Menu

Perubahan APBD 2021, Pendapatan Daerah Direncanakan Rp1,4 T di Agam

  Dibaca : 86 kali
Perubahan APBD 2021, Pendapatan Daerah Direncanakan Rp1,4 T di Agam
SAMPAIKAN RANCANGAN KUPA PPAS— Wabup Agam Irwan Fikri Dt Parpatiah menyampaikan nota penjelasan rancangan KUPA dan PPAS APBD 2021.

AGAM,METRO–Pemkab Agam me­ren­canakan pendapatan d­a­erah pada perubahan AP­BD 2021 sebesar Rp1,4 tri­liun lebih. “Jumlah ini turun sekitar 1,28 persen atau Rp18,4 miliar lebih dari target awal pada APBD 2021,” ujar Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri Dt Parpatiah SH saat menyampaikan nota penjelasan Bupati Agam, tentang rancangan KUPA dan PPAS APBD 2021 di aula DPRD Agam, Senin (23/8).

Irwan menjelaskan, da­ri jumlah pendapatan da­erah yang direncanakan itu, dengan rincian PAD di­proyeksi sesuai target se­besar Rp110,5 miliar le­bih. Sedangkan penda­patan trans­fer berkurang sebesar Rp18,4 mi­liar lebih atau sekitar 1,48 persen dari target semula, yang terdiri dari pengurangan DAU Rp 24,6 miliar lebih dan DAK Rp 789 juta lebih.

“Namun juga terjadi penambahan dari Bantuan Keuangan Khusus dari pro­vinsi sebesar Rp7 miliar lebih. Sedangkan untuk pendapatan daerah yang sah, diprediksi tetap yaitu sebesar Rp 74,7 miliar le­bih,” sebut Irwan.

Di samping penda­pa­tan, pada perubahan APBD 2021 belanja daerah ber­tambah sebesar Rp6,6 mi­liar lebih atau 0,44 persen dari APBD awal, menjadi Rp1,5 triliun lebih.

Arah kebijakan belanja ini pada prinsipnya adalah memastikan bahwa be­lanja wajib dan mengikat, serta program prioritas yang telah direncanakan dapat didukung dengan kemampuan keuangan da­erah. “Bahkan tidak me­nambah anggaran untuk kegiatan baru kecuali pena­nganan Covid-19, penun­jang penyelamatan Danau Maninjau dan memi­nima­lisir belanja operasional serta seremonial tidak stra­tegis yang tidak memiliki nilai tambah,” kata Irwan.

Dikatakan Irwan, dari gambaran komposisi ang­garan pada perubahan KUA-PPAS APBD 2021, me­ngalami defisit sangat be­sar mencapai Rp 68,9 miliar lebih, belum lagi untuk penanganan Covid-19.

“Kondisi ini perlu pem­bahasan detail sampai kom­posisi perubahan AP­BD 2021 jadi berimbang. Jika ini tidak tercapai, maka berpotensi kas daerah tidak cukup membayar ta­gihan pada akhir tahun ini,” jelas Irwan. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional