Menu

Pesan Gubernur Mahyeldi untuk 11 Kepala Daerah Terpilih, Pemimpin yang Amanah, Berpihak untuk Rakyat

  Dibaca : 765 kali
Pesan Gubernur Mahyeldi untuk 11 Kepala Daerah Terpilih, Pemimpin yang Amanah, Berpihak untuk Rakyat
PELANTIKAN— Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melantik 11 pasangan kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada 2020, bertempat di Auditorium Gubernuran, Jumat (26/2)

PADANG, METRO
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melantik 11 pasangan kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada 2020, bertempat di Auditorium Gubernuran, Jumat (26/2) dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Pelantikan hanya dihadiri Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota, Ketua DPRD serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua KPU dan Bawaslu Provinsi Sumbar.

Diawal sambutan Mahyeldi menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah dan Masyarakat Provinsi Sumbar mengucapkan selamat kepada 11 Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota yang dilantik. Adapun Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota yang dilantik adalah : Dr. ANDRI WARMAN, S.Sos, M.M. dan IRWAN FIKRI, S.H. sebagai Bupati dan Wakil Bupati Agam. 2. H. HAMSUARDI, S.Ag dan H. RISNAWANTO sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat. 3. H. ZUL ELFIAN, S.H., M.Si dan Dr. RAMADHANI KIRANA PUTRA, SE, M.M. sebagai Walikota dan Wakil Walikota Solok. Selanjutnya, 4. SUTAN RISKA TUANKU KERAJAAN, S.E. dan Saudara Drs. DASRIL PANIN DATUK LABUAN sebagai Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya. 5. Saudara EKA PUTRA, S.E. dan RICHI APRIAN, S.H., M.H. sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar, 6. Saudara H. BENNY UTAMA, S.H., M.M. dan SABAR AS, S.Ag sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pasaman, 7. H. ERMAN SAFAR, S.H. dan H. MARFENDI sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi. 8. SUHATRI BUR, S.E., M.M. dan Drs. RAHMANG, M.M. sebagai Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman. 9. BENNY DWIFA YUSWIR, S.STP, M.Si dan H. IRADDATILLAH, S.Pt sebagai BUPATI dan Wakil Bupati Sijunjung, 10. SAFARUDDIN Dt BANDARO RAJO dan Saudara RIZKI KURNIAWANN sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota dan 11. Drs. RUSMA YUL ANWAR, M.Pd dan Apt. RUDI HARIYANSYAH, S.Si sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan.

Semoga amanah yang telah diberikan kepada Sdr. Dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan Kabupaten / Kota dan Provinsi Sumatera Barat di masa yang akan datang.

Tidak lupa Mahyeldi mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, kepada KPU, Bawaslu, aparat keamanan dan seluruh pihak yang telah memastikan pilkada serentak berlangsung aman, damai dan demokratis. Dan selanjutnya ia juga memberikan penghargaan kepada Sekretaris Daerah masing-masing Kabupaten / Kota yang telah melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah sampai diangkat dan dilantiknya Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah definitif. “Kita juga harus bersyukur karena telah melalui dan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 dengan aman, damai dan demokratis,” kata Mahyeldi.

Dengan telah melaksanakannya acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini, maka telah usai seluruh rangkaian demokrasi yang sarat dengan dinamika, independensi, idealisme dan harapan. Semua itu tak lain merupakan ikhtiar untuk menciptakan situasi pembangunan, yang diharapkan dapat terus maju berkembang, dan bersemangat, serta dapat memenuhi harapan masyarakat kesejahteraan dan hidup yang lebih baik di masa-masa yang akan datang.

“Kini saatnya, kita melangkah bersama untuk menyelesaikan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, mewujudkan janji-janji Saudara untuk mencapai kesejahteraan rakyat di Kabupaten / Kota masing-masing,” ucapnya.

Mahyeldi menegaskan, agar kepala daerah yang di lantik bisa bekerja siang dan malam, untuk memastikan setiap rakyat di seluruh pelosok wilayah yang merasakan kehadiran pelayanan pemerintahan dalam kehidupan sehari-hari, memastikan semua rakyat mendapat air bersih, memperoleh listrik, menikmati layanan transportasi yang terjangkau, serta mengakses layanan pendidikan dan kesehatan dengan kualitas yang baik. Jangan lupa, rakyat juga mengharapkan daya beli yang kuat dengan inflasi daya yang rendah terkendali, pembukaan lapangan kerja baru untuk menyerap pengangguran, langkah yang lebih konkret dalam mengentaskan kemiskinan, terobosan untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah dan kepatuhan sosial.

Pada kesempatan itu, ada beberapa pesan yang disampaikan Gubernur Sumbar: Pertama, mengharapkan agar program, visi dan misi yang saudara usung, dapat sejalan dengan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dalam melaksanakan pembangunan daerah, Walikota harus berpedoman dan mengacu pada visi dan misi Gubernur agar terjadi acara dan harmonisasi dari daerah sampai ke pusat. Jabarkan dan implementasikan sesuai konteks dan kondisi daerah.

Termasuk program-program lintas provinsi dan lintas kabupaten / kota agar bisa memfasilitasi dan disinergikan dengan sebaik-baiknya. Tidak ada yang berjalan sendiri tanpa mengikuti arahan dan program dari pusat yang turun ke provinsi dan dari provinsi sampai ke kabupaten / kota. “Oleh karena itu, kepada Saudara harus berlari cepat dalam tahapan tersebut, dan menyelesaikan RPJMD sesuai visi dan misi pada waktu kampanye yang lalu,” pesannya.

Kedua, kepala daerah harus mampu mencari dan memanfaatkan potensi daerah sebagai sumber pendapatan bagi kesejahteraan. Sebagai putra daerah, tentunya sangat paham daerah masing- masing. Potensi tersebut dikembangkannya dimaksimalkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, dengan potensi sumber daya yang cukup lengkap dapat menjadikan daya tarik investasi yang menarik di berbagai sektor. Harus dapat membenahi tata wilayah masing-masing agar lebih baik lagi. Tingkatkan rasa aman dan kepastian hukum bagi investor dan sektor swasta sehingga aktivitas ekonomi semakin meningkat.

Keempat, Pasangan Bupati / Wakil Bupati dan Walikota / Wakil Walikota harus menjaga keharmonisan dan menjadi dwitunggal dengan saling melengkapi dan melengkapi. Kepala Daerah dan Wakil Wakil Kepala Daerah mempunyai tugas, kewajiban, dan hak yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dan kekurangan memiliki porsi tugas, berwenang, kewajiban, dan hak yang berbeda. Oleh karena itu, Saya ingin mengingatkan Saudara Bupati / Wakil Bupati dan Walikota / Wakil Walikota harus memahami porsi tugas, berwenang, kewajiban, dan hak masing- masing.

Hal ini menjadi penting agar penyelenggaraan pemerintahan menjadi stabil. Ketidakpahaman terhadap porsi tugas, kewajiban, dan hak merupakan salah satu sumber disharmonisasi kepala daerah dengan wakilnya. Ketidakharmonisan Kepala Daerah dengan wakilnya berdampak sangat serius terhadap keberlangsungan pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat dan visi-misi awal terkatung-katung. Birokrasi akan tersendat dengan sendirinya.

“Kita semua berharap pasangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah harus menjaga keharmonisan tersebut dan menjadi dwitunggal dengan saling melengkapi dan melengkapi. Sehingga visi dan misi Saudara dapat diwujudkan bersama,” sebut Mahyeldi.

Kelima, segera melakukan politik demi terlaksananya pemerintahan yang efektif dan iklim kerja yang kondusif, serta bangunlah kerjasama dengan semua pihak, baik dengan Pemerintah Provinsi maupun dengan Kabupaten / Kota lain dalam rangka memacu pertumbuhan pusat-pusat ekonomi daerah yang integratif, demi mewujudkan saing daerah yang unggul.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional