Menu

Permen “Yaowo” Dinilai Melecehkan Nama Allah

  Dibaca : 1215 kali
Permen “Yaowo” Dinilai Melecehkan Nama Allah
BANSOS— Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Sri Wibowo, S.I.K, MH melalui Kasat Binmas Polres Pessel AKP. Gusfriandi, SH, Rabu (4/8), serahkan bansos pada warga kurang mampu.
FOTO ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA Teks DIMUSNAHKAN: Sebanyak 2700 boks permen Rainbow produksi PT UPA, Surabaya, dimusnahkan oleh perwakilan Pengurus PWNU Jatim, Polsek Tenggilis dan Kodim Tenggilis, karena bungkus permen tersebut menggunakan kata-kata kontroversial yang menyangkut agama, di halaman belakang PT UPA, Surabaya, Jumat (23/10).

Permen Yowo dinilai MUI melecehkan nama Allah. (foto andy satria/radar surabaya)

SURABAYA, METRO–Masih hangat dengan sandal berlafadz Allah, publik kembali dikejutkan dengan kasus penemuan permen kontroversial. Akibatnya, sebanyak 2.700 boks permen Rainbow produksi PT Ultra Prima Abadi (UPA) itu dimusnahkan di kawasan Jalan Panjang Jiwo, Surabaya, Jumat (23/10).

Bukan karena mengandung narkotika seperti yang ramai beredar belakangan, tapi terdapat redaksi kontroversial di bungkus permen. Pemusnahan diawasi langsung pihak Polsek dan Kodim Tenggilis, serta dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Permen produksi PT UPA ini memiliki kamus gaul di bagian belakang bungkusnya. Masalahnya, salah satu kata gaul yang terdapat dalam bungkus permen tersebut membuat amarah umat muslim. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memuncak.

Dalam produksinya, dengan menggunakan kode #008, di situ dituliskan kata Yaowo, yang menurut kamus gaul tersebut memiliki arti sebagai Ya Allah. Karena itu sejumlah pihak meminta produsen permen tersebut dimusnahkan.

Head of Coorporate and Marketing PT UPA Yuna Eka Kristina menyatakan, jika pemusnahan permen bertuliskan kata Yaowo ini merupakan desakan dari MUI. Pengumpulan 2.700 boks permen tersebut merupakan hasil penarikan selama seminggu terakhir.

Yuna, sapaan akrabnya mengatakan jika penarikan produk langsung dilakukan di seluruh Indonesia. Hal itu setelah permen kontroversial tersebut beredar di media sosial pada tanggal 15 Oktober dan memicu amarah netizen.

“Yang dimusnahkan saat ini (kemarin) merupakan penarikan dari wilayah Surabaya dan sekitarnya,” ujarnya di sela-sela pembakaran permen kontroversial itu. (gus/hsn/JPG)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional