Menu

Persiapan Pangan Hadapi Masa Covid-19, Gerak Cepat Siapkan Kebutuhan Masyarakat

  Dibaca : 548 kali
Persiapan Pangan Hadapi Masa Covid-19, Gerak Cepat Siapkan Kebutuhan Masyarakat
WALI Kota Pariaman Genius Umar melepas bibit ikan

Laporan: Efanurza
Kota Pariaman
Pasangan Wali Kota Pariaman Genius Umar bersama Wakilnya, Mardison Mahyuiddin melakukan gerak cepat dalam persiapan pangan dan sandang dalam situasi wabah covid 19.

Persiapan perlu dilakukan Pemko Pariaman untuk cadangan pangan dan sandang bagi masyarakat se Kota Pariaman. Buktinya, kemarin, Walikota Pariaman Genius Umar melakukan pelepasan bibit ikan di Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman.

Genius Umar menyatakan penebaran benih ikan tersebut dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan gizi masyarakat dalam upaya mendukung kegiatan peningkatan gizi dalam program ayo makan ikan. Apalagi sekarang dalam masa wabah covid 19 sangat perlu makan ikan dan persiapan kebutuhan pangan masyarakat Kota Pariaman.

“Penebaran benih ikan ini bagian dari Pemko Pariaman dalam meningkatkan gizi masyarakat, dengan harapan dapat meningkatkan jumlah hasil tangkapan untuk konsumsi bagi masyarakat sehingga bernilai ekonomi untuk pemenuhan kebutuhan bagi para petani ikan,” kata Genius Umar, kemarin.

Juga, keberadaan peternakan ini kita giatkan juga mampu mengurangi perkembangan jentik nyamuk pada perairan tergenang, sehingga mengurangi wabah penyakit demam berdarah yang diakibatkan oleh nyamuk.

Usai itu, masih disekitar lokasi yang sama, Wako Pariaman Genius Umar, meninjau langsung lokasi persawahan milik masyarakat setempat yang sedang memanen padi.

Secara spontan, ia pun mencoba memanen padi. Walikota Pariaman Genius Umar menyatakan ketersediaan pangan berupa beras di Kota Pariaman cukup aman untuk beberapa bulan kedepan.

Setiap tahun produksi beras di Kota Pariaman selalu surplus. Dari total penduduk Kota Pariaman yang berjumlah 93 ribu jiwa, kurang lebih beras konsumsi adalah sekitar 98 kilogram perjiwa.

Dikatakannya juga, dari luas sawah di Kota Pariaman 1785 hektare, jumlah produksi gabah kering panen (GKP) tahun 2019 sekitar 24.021 ton, gabah kering giling (GKG) 20.663 ton dan beras sekitar 13.228 ton.

Pada situasi pendemi Covid-19 saat ini, kata Genius, kita selalu melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk tetap menggarap sawahnya sesuai dengan musim tanam yang turun.

“Kita selalu memacu agar petani langsung mengolah sawahnya untuk tanam padi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk ketersedian pupuk bersubsidi cukup sampai bulan agustus hingga september. Kemudian untuk bibit dan benih juga mencukupi dan bahkan kita bisa menjualnya keluar daerah.

Usaha peternakan ikan merupakan salah satu peluang usaha yang bisa dijalankan dengan mudah. Selain kebutuhan pasarnya yang besar, peternakan ikan juga tidak membutuhkan modal yang besar.

Katanya, petani peternak yang melakukan panen ikan dengan sistem Bioflok ini merupakan binaan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman.

Genius Umar sangat mengapresiasi pengembangan peternakan ikan oleh kelompok-kelompok masyarakat dan perorangan ini.

“Karena Program ini merupakan program yang harus didukung guna mendukung ketahanan pangan, pemenuhan konsumsi dan asupan gizi yang berimbang yang bersumber dari ikan, ” ujar Genius saat didampingi Kepala Dinas Pertanian, Pangan Dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril dan Kadis Kominfo Kota Pariaman, Hendri.

Genius menambahkan, walaupun kolamnya kecil, menggunakan terpal yang disebut dengan istilah sistem Bioflok, namun hasilnya per-kolam mampu menghasilkan lebih dari seribu ekor ikan.

“Hal ini, sangat efisien dan efektif sekali untuk peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan, sehingga mampu mendongkrak pendapatan hasil dalam pemenuhan kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Kemudian disisi lain Walikota Pariaman Genius Umar menyatakan partisipasi para perantau dalam membangun kampung sangat besar sekali manfaatnya bagi kemakmuran kampung. Perantau sangat berpotensi sekali untuk membangun kampung supaya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya akan semakin meningkat.

Genius Umar membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para perantau yang ingin berinvestasi di Kota Pariaman dalam hal membangun kampung. “Ada banyak hal yang bisa dibidik perantau untuk berinvestasi dikampung halaman diantaranya adalah dengan investasi dibidang peternakan,” ujarnya.

Seperti peternakan sapi yang ada di Desa Batang Tajongkek milik warga Desa Batang Tajongkek yang saat ini merantau dan tinggal di Muara Tebo Jambi, dan pengelolaan peternakan ini diserahkan kepada kelompok tani Talao Indah dibawah binaan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman.

“Untuk kualitas sapi yang ada di peternakan ini cukup bagus dan bisa untuk dijadikan konsumsi masyarakat Kota Pariaman, dan juga bisa kita jual kepada daerah lain. Jika masyrakat kita rajin dalam peternakan ini, maka saya pikir dampak ekonomi dari covid-19 ini tidak akan terjadi di kota pariaman, karena kita memiliki ketahanan pangan yang bagus, dan ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat kota pariaman,” jelas Genius Umar. Beliau juga menambahkan, masyarakat didorong untuk selalu produktif walaupun dalam situasi bencana virus corona ini. ”Insyallah usaha yang sangat produktif dari para petani dan peternak kita ini akan menjadi teladan bagi yang lain,” ujarnya. (***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional