Menu

Pernah Dinobatkan Objek Wisata Paling Diminati di Agam, Soul Puncak Lawang kini Sepi Pengunjung Akibat Covid-19

  Dibaca : 377 kali
Pernah Dinobatkan Objek Wisata Paling Diminati di Agam, Soul Puncak Lawang kini Sepi Pengunjung Akibat Covid-19
SEPI— Sejak pandemi, kafe di Soul Puncak Lawang sepi pengunjung.

PADANG, METRO
Selaku Owner Soul Puncak Lawang, Zola Pandoe berharap Pemkab Agam, tidak melakukan penutupan objek wisata di saat hari libur dan hari besar nasional. Bahkan, Zola menegaskan, asal jangan ditutup, pihaknya siap mengikuti seluruh aturan pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan di objek wisata.

Zola menyebutkan, selama pandemi Covid-19 tahun 2020, pengunjung Soul Puncak Lawang turun 50 persen. Namun, meski mengalami penurunan tahun lalu, namun objek wisata Soul Puncak Lawang justru mendapat penghargaan dari Pemkab Agam, sebagai lokasi wisata yang paling diminati tahun 2020.

Zola juga mengungkapkan, selama satu tahun, hanya dua kali dapat peluang keramaian. Yakni, libur Idul Fitri dan tahun baru. Dalam satu bulan di saat libur Idul Fitri sebelum pandemi, jumlah pengunjung Soul Puncak Lawang mencapai 60 ribu pengunjung. Sementara, libur Idul Fitri di saat pandemi Covid-19 tahun 2020 tidak ada pengunjung yang datang, karena objek wisata ini ditutup.

Sedangkan, libur akhir tahun atau tahun baru sebelum pandemi, pengunjung ke Soul Puncak Lawang biasanya sampai 30 ribu selama seminggu. “Namun, akhir tahun 2020 kemarin saat pendemi, objek wisata ini ditutup juga,” ungkap Zola, saat menerima kunjungan rombongan Direktorat MICE, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), pekan lalu.

Dengan turunnya pengunjung mencapai 50 persen pada tahun 2020, maka jika tahun 2019 dalam satu bulan rata-rata hanya 15-20 ribu pengunjung, tahun 2020 satu bulan hanya 3 hingga 4 ribu pengunjung. “Yang datang kemari biasanya 40 persen dari Riau, ada juga dari Sumut, Sumsel, dan Malaysia. Tamu lokal 50 persen, 40 persen dari luar Sumbar, 10 persen dari luar negeri,” ungkap Zola.

Zola menyebutkan, dengan adanya pembatasan dan penutupan objek wisata di hari libur oleh pemerintah daerah, berdampak pihaknya tidak bisa mendongkrak kunjungan. “Harapan kita, pengalaman 2020 jangan terulang di 2021. Kalau diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan ketat, kita laksanakan dan terapkan di lapangan. Jangan lah ditutup,” harap pria berambut perak ini. Pria yang mirip Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ini menyebutkan, akibat turunnya pengunjung, dia terpaksa merumahkan karyawan. “Karyawan kita mencapai 116 orang. Ada yang dirumahkan,” ungkapnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional