Menu

Perwako 49/2020 Diterapkan 15 Juni

  Dibaca : 295 kali
Perwako 49/2020 Diterapkan 15 Juni
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andre Algamar

PASAR RAYA, METRO
Perwako Nomor 49 tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru Dalam Masa Pandemi Covid-19 akan diterapkan pada 15 Juni nanti. Khusus di sektor perdagangan, akan diterapkan berbagai aturan beserta sanksinya.

“Perwako mulai berlaku 15 Juni. Sekarang kita sedang melakukan sosialisasi,” sebut Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andre Algamar kepada POSMETRO, Senin (8/6).

Ia menjelaskan, dalam perwako ini juga mengatur tentang tata niaga di pasar serta di sektor perdagangan lainnya.
Ia mencontohkan pada kegiatan perdagangan di Pasar Raya, semua pedagang dan pengunjung harus pakai masker, suhu tubuh harus stabil dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Sementara bagi pelaku usaha lainnya terangnya, sepetrti mini market, supermarket harus menyediakan tempat cuci tangan dan dilengkapi dengan sabun yaitu perbandingannya 1:25 orang atau menyediakan hand sanitizer.

“Kemudian, membatasi jumlah pengunjung dengan maksimal kunjungan 50 persen dari kunjungan biasa,” tukas.

Aturan lainnya yang ada di Perwako kata Andre yaitu melakukan cek suhu tubuh dengan thermo gun. Membersihkan dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di area usaha. Menjaga kebersihan toko/kios/los sebelum dan sesudah aktivitas perdagangan.

Berikutnya ungkap Andre, pelaku usaha wajib memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di sekitar area usaha.
Melarang orang yang sedang mengalami gejala demam atau batuk pilek, nyeri tenggorokan/sesak nafas/bersin-bersin masuk tempat usaha.

“Apabila ditemukannya pengunjung yang memiliki suhu tubuh diatas 37,5 derajat celcius, agar segera melaporkan diri ke puskesmas terdekat untuk prosedur penanganan Covid-19,” harapnya.

Andre mengungkapkan, dalam Perwako tersebut juga berisikan sanksi bagi pelanggar peraturan. Khusus sektor perdagangan, bagi pengunjung dan pedagang Pasar Raya Padang yang melanggar ketentuan dikenakan dua sanksi.

Sanksi tersebut sebutnya yaitu, kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas pasar dengan mengenakan rompi bagi orang yang melakukan pelanggaran. Denda administratif paling sedikit Rp 100 ribu dan paling banyak Rp250 ribu.

Bagi pimpinan dan pemilik tempat usaha minimarket/supermarket dan department store yang melanggar terang Andre, dikenakan sanksi administrasi teguran tertulis. Kemudian, denda administratif paling sedikit Rp 250 ribu dan paling banyak Rp 500 ribu.

Selanjutnya kata Andre, bagi pimpinan dan pemilik tempat usaha mall/plaza yang melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi administrasi teguran tertulis. Kemudian juga ada sanksi denda administratif paling sedikit Rp 3,5 juta dan paling banyak Rp 5 juta.

Nantinya, tegas Andre, penegakan Perwako ini akan dilakukan secara bersama-sama oleh tim yang akan dibentuk. “Yang melakukan penindakan nanti adalah tim. Kita sekarang hanya mensosialisasikan agar masyarakat paham,” tandasnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional