Close

Perut Yudha Dibolongi Celurit, Polsek Pauh Sebut bukan Begal

KORBAN BEGAL-- Yudha (16) kini dirawat di M Djamil Padang usah menjadi korban begal Minggu (17/5) lalu. Kini keluarganya harus menanggung biaya berobat yang tak sedikit.

Kanit Reskrim: Ini Kasus Tawuran Remaja

PADANG, METRO–Laporan terkait seorang remaja yang perutnya bolong diduga karena menjadi korban begal di Pisang, Pauh, Padang sampai juga ke Polsek Pauh. Kapolsek Pauh AKP Anton Luther melalui Kanit Reskrim Iptu Made mengatakan, pihaknya langsung menerima laporan dari rekan korban bahwa telah terjadi kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang dialami oleh lorban bernama Yudha (16) hingga mengalami luka tusuk di bagian perutnya.

“Namun kejadian tersebut kami duga bukanlah kasus begal seperti yang dilaporkan. Dugaan Kami itu adalah sesama remaja pelaku tawuran. Karena pada hari yang sama Kami sempat membubarkan aksi tawuran di lokasi kajadian tempat korban dilaporkan kena begal. Selain itu jika memang ini begal, motor korban tidak diambil oleh para pelaku,”ujar Made.

Sementara itu disebutkan oleh Made, pihaknya telah mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan dan meminta keterangan saksi-saksi dilapangan.

“Tadi barusan kami baru saja dari TKP, yang pasti kejadian ini akan kami usut namun tentu harus melalui proses penyelidikan dan penyidikan anggota Kita,”jelas Made.

Sebelumnya Yudha (16) diberitakan harus menanggungkan sakit akibat perbuatan begal yang merugikannya pada Minggu (17/5) dini hari lalu. Warga RT 01 RW 01 Pisang, Kecamatan Pauh ini awalnya dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Padang, sebelum harus dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, karena kondisi yang semakin parah.

Kejadian bermula saat Yudha pergi menjemput motornya yang rusak bersama temannya sekitar Minggu dini hari. Namun, di simpang Pisang, motor yang mereka gunakan kehabisan BBM. Karena tidak ada yang menjual BBM dan SPBU juga baru buka sehabis Subuh, keduanya menunggu di pinggir jalan. Saat itulah diduga para begal mendatangi mereka.

“Saat itu posisi temannya berdiri dan Yudha di atas motor sambil main HP. Tiba-tiba datang orang enam motor untuk mintak HP Yudha. Tapi Yudha tidak mau kasih. Akhirnya dia dipaksa dan sempat melawan. Ketika akan lari, Yudha dibacok pake celurit di perut bagian sampingnya. HP-nya raib,” ungkap salah satu keluarga Yudha kepada para relawan Hamasah Insani yang kini mendampingi Yudha di M Djamil.

Selanjutnya, Yudha menjalani sejumlah operasi dan menghabiskan 13 kantong darah. “Sekarang keluarga bingung mencari dana untuk biaya rumah sakit. Karena kami tidak punya BPJS. Tagihannya sudah sampai Rp50 juta. Kami berharap polisi mendapatkan pelakunya da nada dermawan yang mamu membantu biaya berbat Yudha,” kata saudaranya lagi.

Wina Wahyuni, founder Pemuda Padang Berhijrah (Yayasan Hamasah Insani) menyebutkan, saat ini mereka focus untuk mencarikan biaya berobat Yudha. Sementara keluarga korban katanya akan melaporkan hal itu ke polisi. “Kami tahu keluarga Yudha kurang mampu. Ayahnya sakit-akitan, sehingga ibunya yang mencari nafkah keluarga. Sekarang malah tidak bekerja juga karena wabah covid-19,” kata Wina.

Wina menyebut, jangan sampai kita semua berdiam diri melihat hal ini. “Kami berharap polisi segera menangkap pelaku, dan ada bantuan untuk Yudha dalam mengobati sakitnya,” kata Wina mengajak dermawan seluruhnya unruk turut membantu Yudha melalui rekening kemanusiaan 3300002029 BNI Syari’ah A.n Yayasan Hamasah Insani konfirmasi transfer 083182823607. (r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top