Menu

Perlu Sosialisasi, 53 Ribu Warga Sumbar akan Divaksin

  Dibaca : 118 kali
Perlu Sosialisasi, 53 Ribu Warga Sumbar akan Divaksin
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi

PADANG, METRO
Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar menyosialisasikan pentingnya vaksin Covid-19. Sosialisai dilakukan sejalan dengan upaya pemerintah mempersiapkan vaksin yang baik, halal dan sesuai keinginan masyarakat.

“Untuk sosialisasi kita tetap jalan. Karena jalannya bebas dari pandemi adalah vaksin. Untuk itu sampai saat ini pemerintah masih menyempurnakan vaksin yang tepat, baik kualitas dan halalnya,”sebut Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi.

Sementara, mengenai adanya masyarakat yang menolak vaksin, menurutnya vaksin ini dipastikan diusahakan pemerintah harus aman dan halal. Sehingga, bisa meyakinkan masyarakat. Ketika vaksinasi dilakukan, diharapkan masyarakat sudah yakin bahwa itu aman dan halal.

Dalam pemberian vaksin ini, setiap orang akan diberi dosis dua kali. Mereka diberi vaksin pertama, setelah itu 14 hari kemudian akan diberikan kembali. Setelah itu tidak diberikan lagi vaksin. Hal ini terkait efektifitas vaksin tersebut.

“Jadi mereka mendapat dosis dua kali, yang kedua diulang pada hari ke 14 setelah dosis pertama, pemberiannya memang seperti itu ditetapkan,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat memberikan kuota sebanyak 53 ribu warga Sumbar, akan diberikan vaksin Covid-19 pada bulan ini. Vaksin itu diutamakan untuk tenaga kesehatan.

Arry Yuswandi mengatakan, pemerintah memprioritaskan tenaga medis karena merupakan pelayanan publik. Mereka relatif sering kontak langsung dengan orang banyak. Terutama tenaga kesehatan yang berada di fasilitas pemerintah terlebih dahulu seperti di rumah sakit dan puskesmas.

“Sebelumnya memang sudah diinformasikan pemberian vaksin dilakukan bulan ini. Namun sampai sekarang belum ada arahan baru. Untuk itu kami tetap menunggu dari pusat. Itu program nasional,”ungkapnya.

Mereka yang diprioritaskan pertama untuk tenaga kesehatan yang ada di puskesmas dan rumah sakit, yang rentang usia 15-58 tahun. Awalnya vaksinasi direncanakan awal November, namun sampai sekarang belum ada informasi lebih lanjut.

“Sampai saat ini belum ada informasi yang fiks, kita masih menunggu, selain tenaga kesehatan nantinya diutamakan bagi orang-orang yang bekerja pada pelayanan publik,” katanya.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengimbau, agar semua pihak bisa melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, supaya mereka bisa menerima hadirnya vaksin tersebut.

“Tentunya bagaimana kita bisa menyampaikan ke masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dicerna dengan baik, maka masyarakat lebih cepat menerimanya,” ucapnya.

Hadirnya vaksin ini pastinya ada yang pro dan kontra. Tugas dari Pemprov Sumbar dan kabupaten kota harus bisa meluruskan keberadaan vaksin ini, agar masyarakat kita bisa lebih paham dan menerima adanya vaksin ini.

“Jadi kebijakan kita yaitu, sosialisasikan secara masif manfaat vaksin, yaitu untuk antisipasi penularan Covid-19. Selanjutnya yaitu anggaran,” imbuhnya.

Irwan Prayitno mengatakan, pihaknya mengajukan alokasi anggaran bagi vaksin Covid-19 khususnya untuk daerah zona merah.”Semuanya aturan terkait vaksin Covid-19 ini nanti kita serahkan sepenuhnya kepada Satgas Pemerintah Pusat,” tutup Irwan Prayitno. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional