Menu

Permasalahan Kota Banyak, Pemko Padang harus Sigap, Syafrial Kani: Target Pembangunan harus Tercapai

  Dibaca : 111 kali
Permasalahan Kota Banyak, Pemko Padang harus Sigap, Syafrial Kani: Target Pembangunan harus Tercapai
MUSRENBANG— Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani menghadiri Musrenbang terkait penyusunan rancangan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang tahun 2019-2024.

THAMRIN, METRO–Ketua DPRD Padang Syafrial Kani meminta Pemko Padang untuk bertegas-tegas dalam berbagai permasalahan dan isu-isu strategis daerah yang harus dituntaskan demi pencapaian target pembangunan daerah dalam tiga tahun ke depan (2022-2024).

Hal itu dikatakan Syafrial Kani pada Musyawarah Perencanaan Pem­bangu­nan Daerah (Musrenbang) terkait penyusunan ran­cangan perubahan Ren­cana Pembangunan Jang­ka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang ta­hun 2019-2024 di gelar di Hotel Grand Zuri, Senin (13/9) lalu.

Syafrial Kani yang juga Ketua DPC Gerindra itu menuturkan, seperti pe­nanga­nan dan penuntasan Covid-19 dengan mening­katkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing SDM yang krea­tif dan inovatif yang adap­tif terhadap kondisi new normal.

“Selain peningkatan SDM, Pemko harus segera me­nyelesaikan sertifikat tanah Puskemas yang ada di Kota Padang. Seperti diketahui lebih kurang se­paro puskesmas di Kota Padang tidak memiliki ser­tifikat. Bagaimana puskes­mas meningkatkan pela­yanan terbaik terhadap masyarakat dalam hal pe­ning­katan akreditasi pus­kes­mas ter­sebut,” kata­nya.

Se­lanjutnya, kata Sya­frial Kani, dalam perma­salahan di bidang pendi­dikan antara lain, pemko segera untuk menuntaskan kekurangan lokal. ”DPRD mendorong agar Pemko Padang segera meng­ek­sekusi terhadap lahan dan pembebasan lahan yang akan diperuntukkan untuk sekolah di Kota Padang seperti, filial SMP 43 Pa­dang, filial SMP 44,  filial SMP 46 dan filial SMP 18 yang hari dituntaskan di­tengan kebutuhan sarana pendidikan yang sifatnya urgen. Dimana masih ba­nyak kawasan di Padang yang masuk blank spot zonasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tingkat SMP,” ujarnya.

Seterusnya, dalam hal penanganan banjir yang tidak pernah hilang di Kota Padang,  drainase menjadi masalah serius dalam pe­nanga­nan banjir yang ter­jadi di Kota Padang.

“Pemko harus segera membuat masterplan in­duk yang terintegtas untuk mengatasi permasalahan banjir,” terangnya.

Ia juga menambahkan, ka­lau untuk penang­gu­la­ngan banjir di Kota Pa­dang masih berada pada tahap memindahkan aliran banjir sehingga masih belum mak­simal karena dasarnya ada­lah drainase yang ter­in­tegrasi di seluruh Kota Pa­dang.

Di sisi lain, Syafrial Kani menyinggung fungsi pela­buhan perikanan Muaro Anai,  Kecamatan Koto Tangah yang telah mema­kan dana miliaran rupiah yang fungsinya tidak mak­simal untuk peningkatan ekonomi masyarakat khu­susnya nelayan.

“Harus segera difung­sikan maksimal. Saat ini seperti dibiarkan saja, pa­dahal bisa meningkatkan ekonomi nelayan yang le­bih kurang saat ini berjum­lah 7.000 nelayan,” ung­kapnya.

Selain itu, dalam upaya peningkatan ekonomi da­lam bidang pertanian, Pem­­ko harus segera me­ning­kat produksi padi. “Ke­napa daerah bisa pro­duk­sinya 7 hingga 8 ton da­lam satu hektare daerah kita tidak bisa. Kedepan­nya, harus ada inovasi dalam meningkatkan pro­duksi pertanian di Kota Padang,” jelasnya.

Di samping itu, masih banyak lahan-lahan pro­duktif di Padang yang saat ini masih terlantar yang harusnya bisa diman­faat­kan dan  bisa meng­hasil­kan. “Kurang lebih ada seluas  dua ribu hektare yang masih terlantar, yang tidak digarap secara eko­nomi. Jangan sampai Pem­ko Padang dinilai bagus dalam konsep peren­ca­naan, tetapi kurang dari ek­se­kusi dalam pe­rencanaan tersebut,” tandasnya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional