Menu

Pertemukan Dirut HK dengan Kapolda Sumbar, Andre Percepat Pembangunan Tol Padang-Sicincin

  Dibaca : 497 kali
Pertemukan Dirut HK dengan Kapolda Sumbar, Andre Percepat Pembangunan Tol Padang-Sicincin
JUMPA PERS— Anggota DPR RI Andre Rosiade, Dirut Hutama Karya Bintang Perbowo dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto melakukan jumpa pers usai pertemuan terkait pembangunan jalan tol Padang-Sicincin.

JAKARTA, METRO–Sudah dua tahun lamanya jalan tol Padang-Sicincin yang merupakan bagian awal dari tol Padang-Pekanbaru terbengkalai pascapeletakan batu pertama oleh Presiden Jokowi 9 Februari 2018. Tak mau berlama-lama, Andre mencoba menelaah, apa sebenarnya yang terjadi. Ternyata, persoalan pembebasan lahan lagi-lagi menjadi kendala pembangunan di Sumbar.

Untuk itulah, Jumat (17/1), Andre mempertemukan Direktur Hutama Karya Bintang Perbowo dengan Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto untuk membahas kelanjutan pembangunan. “Alhamdulillah, telah selesai memasilitasi peetemuan antara Dirut Hutama Karya Bintang Perbowo dengan Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto di Mapolda Sumbar. Insya Allah pengerjaan jalan tol Padang-Sicincin akan berjalan lancar,” kata Andre.

Semua pihak, katanya, siap saling membantu dalam kelancaran pengerjaannya. Jalan tol Padang-Sicincin sekitar 36 KM dan baru diselesaikan pembebasannya 4 KM saja dari Bypass Padang. “Semoga dengan pertemuan ini, pengerjaan bisa dituntaskan segera dan tidak terlalu jauh tertinggal dari ujung lainnya Pekanbaru-Dumai yang kabarnya akan diresmikan Maret 2020,” kata Anggota Komisi VI DPR RI ini.

Politisi Partai Gerindra itu menyebutkan, pembangunan jalan itu terkendala dalam hal pembebasan tanah. Masyarakat tidak mau menerima ganti rugi karena nilainya rendah. “Hari ini kita bawa Pak Dirut PT Hutama Karya yang mengerjakan proyek tol itu bersilaturahmi dengan Kapolda Sumbar. Tujuannya agar proyek ini bisa berlangsung lancar,” kata Andre.

Proyek jalan tol itu, menurut Andre, adalah proyek strategis nasional yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan seharusnya berjalan lancar. “Tol di daerah tetangga kita Riau, sudah mau diresmikan. Sementara kita masih mangkrak juga,” jelas Andre.

Sementara itu, Dirut PT Hutama Karya, Bintang Perbowo mengakui bahwa pembangunan tol Padang-Pekanbaru terkendala persoalan pembebasan tanah. “Namun sekarang kita sedang menyosialisasikan harga ganti rugi yang baru. Semoga diterima masyarakat,” jelas Bintang yang datang bersama sejumlah direksi dan perwakilan HK di Sumbar.

Bintang menyebutkan untuk tahap I, Padang-Sicincin masih ada sekitar 32 kilometer lagi yang belum dibebaskan lahannya. “Semoga dengan pertemuan ini, kita bisa menyelesaikan pembangunan segera,” katanya.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto mengakui bahwa salah satu isu strategis yang menjadi perhatian Polda saat dirinya menjabat di Sumbar adalah proyek tol Padang-Pekanbaru. “Ini isu yang menjadi perhatian saat saya masuk ke sini. Untuk itu, kita akan dorong percepatan pembangunan tol Padang-Pekanbaru ini,” jelas Toni.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru yang telah diresmikan Presiden Jokowi pada Februari 2018 lalu masih terkendala dalam hal pembebasan tanah. Lahan yang bermasalah itu berada di kilometer 0-4,2 yang merupakan milik Padang Industrial Park (PIP). Harga yang ditetapkan oleh tim apraisal jauh di bawah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

“Harga tanah kita yang diganti hanya Rp50.000 per meternya. Sedangkan NJOP-nya Rp 325.000,” kata Ben Hendri, perwakilan PIP yang.

Ben mengatakan tidak cocoknya harga tanah yang diganti dengan NJOP itu tentu akan bermasalah dalam administrasi perusahaannya. “Ini tentu akan menjadi pertanyaan bagi pemegang saham dalam RUPS,” ujarnya.

Dikatakan Ben, jika memang ada aturan hukum yang bisa menjadi pedoman, pihaknya meminta salinan aturan itu supaya bisa memberikan penjelasan pada pemegang saham. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional