Close

Pertunjukan Seni Multi Etnis Meriahkan, Penutupan PKD Sumbar Tahun 2021

PADANG, METRO–Berbagai pertunjukan seni dari berbagai etnis di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memeriahkan penutupan Pekan Kebudayaan daerah (PKD) Pro­vinsi Sumbar tahun 2021, Selasa malam (5/10) di Taman Budaya Sumbar. Pertunjukan orkestra dengan lagu tempo dulu diba­wakan oleh kelompok kesenian etnis Tiong Hoa Kota Padang binaan kongsi Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Kota Padang membawa pengunjung yang hadir larut dalam suasan romantis masa lalu. Kemeriahan penutupan PKD malam itu berlanjut dengan atraksi barongsai yang juga dihadirkan oleh HBT.

Sebelumnya juga ada pertunjukan musik kontemporer dari Bundo Kanduang. Pertunjukan malam itu akhirnya ditutup oleh pertunjukan tari dan musik oleh Saandiko Group dari Kota Bukittinggi.

Pada malam itu juga diumumkan pemenang perlombaan yang dilaksanakan selama berlangsung­nya PKD. Yakni pengumuman pemenang lomba puisi, sipak rago dan lomba baju kuruang basiba.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Gemala Ranti mengucapkan terimakasih atas dukungan banyak pihak sehingga PKD bisa digelar tahun ini.

Menurutnya, persiapan telah dilaksanakan sejak awal tahun dengan melibatkan berbagai pihak. Termasuk para generasi muda di bidang seni budaya yang mengambil peran sebagai kurator, dalam merancang dan mempersiapkan PKD. PKD Sumbar tahun 2021 dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 1 sampai 5 Oktober 2021, di Ta­man Budaya dan Museum Adityawarman. Tagline PKD tahun ini “Merawat Ingatan”.

Selama PKD berlangsung telah menghadirkan, pameran tujuh karya instalasi, 32 karya rupa jalur rempah dan 16 ragam ku­liner. PKD juga menghadirkan pagelaran. Terdiri dari seni sebanyak lima karya seni pertunjukan kontemporer, lima pertunjukan seni multikultur/etnis dan delapan pertunjukan musik lokal.

Selain itu juga ada tiga daerah pendampingan rabab/babiola dan Tim Rabab dari Institut Senin Indonesia (ISI) Padangpanjang yang difasilitasi penuh oleh Ketua DPRD Sumbar, Supardi. PKD juga mengha­dirkan FGD tentang Permainan Tradisional Anak Nagari dan Peran Komunal bagi Kreativitas Personal  yang diikuti 16 pembicara utama dan 50 peserta pe­ninjau.

Kemudian juga ada festival dan lomba, terdiri dari Bagalombang, Tari Piring Kreasi diikuti 18 kelompok, Baju Kuruang Basiba diikuti 55 peserta, Sipak Rago diikuti 30 tim dan Baca Puisi yang diikuti oleh 50 peserta. Pada PKD ini juga melibatkan 19 kabupaten dan kota.

Pelaksanaan PKD kali ini sangat memperhatikan kemajuan teknologi informasi. Di mana dalam hal branding dan publikasi tim bentukan kurator telah menyiapkan sebuah website khusus, berisi segala informasi tentang PKD.

Situs ini diperkuat ratusan bentuk kreativitas visual yang juga disebarluaskan pada media sosial. Di sinilah para seniman digital memainkan perannya. “Selain itu segala penataan artistik juga dipercayakan pula kepada para seniman. Sehingga sesungguhnya acara ini melibatkan begitu banyak seniman-seniman kita di Sumatera Ba­rat ini,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi saat ini yang masih dalam pandemi Covid-19, maka rangkaian kegiatan PKD dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Jumlah pengunjung dibatasi, wajib pakai masker dan ukur suhu ketika masuk ke lokasi. “Pada tanggal 4 dan 5 Oktober 2021 di lokasi PKD ini telah dilaksanakan Vaksinasi Covid-19 bagi peserta dan pengunjung yg belum divaksin yang berjumlah peserta 120 orang,” terang­nya.

Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Supardi meng­apresiasi pelaksanaan P­KD tahun ini. Pada PKD tahun ini begitu banyak seniman dan budayawan yang terlibat. Bahkan me­nyediakan ruang berbagai etnis untuk bias menampilkan karya seni dan buda­yanya berdampingan de­ng­an etnis lainnya.

Menurutnya, dengan  kondisi pandemi Covid-19 saat ini sangat minim sekali event-event seni dan budaya yang dilaksanakan. Hal ini terjadi karena ada­nya pembatasan-pemba­ta­san untuk menekan angka Covid-19. Dengan terlaksananya PKD tahun ini bisa menjadi ruang pembuka aktivitas seni dan budaya ke depan.

Supardi juga mengatakan, PKD ini merupakan agenda strategis yang ha­rus tetap dilaksanakan setiap tahunnya dengan berbagai konsep dan kreativitas. Melibatkan ekosistem kebudayaan yang ada di Sumbar. “Kami dari DPRD Sumbar tentu mendukung langkah strategis yang dilakukan Dinas Kebudayaan Sumbar ini,” ungkap­nya. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top