nagari dan pem­ben­tukan Tim Percepatan Ak­ses Keuangan Daerah (T­PA­KD).

“Untuk konversi, ka­rena tidak ada hasil RUPS yang menyatakan pro­ses­nya dihentikan, maka OJK akan terus membantu hing­ga tuntas. Selain Bank Nagari saat ini ada belasan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Sumbar yang su­dah mengajukan usul un­tuk konversi ke syariah. Dua diantaranya sudah diberikan izin oleh OJK,” katanya.

Untuk TPAKD tinggal dua daerah yang belum membentuk. Yaitu, Kabu­paten Padang Pariaman dan Kepulauan Mentawai. Tugas tersebut nantinya akan dilanjutkan oleh pe­jabat yang baru, Yusri.Yg.

Kepala OJK Provinsi Sumbar, Yusri menga­ta­kan, pihaknya akan melan­jutkan tugas dari pejabat sebelumnya. Termasuk men­­dukung penuh keputusan pemegang saham melalui RUPS terkait konversi Bank Nagari.”Apapun kepu­tu­sannya kami akan dukung dan kawal hingga tuntas,” katanya.

Berdasarkan penga­la­man, katanya, konversi dari konvensional ke sya­riah tidak membuat penu­runan laba yang signifikan. Seperti yang terjadi di A­ceh dan NTB.

­Ia juga minta dukungan pada gubernur agar pem­bentukan TAPD pada dua daerah di Provinsi Sumbar bisa segera dilakukan. Se­hingga, sosialisasi dan pe­nyampaian program ter­kait ekonomi dan keuangan bisa berjalan dengan lan­car. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional