Menu

Permintaan Maaf di Media Belum Terlaksana, Zamhar Minta Mantan Caleg RO Patuhi Perjanjian Damai

  Dibaca : 123 kali
Permintaan Maaf di Media Belum Terlaksana, Zamhar Minta Mantan Caleg RO Patuhi Perjanjian Damai
Ilustrasi

LIMAPULUH KOTA, METRO
Upaya damai kasus penipuan yang melibatkan mantan caleg perempuan DPR-RI berinisial RO dengan korban Zamhar Pasma Budi, terancam batal. Pasalnya, poin penting dalam materi perdamaian yang telah disepakati, tidak dijalani atau dipatuhi oleh RO.

Hal itu diungkapkan korban pelapor Zamhar Pasma Budi saat dihubungi wartawan, Selasa (1/9). Terkait beredarnya informasi yang menyebutkan antara korban dan tersangka telah melakukan perdamaian di Kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh Cabang Suliki beberapa waktu lalu.

Menurut Zamhar, kesepakatan damai yang sudah disepakati di atas kertas bermaterai Rp6000 ditandatangani kedua pihak itu, dijelaskan poin-poin kesepakatan damai.

Poin pertama, dengan mengharap Ridho Allah, kami para-para pihak telah bermufakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan/bersama. Poin kedua, bahwa pihak kedua yaitu RO memohon maaf kepada pihak pertama Zamhar, kepada istri, anak serta keluarga pihak pertama secara terbuka (melalui media cetak/elektronik) dan pihak pertama telah memaafkan seluruh perbuatan pihak kedua tersebut.

Sedangkan pada poin ketiga, pihak kedua yakni RO membayar kerugian yang dialami pihak pertama Zamhar sejumlah Rp. 1.763.360.653.000 yang dibayar secara tunai. Sedangkan poin keempat, setelah akta perdamaian ini ditandatangai, para pihak sepakat untuk menyudahi segala permasalahan antara para pihak dan tidak akan saling mengadu (pidana) serta menggugat (perdata) dikemudian hari atau hal-hal yang telah disepakati dalam akta perdamaian ini.

Namun sayang, tegas Zamhar, pascapenandatanganan perjanjian perdamaian tersebut, kesepakatan untuk melakukan permohonan maaf secara terbuka melalui media cetak/elektronik itu belum dilakukan tersangka RO.

“Sampai saat ini saya belum melihat adanya upaya dari RO untuk meminta maaf secara terbuka kepada anak, istri dan keluarga saya, dan berjanji tidak akan mengganggu kami sekeluarga baik secara lahir maupun batin. Saya menyanggupi perjanjian damai tanggal 12 Agustus tersebut setelah mendapat persetujuan dari anak dan istri,” ucap Zamhar.

Ia juga mengakui bahwa kerugian materi pihaknya memang telah dikembalikan oleh tersangka RO, namun yang lebih penting menurutnya bukanlah soal uang, namun adalah permohonan maaf dari tersangka yang telah membuat keluarganya terpukul atas perlakukan dan sikap yang dilakukannya selama ini.

Sementara itu RO yang coba dihubungi lewat telepon genggamnya oleh awak media untuk konfirmasi terkait keberatan korban pelapor Zamhar atas belum dilakukannya penyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media cetak/elektronik itu, tidak menjawab. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional