Menu

Persiapan New Normal, Masyarakat Diminta Agar Tetap Disiplin

  Dibaca : 627 kali
Persiapan New Normal, Masyarakat Diminta Agar Tetap Disiplin
CUCI TANGAN— Wali Kota Pariaman H Genius Umar saat memeragakan cara mencuci rangan yang benar untuk mencegah penularan Covid-19.

Laporan : Efanurza, Kota Pariaman
Menyambut pelaksanaan new normal di Kota Pariaman, Walikota Genius Umar bersama Wawako Mardison Mahyuddin terus melakukan berbagai langkah agar wabah Covid-19 tidak ada lagi di bumi Indonesia ini. Semua itu dilakukan pasangan kepala daerah tersebut untuk menindak lanjuti Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 180-366-2020 tentang perpanjangan kedua pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Langkah itu dilakukan dalam rangka percepatan penanganan covid-19 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman covid-19 bagi Aparatul Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, Pemerintah kota Pariaman.

“Karena itu kita perlu penyusunan kebijakan sebagai tahapan menuju tatanan normal baru produktif aman covid-19 atau new normal. Sebab, PSBB tahap dua telah berakhir 29 Mei 2020. Namun sekarang telah diperpanjang sampai 7 Juni 2020,” kata Walikota Pariaman Genius Umar, kemarin.

Apalagi katanya, sebelum Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno untuk keberlanjutan PSBB di Sumbar, Gubernur Sumbar mengadakan Rakor melalui video conference (vidcon) untuk mendengar pendapat dan masukan dari Forkopimda, kepala daerah Kab/Kota dan juga dari pakar epidemologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas yang.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menuturkan bahwa Provinsi Sumbar kembali memperpanjang PSBB hingga 7 Juni 2020 mendatang.

Keputusan ini diambil oleh Gubernur setelah mendengar dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, diantaranya Bupati Wali Kota se-Sumbar dan kajian dari pakar epidemologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.

Dari 19 Walikota/Bupati, 18 Walikota/Bupati se-Sumbar mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi memperpanjang PSBB hingga 7 Juni 2020 mendatang sebelum menuju new normal dan satu daerah keluar dari PSBB dan langsung menuju new normal.

“Maka ada waktu selama 9 hari bagi Walikota/Bupati se-Sumbar untuk melakukan persiapan dan tahapan-tahapan menuju new normal dengan mengurangi dan melonggarkan pembatasan dengan tetap mematuhi protokol Covid-19,“ katanya.

Gubernur menegaskan ada empat hal penting yang perlu diperhatiakan untuk menuju new normal yaitu melaukan persiapan tahap-tahap menuju new normal, mendisiplinkan masyarakat sesuai dengan protokol Covid-19, melakukan persiapan maksimal untuk sistem kesehatan, rumah sakit, traking terhadap pasien dan isolasi dan provinsi Sumbar mendukung daerah yang menuju new normal dengan mematuhi sesuai dengan aturan yang dibuat kemenkes.

Gubernur juga meminta kepada masyarakat yang ingin menuju new normal harus selalu disiplin dan mematuhi protokol Covid-19. Apabila keluar rumah selalu cuci tangan, pakai masker, tidak bekerumunan dan selalu jaga jarak.

“Sedangkan bagi daerah yang menuju new normal, Pemerintah Provinsi mendukung daerah tersebut dengan catatan harus tetap menerapkan protokol covid-19,“ imbuhnya.

Sementara itu Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengatakan bahwa Pemko Pariaman siap mendukung dan sepakat untuk memperpnjang PSBB di Provinsi Sumbar termasuk Kota Pariaman hingga 7 Juni 2020 mendatang.

“Sebelum menuju new normal, kami telah melakukan koordinasi dengan dandim dan kapolres untuk mengedapankan dalam hal penindakan yang akan dilaksanakan hingga 7 Juni mendatang. Sesuai dengan arahan dari Gubernur Sumbar, kami Pemko Pariaman juga sudah menyiapkan protokol untuk menuju new normal,“ ujarnya.

Sedangkan Sekda Kota Pariaman Fadhly menyatakan, pemko telah mengadakan rapat penyusunan kebijakan sebagai tahapan menuju tatanan normal baru produktif aman covid 19 atau new normal.

Katanya, perpanjangan PSBB kedua akan dimulai dari tanggal 30 Mei sampai dengan 7 Juni 2020 dan ini sebagai persiapan untuk memberlakukan new normal nantinya di Kota Pariaman. Ada 18 kabupaten kota yang memilih untuk melakukan Perpanjangan PSBB kedua dan salah satunya adalah Kota Pariaman.

Ada beberapa hal penekanan yang dilakukan untuk Perpanjangan PSBB kedua. Diantaranya adalah melakukan persiapan dan pemberlakuan tahap-tahap menuju tatanan Normal baru (new normal), mendisiplinkan masyarakat untuk melaksanakan protokol Covid-19, melakukan pengendalian penyebaran Covid-19 dengan melakukan tindakan maksimal berupa testing, penelusuran (tracking), isolasi (isolation)/karantina dan perawatan (treathmen) dan penekanan keempat adalah mendukung daerah kabupaten/kota yang melaksanakan tahapan tatanan Normal Baru (new normal).

“Jadi kita terus mengendalikan penyebaran Covid dengan memaksimalkan kerja-kerja kesehatan. Ini bertujuan agar kita bisa bertahan pada posisi aman dan Kota Pariaman bisa melanjutkan pada tatanan normal baru (new normal),“ terangnya.

Pada rapat ini, Pemerintah Kota Pariaman juga membahas beberapa aspek, seperti keagamaan, pendidikan, transportasi, pariwisata dan adat istiadat seperti pesta perkawinan di Kota Pariaman. Jadi waktu sembilan hari ini akan digunakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Pariaman untuk mempersiapkan diri menyambut New Normal.

Ia berharap dengan adanya Perpanjangan PSBB kedua dan persiapan menuju new normal, masyarakat di Kota Pariaman lebih mendisiplinkan diri, mematuhi protokoler Covid-19 sehingga situasi bisa lebih baik dan perekonomian di Kota Pariaman akan pulih kembali.

Dalam vidcon tersebut Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kemendagri, akan mengadakan lomba inovasi bagi pemerintah daerah dalam mendorong aktivitas kehidupan masyarakat, di tengah berlangsungnya pandemi covid-19 ini, atau yang akan kita sebut dengan kehidupan normal yang baru (new normal).

-Untuk peserta lomba terdiri dari seluruh pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten/kota, termasuk daerah tertinggal atau perbatasan, terang Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah.

Matheos Tan juga jelaskan, pada tanggal 5 Juni 2020 Mendagri secara langsung akan mensosialisasikan lomba ini kepada para pemerintah daerah melalui vidcon, dan rencananya lomba ini akan dimulai pada tanggal 8 Juni 2020 dan diumumkan pada tanggal 28 Juni 2020.

Untuk lomba inovasi daerah yang dinilai terdiri dari 7 kategori dengan pengelolaan yang menggunakan protokol kesehatan covid-19 yaitu, pengelolaan pasar tradisional, mall, sekolah, restoran, hotel, tempat wisata, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). “Semoga dengan akan diberlakukannya kehidupan new normal di berbagai sektor oleh pemerintah daerah ditengah-tengah masyarakat, akan bisa merobah perilaku masyarakat kearah yang lebih baik lagi di segala bidang khususnya dalam peningkatan ekonomi masyarakat, dengan new normal paling tidak kita harus bisa melindungi diri kita sendiri dan orang-orang disekitar kita dari covid-19 ini dengan mematuhi semua protokol kesehatan yang berlaku,” tandasnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional