Menu

Pertamina Resmikan 27 Titik BBM Satu Harga

  Dibaca : 123 kali
Pertamina Resmikan 27 Titik BBM Satu Harga
Peresmikan secara serentak 27 titik lembaga penyalur bahan bakar minyak melalui Program BBM Satu Harga di Kalimantan.

PONTIANAK, METRO–PT Pertamina Patra Ni­aga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) bersama Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas meresmikan secara seren­tak 27 titik lembaga penya­lur bahan bakar minyak melalui Program BBM Satu Harga. Peresmian seren­tak ini dilakukan di Kantor Integrated Terminal Pon­tianak.

Program BBM Satu Har­ga merupakan prog­ram pemerataan energi dan penerapan energi ber­keadilan dengan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sama untuk produk Premium dan Solar ber­subsidi di wilayah yang memiliki keterbatasan ak­ses atau Tertinggal, Terde­pan, dan Terluar (3T). Program ini dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2017, dan hingga tahun 2020 Pertamina sudah me­ngoperasikan sebanyak 243 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Dengan resminya 27 titik BBM Satu Harga yang kita lakukan pada hari ini, Pertamina bersama Ke­men­terian ESDM dan BPH Migas kembali mewu­jud­kan energi berkeadilan bagi saudara-saudara kita yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses untuk menikmati energi dengan harga yang terjangkau.” jelas Freddy Anwar, Executive General Manager Regional Kalimantan.

PT Pertamina Patra Ni­aga, yang kini diama­nah­kan menjalankan program BBM Satu Harga sebagai Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Per­sero) memiliki target 76 titik BBM Satu Harga di tahun 2021. Dengan 27 titik yang diresmikan, maka saat ini sudah ada 270 wilayah 3T yang dilayani oleh Per­tamina melalui Program BBM Satu Harga.

27 titik BBM Satu Harga yang diresmikan antara lain berada di Provinsi Kepulauan Riau satu (1) titik, Nusa Tenggara Barat tiga (3) titik, Nusa Tenggara Timur (NTT) tujuh (7) titik, Kalimantan Barat lima (5) titik, Kalimantan Utara satu (1) titik, Gorontalo satu (1) titik, Sulawesi Tengah dua (2) titik, Sulawesi Selatan satu (1) titik, Maluku satu (1) titik, Maluku Utara satu (1) titik, Papua empat (4) titik.

Adapun untuk di Kali­mantan Barat yaitu di Me­nu­kung Kabupaten Melawi, Kayan Hulu Kabupaten Sintang, Sungai Melayu Rayak Kabupaten Keta­pang, Menjalin Kabupaten Landak, dan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang.

“Harapannya BBM Satu Harga dapat mendukung pemerataan energi di selu­ruh negeri serta mendo­rong pertumbuhan eko­nomi dan produktivitas masyarakat di daerah ter­sebut. Pertamina optimis dapat terealisasi seluruh 76 target BBM Satu Harga pada akhir tahun nanti,” tambah Freddy.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa juga menjelaskan bahwa BBM Satu Harga ini sangat pen­ting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, dan yang lebih penting lagi keadilan wilayah, keadilan sosial yang berbasis kea­dilan energi. Pertumbuhan lanjut Fanshurullah Asa, tidak hanya difokuskan di pusat atau di kota besar saja, namun dimulai dari wilayah 3T agar nantinya pertumbuhan terjadi se­cara merata.

“Realisasi BBM Satu Harga adalah komitmen dan merupakan bukti kon­krit tekad pemerintah ber­sama BUMN mewujudkan keadilan energi. BPH ber­sama Pertamina sejak 2016 hingga sekarang konsisten untuk mewujudkan BBM Satu harga ini sesuai de­ngan UU Migas. Hal Ini pasti akan mendorong per­tumbuhan ekonomi, dima­na tadinya harga bahan bakar bisa hingga 40 ribu rupiah, sekarang harganya sama, secara operasional ekonomi pasti akan sangat berpengaruh,” jelas Fan­shurullah Asa.

Selain itu, Wakil Gu­bernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, turut menyampaikan apresiasinya atas bero­perasinya 27 titik BBM Satu Harga yang tersebar di seluruh Indonesia, dan khususnya yang melayani kebutuhan energi ma­sya­rakat di Kalimantan Barat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pe­merintah dalam hal ini BPH Migas dan pelayanan Per­tamina dalam mem­per­hatikan masyarakat di wi­layah 3T. Ini adalah bentuk perhatian kepada ma­sya­rakat dalam hal men­du­kung ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM yang diatur sehingga dapat terus dinikmati oleh ma­syarakat. Selain itu, kami harap hal ini tetap dila­kukan pengawasan yang ketat dari semua pihak agar semuanya berjalan dengan lancar,” kata Ria Norsan.

Ria Norsan tidak lupa berpesan dan mengi­ngat­kan bahwa koordinasi an­tar pemerintah daerah, BPH Migas, dan Pertamina harus berjalan dengan maksimal untuk memas­tikan manfaat BBM Satu Harga bisa terus dinikmati masyarakat.

“Kita ingin masyarakat di wilayah 3T khususnya dapat terus menikmati man­faat dari hadirnya BBM Satu Harga. Karena itu, setelah ini beroperasi, ka­mi akan terus menjaga agar proses penyaluran dan memastikan keter­sediaan energi di lembaga penyalur,” tutupnya.(rgr/rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional