Close

Perubahan Tahun Anggaran 2022, Wako Genius Sampaikan Nota Keuangan RAPBD

SERAHKAN—Wali Kota Pariaman Geneius Umar serahkan nota keuangan RAPBD Perumbahan kepada Ketua DPRD Pariaman Fitri Nora SE.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman Genius Umar sampaikan nota keuangan tentang Ranca­ngan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan  ( RAPBD P ) Kota Pariaman tahun anggaran 2022. Pe­nyampaian nota keuangan Walikota tentang RAPBD P ini, juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Ketua DP­RD Kota Pariaman, Fitri No­ra, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman, Efrizal, Anggota DPRD Kota Pariaman, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag dan Camat se Kota Pariaman.

Wali Kota Pariaman H Genius Umar, kemarin,  me­nyampaikan ucapan te­rima­kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Pariaman, yang telah me­nyetujui dan menandata­ngani dokumen KUA PPAS APBD P Tahun 2022 bebe­rapa waktu lalu, sebagai komitmen bersama untuk me­ningkatkan kinerja peme­rintahan dan kualitas pe­laya­nan kepada ma­sya­rakat. “Proyeksi RAPBD P Kota Pariaman Tahun 2022, untuk pendapatan daerah, APBD awal sebesar Rp. 616.­934.­202.345 rupiah, se­telah perubahan menjadi Rp. 628.­866.299.312 rupiah, atau bertambah sebesar Rp. 11.932.­096.967 rupiah,” ujarnya.

Untuk PAD Tahun 2022, Genius menyebutkan yang awalnya Rp. 47.502.438.431 rupiah, naik menjadi Rp. 49.488.866.439 rupiah, atau bertambah sebesar Rp. 1.986.­428.008 rupiah, yang berasal dari pengelolaan Kekayaan daerah, yang se­mula Rp. 6.986.510.155 rupiah, setelah perubahan menjadi Rp. 8.927.938.163 rupiah, atau mengalami penambahan Rp. 1.986.428.008 rupiah. “Untuk penerimaan dana transfer, yang semula Rp. 563.520.763.914 rupiah, setelah perubahan mengalami penambahan sebesar 1,72 persen, sebesar Rp. 9.675.­646.314 rupiah, sehingga menjadi Rp. 573.196.410.228 rupiah,” tuturnya.

Sedangkan Belanja Dae­rah, Genius menyebutkan yang semula Rp. 646.­934.­202.345 rupiah, berkurang sebesar Rp. 17.712.142.346 rupiah atau 2,73 persen, sehingga pada perubahan ini menjadi Rp. 629.222.059.999 rupiah. “Kalau kita bandingkan antara pendapatan se­telah perubahan sebesar Rp. 628.866.299.312 rupiah, dan belanja daerah sebesar Rp. 629.222.059.999 rupiah, terjadi difisit anggaran sebesar Rp. 357.760.687 rupiah,” tukasnya.

Untuk Pembiayaan daerah, yang semula dirancanakan Rp. 30.000.000.000 rupiah, pada perubahan ini me­ngalami pengurangan sebesar 90,48 persen, sebesar Rp. 27.144.239.313 rupiah, menjadi Rp. 2.855.760.687 rupiah, dan pengeluaran pembiayaan yang semula Rp. 0 rupiah, pada perubahan ini menjadi Rp. 2.500.000.000 rupiah, untuk penyertaan mo­dal pada Bank Nagari. “Kalau dibandingkan antara pemnerimaan pembiayaan sebesar Rp. 2.855.760.687 rupiah dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 2.500.000.000 rupiah, terdapat pembiayaan netto sebesar Rp. 357.760.687  rupiah, yang digunakan untuk menutup defisit anggaran tersebut,” tandasnya mengakhiri. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top