Menu

Perwako Tatanan Kehidupan Baru Disosialisasikan “15 September” Pesta Baralek Dilarang

  Dibaca : 109 kali
Perwako Tatanan Kehidupan Baru Disosialisasikan “15 September” Pesta Baralek Dilarang
PATUHI PROKES— Wali Kota Pariaman Genius Umar memantau kondisi warga masa pendemi Covid-19 untuk tetap mematuhi protokel kesehatan.

PARIAMAN, METRO
Pemerintah Kota Pariaman mensosialisasikan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 43 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Perwako nomor 27 tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman corona virus disease (Covid-19) di Kota Pariaman.

Perwako yang ditanda tangani Wali Kota Pariaman Genius Umar tanggal 1 September 2020 tersebut mengatur tentang sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan covid-19 selama adaptasi kebiasaan baru di Kota Pariaman.

Sekdako Pariaman, Fadli mewakili Walikota Pariaman mengungkapkan, pelanggaran terhadap pelaksanaan tatanan normal baru dapat dikenakan sanksi terhadap perseorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau pertanggungjawaban tempat dan fasilitas umum.

“Sanksi tersebut ialah berupa teguran lisan tertulis, teguran tertulis yang hanya diberikan pada masa sosialisasi yaitu paling lama 15 hari setelah Perwako ini ditetapkan, “ ujarnya.

“Sementara untuk hukuman kerja sosial, diberikan apabila terjadi pelanggaran pada waktu razia gabungan. Kerja sosial berupa pembersihan fasilitas umum dilokasi terjadinya pelanggaran dengan memakai atribut berupa rompi bertuliskan “Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19,” jelas Fadli.

Fadli menegaskan, bagi pelanggar yang tidak melaksanakan sanksi kerja sosial tersebut, maka akan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp 50 ribu perorang nya.

Selanjutnya, sanksi yang sama diberikan kepada pelanggar pelaku usaha, pengelola, penyelenggara dan penanggungjawab tempat dan fasilitas umum.

“Jika tidak mengindahkan sanksi teguran lisan dan tulisan serta kerja sosial, maka akan dikenakan denda paling banyak Rp 250 ribu, lebih dari itu penghentian sementara operasional usaha, bahkan sampai kepada pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk protokol kegiatan sosial dan budaya yang menghimpun banyak orang dapat dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Khusus untuk pelaksanaan pesta pernikahan (baralek) terhitung 15 September 2020 tidak diperbolehkan,” tandas Fadli. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional