Menu

Perusahaan Diminta Komit Tanggung Jawab Lingkungan

  Dibaca : 332 kali
Perusahaan Diminta Komit Tanggung Jawab Lingkungan
Perusahaan Diminta Komit Tanggung Jawab Lingkungan

SOLSEL, METRO
Setiap perusahaan yang beroperasi di Solok Selatan (Solsel) diminta untuk terus komit dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Penegasan ini disampaikan Plt Bupati Solsel yang diwakili Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM&PTSP), Gusnawati dalam pertemuan dengan para perusahaan di Padang, Selasa (17/3) pada acara Singkronisasi Kegiatan Forum Pelaksana TJSLP yang diselenggarakan setiap tahunnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan perintah Undang-Undang dan peraturan lainnya yang terkait dengan itu. Dan juga sudah diturunkan di daerah dengan beberapa peraturan.
“Disamping UU, PP, dan aturan lainnya, di daerah pun sudah kita buat Peraturan Daerah No. 6/2016 Tentang TJSLP serta Perbup No. 81/2018 tentang TJSLP,” ujarnya.

Perusahaan-perusahaan besar di Solsel, memiliki tanggung jawab moral bersama Pemda untuk saling bahu membahu, dan saling mengisi pembangunan dikarenakan keterbatasan kemampuan keuangan daerah. “Dengan adanya sinkronisasi program pembangunan antara Pemda dengan FP-TJSLP kita harapkan dapat mewujudkan percepatan pembangunan,”ungkapnya, dimana kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan perusahaan, camat se-kab, serta OPD terkait. Dia menyampaikan terima kasihnya atas kewajiban penyampaian laporan realisasi CSR yang sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Solsel.

Kepala Bappeda Solsel, Yul Amri menegaskan, kewajiban TJSLP atau dikenal dengan CSR merupakan tuntutan konstitusional, dan bukan aturan lokal semata. Ekonomi dibangun berdasarkan kebersamaan, baik pemerintah, masyarakat, dan juga swasta. Ia menawarkan beberapa strategi mengurangi beban hidup dan meningkatkan pendapatan yang nantinya bisa diambil sebagian perannya oleh perusahaan-perusahaan yang ada. “Diantaranya Beasiswa pendidikan, bantuan bedah rumah, pembangunan sarana air bersih dan sanitasi, bantuan modal UMKM, bantuan pendampingan produk unggulan daerah, dan program lainnya,”jelasnya.

Pemateri lain yang juga Ketua FP-TJSLP Bujang Joan Dt Panyalai (Vield Representative PT SEML) mengatakan, bahwa CSR sendiri merupakan komitmen dunia usaha, untuk berperilaku etis dan turut memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan, guna meningkatkan kehidupan masyarakat.

Bujang Joan mencontohkan bahwa PT SEML sendiri telah menetapkan empat pilar CSR, yakni Pendidikan dan Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi, Infrastruktur, serta hubungan sosial dengan komunitas. “Jadi kita (SEML) akan fokus kepada empat pilar yang telah ditetapkan tersebut setiap tahunnya,” kata Bujang Joan.

Untuk tahun 2019 sendiri menurutnya telah dikucurkan anggaran CSR sebesar Rp. 3.84 miliar melalui berbagai program.  “Diantaranya program perbaikan kehidupan masyarakat, safari ramadhon, kegiatan budaya, kegiatan pemda, beasiswa pendidikan, kurban, bantuan pembangunan infrastruktur, khitanan massal, dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Tidak hanya pelaksanaan kewajiban CSR, Supreme Energy juga sedang melaksanakan pembangunan sport dan community center yang sedang dalam penyelesaian akhir dengan nilai Rp 33 miliar. “Mudah-mudahan semua aktifitas CSR dan kegiatan lainnya tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Solok Selatan dan menginspirasi perusahaan-perusahaan lain,” harapnya (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional