Menu

Persiapan Generasi Muda Bangsa Sehat, Anak Usia Dini Penerus Generasi Bangsa

  Dibaca : 144 kali
Persiapan Generasi Muda Bangsa Sehat, Anak Usia Dini Penerus Generasi Bangsa
GENERASI MUDA—Wali Kota Pariaman Genius Umar bersama anak-anak generasi muda bangsa.

Pemko Pariaman diba­wah pimpinan Walikota Pariaman H Genius Umar dan Wakilnya, Mardison Mahyuddin komitmen d­alam mempersiapan ge­nerasi muda bangsa sehat masa depat. Setiap desa se Kota Pariaman diga­lahkan berbagai penyu­luhan dalam persiapan generasi muda bangsa tersebut. Buktinya,  Desa Marunggi, Kecamatan Pa­riaman Selatan, Kota Pa­riaman, kemarin, beker­jasama dengan Dinas Ke­se­hatan melalui UPTD a­dakan penyuluhan ibu dan anak dalam kegiatan kelas ibu dan balita. Kegiatan penyuluhan melibatkan peserta dari para ibu yang mempunyai anak rentang usia 0-5 tahun, di Mushalla Surau Lenggek, Desa Ma­runggi.

Wali Kota Pariaman, Genius Umar, yang ikut datang meninjau kegiatan tersebut mengatakan de­ngan diadakan kelas  ibu balita ini dapat me­ning­katkan pengetahuan dan keterampilan, merubah sikap dan perilaku ibu hamil tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan per­kembangan anak. “Man­faatkanlah kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, jangan malu untuk ber­tanya nantinya kepada narasumber, karena hal ini mampu menghasilkan pola hidup dalam tata cara proses kehamilan hingga proses pemenuhan ke­butuhan gizi terhadap a­nak sebagai generasi ha­rapan bangsa,” ujar Genius.

FOTO BERSAMA—Wako Genius Umar foto bersama nyonya saat persiapan generasi muda bangsa.

Hal senada juga diungkapkan Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Ny. Lucy Genius, yang ikut hadir memberikan penyuluhan di desa tersebut. “Kegiatan ini sangat penting sekali dilaksanakan, me­ngingat saat ini juga da­lam pandemic covid-19, yang apabila kita tidak memperhatikan asupan dan kebutuhan gizi anak, akan berdampak buruk bagi per­kem­bangan anak itu sendiri nantinya,” ujar Ny. Lucy.

Bahkan, sambung Ny. Lucy, hal terburuk berdampak ke anak yakni si anak akan menderita gizi buruk dan pelemahan terhadap kecerdasan anak. Ny. Lucy menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menambah kesadaran pemberian ASI secara eksklusif, menambah pengetahuan ibu akan penting­nya imunisasi pada bayi, menambah pengetahuan ibu dalam pemberian MP-ASI dan gizi seimbang kepada Balita. Sehingga te­wujut generasi yang cerdas untuk melanjutkan tongkat estapet pemba­ngun di Kota Pariaman. “Serta menambah ke­mam­puan ibu memantau pertumbuhan dan melaksanakan stimulasi per­kembangan Balita dan pengetahuan ibu tentang penyakit terbanyak, cara pencegahan dan perawatan balita,” ungkapnya.

Semoga nantinya, ha­rap Ny. Lucy, dengan giatnya kita lakukan kegiatan ini mampu mengurangi dan menghapus jumlah anak penderita gizi buruk di Kota Pariaman.

  Kemudian dalam me­nunjang kegiatan tersebut Ny  Lucyanel Genius sebagai bunda PAUD Kota Pariaman mengungkapkan bahwa anak usia dini merupakan penerus ge­nerasi berkualitas Indonesia dimasa yang akan datang. “Kita menyiapkan generasi yang hebat mulai dari anak usia dini, di­mulai dari 1000 hari pertama kehidupan, sampai mereka remaja, sehingga anak anak kita nantinya menjadi generasi yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing,” ujarnya.

Ny. Lucyanel Genius yang berprofesi sebagai dokter ini juga mengung­kapkan agar anak-anak harus dilengkapi dengan fisik yang sehat dengan memberikan asupan gizi yang cukup, sehingga juga dapat menekan angka stunting. “Diperlukan peran semua pihak untuk menciptakan generasi e­mas Indonesia, dan juga peran stakeholder terkait, agar dapat mengalokasikan dana untuk program Bunda PAUD, di daerah nya masing-masing, sesuai arahan pak Gubernur Sumatera Barat,” ujarnya.

Istri wali Kota Pariaman ini juga mengungkapkan bahwa anak usia dini merupakan penerus ge­nerasi berkualitas Indonesia dimasa yang akan datang. “Kita menyiapkan generasi yang hebat mulai dari anak usia dini, dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan, sampai mereka remaja, sehingga anak anak kita nantinya menjadi generasi yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing,” ujarnya.

Ny. Lucyanel Genius yang berprofesi sebagai dokter ini juga mengung­kapkan agar anak-anak harus dilengkapi dengan fisik yang sehat dengan memberikan asupan gizi yang cukup, sehingga juga dapat menekan angka stunting. “Diperlukan peran semua pihak untuk menciptakan generasi e­mas Indonesia, dan juga peran stakeholder terkait, agar dapat mengalokasikan dana untuk program Bunda PAUD, di daerah nya masing-masing, sesuai arahan pak Gubernur Sumatera Barat,” ujarnya.

Terpisah Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) K.H. Ma’ruf Amin, meminta kepada ber­ba­gai pihak yang terkait agar segera menyusun rencana aksi nasional percepatan penurunan stun­ting, dengan bertumpu pa­da 5 pilar, yaitu komitmen politik dan kepe­mim­pinan nasional dan dae­rah, kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, konvergensi program pusat sampai daerah dan masyarakat, ketahanan pangan dan gizi, serta monitoring dan evaluasi, sebagaimana telah diamanatkan dalam Perpres nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Wapres RI mengatakan bahwa selama tujuh tahun terakhir, pemerintah telah berhasil menurunkan prevalensi stunting di Indonesia dari 37,2 persen pada 2013 menjadi 27,7 persen pada 2019. Saat ini, pemerintah tengah berupaya mencapai target prevalensi stunting 14 persen pada akhir 2024. Itulah sebabnya Wapres RI meminta kepada ber­bagai pihakyang terkait agar segera menyusun rencana aksi tersebut untuk target yang diinginkan.

Wapres berharap rencana aksi nasional ini harus dapat mendorong dan menguatkan konvergensi antar program yang selama ini sudah berjalan dan dilaksanakan oleh berbagai kementerian dan lembaga, oleh karena itu, rencana aksi nasional ha­rus disusun dan disepakati bersama antar kementerian dan lembaga, didiskusikan bersama pakar dan pemangku kepentingan lainnya, serta diso­sialisasikan kepada para pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Konvergensi ber­ba­gai program yang terkait dengan penurunan stun­ting menjadi kata kunci untuk memastikan program-program intervensi dapat dilaksanakan dan dimanfaatkan secara optimal sehingga berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting,” jelasnya.

“Untuk itu kerja kola­borasi adalah kuncinya, karena intervensi percepatan penurunan stunting, baik itu intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitif, merupakan bagian program/kegiatan pada kementerian dan lembaga sesuai dengan tupoksinya masing-ma­sing, bahkan Pemerintah Daerah tingkat I, tingkat II sampai pemerintahan de­sa juga memiliki berbagai program atau kegiatan yang terkait dengan penurunan stunting.Dengan demikian intervensi yang sifatnya multi sektor dan multi government level tidak mungkin terlaksana dengan baik tanpa kerja kolaborasi,” ujarnya.

Terkait hal tersebut diatas Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan, untuk Kota Pariaman sendiri angka stunting di tahun 2021 periode Februari mencapai 9.3 %. Angka ini jauh dibawah capaian angka stunting Provinsi Sumatera Barat sebesar 27,47 % dan nasional sebesar 57, 67 %. Data akhir tahun 2020 angka stunting di Kota Pariaman mencapai 10, 7 %”. “Untuk itu jelang tahun 2022 kita akan selalu lakukan pengura­ngan sehingga target kita diakhir tahun 2022 bisa mencapai 5 % bahkan dibawah itu,” ulas Genius.

“Prestasi ini bisa tercapai oleh Kota Pariaman dengan melakukan ber­bagai upaya pencegahan oleh Dinas Kesehatan Kota Pariaman. Tidak hanya Dinas Kesehatan saja yang bertanggung jawab melakukan pencegahan stunting di Kota Pariaman, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Kota Pariaman bersama dengan kader desa serta stakeholder terkait mela­kukan upaya pencegahan, antara lain melakukan bina keluarga balita dan remaja, penyuluhan kepada calon pengantin (catin) tentang kesehatan reproduksi dan pengoptimalisasian capaian keluarga berencana (KB) pasca bersalin,” terangnya me­ngakhiri.(***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional